SENIOR VersUS JUNIOR

SENIOR VersUS JUNIOR
EPISODE 7



Happy reading gaes 🤗🥰


*****


Setelah selesai belanja Yoona dan Steven pulang menuju kediaman mereka.


Sesampainya di rumah Yoona langsung menuju kamarnya, hari ini ia sangat senang karena bertemu dengan senior idamannya.


" Kak ... " Sapa teman-teman Kiki pada Steven.


" Oh Hai... Kalian ingin makan apa ??" Tanya Steven pada teman sang adik.


" Yang paling enak bisa di sajikan semua kak" jawab Rain pada Steven , yang langsung di angguk i oleh Steven.


" Tampan sekali kakak nya Kiki " puji Hanna dan Sena berbarengan.


" Hm... Kalian yah emang gadis ganjen lihat yang bening-bening langsung melek tuh mata, emang aku kalah ganteng yah sama kak Steven ??" keluh Rain pada kedua sahabat nya.


"Hm ... Bukan kalah ganteng lagi, tapi gak ada apa-apanya dibanding dengan kak Steven " jawab mereka berdua kompak sambil mengejek Rain.


Walaupun mereka sebenarnya bercanda tapi kalau mau di bandingkan jelas jauh sekali ,perbandingannya ibarat kata Bumi dan Pluto .


Wkwkwk gak nyambung.


" Tega kalian sama aku " ujar Rain kesal. Dia lalu memilih untuk menghampiri Kiki yang berada di kamar.


" Bibi , kamar Kiki di mana ya ??" tanya Rain pada Jessi .


" Naik ke atas nanti belok kanan yaa " jawab Jessi menjelaskan .


" Baik bibi terimakasih, Rain ke atas dulu " Pamit Rain pada Jessi , yang langsung di iyakan oleh Jessi.


Rain naik keatas menuju kamar Kiki namun sebelum belok ke kanan, Rain melihat satu kamar yang tidak tertutup rapat, ada suara perempuan. Karena penasaran ia mendekati pintu lalu menguping percakapan dalam kamar tersebut.


Di dalam kamar


" Hm kau tahu kan senior itu tampan sekali,iya kapan-kapan kita belajar bersama, bener yah aku tunggu jangan sampai lupa " ujar Yoona .


Disaat Kiki baru keluar dari kamarnya malah melihat Rain sedang berdiri di depan kamar sang adik dengan begitu hati-hati seperti maling saja.


" Apa yang kamu lakukan di sini ??" pertanyaan Kiki mengejutkan nya .


" Astaga kau ini jalan seperti angin tidak terdengar " Rain menatap kaget pada Kiki yang tiba-tiba muncul.


" Siapa ??" tanya Yoona penasaran, dia beranjak dari ranjang dan menuju pintu.


" Ayo turun jangan ganggu adikku !" sambil berjalan turun Kiki menarik baju belakang Rain .


" Ais ... Sudah seperti kucing aja kamu bawa aku di jinjing gini !!" protes Rain pada sahabatnya.


***


Saat Yoona keluar sudah tidak ada siapapun diluar .


' Siapa tadi ? ' tanya nya bermonolog bingung.


Dibawah


" Ah Kiki kau kejam sekali " masih dengan nada kesalnya karena Kiki menarik bajunya seperti kucing saja.


" Kenapa sih kalian ?" tanya Hanna penasaran.


" Ini nih si Kiki .... " belum selesai ngomong , Kiki langsung memotong kalimat Rain " ... Dia berdiri didepan kamar Yoona sambil menguping !!" ujar Kiki santai dengan memakan makanan nya.


" HAH ... ??" Kompak Hanna, Sookjin dan Senna kaget karena jawaban santai namun tajam itu keluar dari mulut Jong Ki.


Antara percaya atau tidak. Masa ada seorang kakak yang bicara se datar itu tentang adiknya yang di intip sama cowok. Aih ...


" Eh Kiki bercanda mu gak lucu ya .. " protes Rain kesal sambil memonyongkan bibirnya lucu.


" Siapa yang ngintip adikku ?" Kini keluarlah Steven dari dapur membawa nampan berisi mangkuk makanan.


" Bukan kak, ini salah paham bener deh bukan seperti yang kalian pikirkan." Jawab Rain buru-buru menjelaskan.


" Terus ngapain kamu di depan kamar Nuna ? Kamu curi denger pembicaraan adikku di kamarnya bahkan kayak maling " . Ujar Kiki meneguk air putih di gelasnya hingga tandas.


" Wah parah loe Rain... Gak nyangka gua " Ucap Sookjin yang orangnya lebih ke blak blakan .


" Eh loe jangan ngawur yaa .. Bu-bukan seperti itu, kalian dengerin penjelasan ku dulu " Rain sudah gugup campur gemetar.' Bagaimana tidak ?? Mendapatkan tatapan horor dari semua orang'. Batinnya takut.


" Jelaskan kenapa ?" kini Steven yang bicara dia tahu jika Rain bukan orang yang seperti itu, namun dia tetap akan mendengarkan penjelasan dari sahabat adiknya itu.


" Ah ... Gini nih kak ceritanya," *( penjelasan ) .


Setelah diceritakan semua orang menatap heran pada Rain, beraninya dia menguping pembicaraan orang, apalagi itu adalah adik dari sahabatnya, di depan kamar lagi ! Bener kalau Kiki langsung marah dan menyeretnya pergi.


" Dasar loe mesum !!" Sontak Hanna jengkel dan malu , 'punya sahabat gini amat ' pikirnya dalam hati.


Steven juga agak kaget dengan steacmen dari Rain, tidak menyangka jika sahabat adiknya sungguh berani. Jika Yoona tahu? bisa di jadikan *Samsak* hidup nih anak pikirnya dalam hati.


" Gua gak bisa berkata-kata " . Ujar Senna angkat tangan , persis seperti penjahat yang pasrah karena kepergok polisi.


" Kamu berani sekali " Steven geleng-geleng kepala lalu melenggang masuk dapur kembali.


Rain yang masih bingung cuma terlihat melongo bego saja, masih tidak tahu bahaya nya kalau sampai ketahuan , bisa abis dia .


Secara dari cerita Jessi barusan jika anak bungsunya adalah wanita sabuk hitam.


" Kenapa sih kalian ?" tanyanya bego.


" Sudah makan saja , kamu aman darinya untuk kali ini , tapi tidak lain kali " , Ujar Kiki santai memakan hidangan dengan lahap.


Begitupun dengan Hanna, Sookjin dan Senna , mereka juga lanjut makan tanpa menanggapi sahabatnya yang bego nya kebangetan.


Akhirnya mereka pun makan dengan hanya sekedar guyon ringan. Karena niat mereka selain nongkrong emang mau ngerjain tugas juga, jadi mereka lanjut ke rooftop rumah Kiki .


***


Di lain tempat.


Setelah pulang dari supermarket Yeo Joon langsung pulang.


Lalu meletakkan belanjaan nya di meja, biarkan sang ayah nantinya yang membereskan . Karena hari ini akhir pekan, dia bisa pergi ke tempat les .


Ting ...


( Pesan dari Luna ).


Kak , ibuku memintamu untuk mengajak Sooyoung ke tempat les , jangan lupa pulang mampir ke rumah ada yang ingin di titipkan pada paman.


" Haiz tugas berat " gumam Yeo Joon pasrah.


***


Sooyoung sedang bekerja paruh waktu di sebuah kafe bar yang lumayan terkenal.


Saat ini ia sedang butuh banyak uang untuk biaya operasi sang ibu.


Sebenarnya Sooyoung anak yang pandai dan juga baik, namun karena perceraian kedua orang tuanya membuat ia sudah menderita sejak remaja.


Apalagi sang ayah yang pergi dengan wanita yang lebih muda. Menjadikan sosok Sooyoung menjadi pendiam dan dingin terhadap wanita dan juga pria.


Hanya ibunya yang kini ia berikan sikap lemah lembut.


Selama ini Sooyoung berteman akrab dengan Yeo Joon maupun Bin bin. Karena masalah keluarganya lah membuat ia merasa tidak layak lagi berteman dengan keluarga yang utuh dan bahagia.


" Kak, americano 1 ya !" pesan wanita muda sepertinya masih sekolah menengah pertama.


Setelah membuat pesanan, ia mengantarkannya.


" Americano " Kata Sooyoung cuek.


Si wanita cuma melirik dan bergumam ' Sok banget nih cowok '.


Lalu ia meminum americano nya .


***