
Happy reading 🤗🤗
***
Jessi membereskan sisa-sisa piring yang digunakan mereka untuk makan malam. Kiki sudah beranjak dari duduknya menuju kamar, ia selalu menutup diri di dalam kamar, entah apa yang dia lakukan . Sedangkan si bungsu Yoona dia membantu sang kakak sulung merapikan ruangan depan rumah yang akan mereka jadikan sebuah kedai makan , yah walau tempatnya kecil dan juga letaknya jauh dari jalan utama, namun kalau hanya sekedar membuka untuk warga sekitar pasti ramai.
Steven sangat pandai meracik makanan, di rumah dulu dia juga membuka bisnis kedai makanan,dan kabar baiknya sudah memiliki cabang walau hanya satu tempat.
" Opa ... Apakah sekolah Yoona kali ini bagus ??" tanya Yoona penasaran.
" Em menurut kakak ini sekolah termegah yang pernah kakak lihat untuk seukuran di desa kecil seperti ini " ujar Steven sambil mengelap meja.
" Oh ya.. ?? Syukurlah kalau begitu, aku bisa memamerkan nya kepada sahabatku yang berada di pulau Gurai " ujar Yoona senang.
'Dasar kayak anak SD saja'
Pikir Steven sambil geleng-geleng kepala melihat sang adik bungsu yang sangat kekanak-kanakan.
Jessi yang sudah selesai beberes segera menghampiri kedua anaknya.
" Sayang sudah malam sebaiknya siapkan seragam dan juga peralatan sekolahmu, besok biar kak Kiki yang mengantarmu ke sekolah" pinta Jessi kepada sang bungsu.
" Ah ibu, kenapa tidak kak Steven saja yang mengantar?? Kenapa harus opa Jong Ki " keluh Yoona, dia tidak mau bertengkar dengan opa jeniusnya jika berangkat bersama.
" Kakak mu Steven besok akan belanja dengan ibu untuk mempersiapkan kedai " ujar Jessi menjelaskan.
" Aaa .. Aku tidak suka . Ibu bisa pergi dengan naik mobil, sedangkan aku dan opa Jong Ki naik motor ?" Yoona kesal karena ibunya tidak adil.
" Biar besok ibu bilang sama Kiki agar meninggalkanmu di halte bus , biar kamu nyasar !" seru Jessi kesal dengan tingkah manja Yoona.
" Ibu ... " rengek Yoona.
" Ayo tinggalkan kerjaan ini untuk besok, sekarang kita istirahat hari sudah mulai larut " ajak Jessi kepada Steven.
" Baik ibu " yang langsung di setujui oleh Steven.
Yoona yang merasa di abaikan langsung menghentak kan kakinya bergantian seraya menaiki anak tangga.
Jessi dan Steven saling melempar senyuman melihat tingkah lucu Yoona.
***
Pagi sinar mentari menyeruak masuk melalui celah jendela. Yoona yang biasa bangun siang pun masih terlelap. Sedangkan Jong Ki sudah bangun dan bersiap untuk mandi.
" Nuna .... Buka pintunya !! Yaaaaak bangunlah atau ibu dobrak pintu kamarmu " ancam Jessi kesal pasalnya sekolah Yoona sedikit jauh jika tidak berangkat pagi takutnya tidak cukup waktu.
" Ibu berisik sekali sih ?" ujar Jong Ki kesal , kamar mereka berdampingan jadi suara sang ibu cukup mengganggu ketenangan nya.
" Maaf Kiki, ibu sedang membangunkan adikmu" sesal Jessi karena sudah mengganggu waktu sang putra jeniusnya.
Jong Ki yang sudah selesai mandi lalu melanjutkan aktivitas nya,sedangkan Yoona ??? Entahlah anak itu.
Setelah mendengar nada sarkasme dari sang ibu Yoona langsung membuka matanya dan menetralkan pandangan matanya, sebelum menjawab sang ibu.
" Iyaaa Yoona bangun Bu,," sambil turun dari ranjang menuju pintu dan membukanya.
" Jangan teriak-teriak Bu ini masih pagi " protes Yoona .
" Pagi kepala mu itu, ini sudah pukul tujuh , cepatlah mandi dan berpakaian. Kakakmu Kiki sudah bersiap-siap " peringat Jessi.
" Iya ibu Yoona mandi dulu ya " lalu menutup kembali pintu kamarnya sebelum sang ibu menjawab.
' Hais dasar anak itu kapan berubahnya ?? ' gumam Jessi melihat kelakuan buruk sang putri.
Setelah siap Kiki langsung turun dari kamar menuju meja makan. Di sana sudah ada Steven yang sibuk menyiapkan sarapan untuk kedua adik tercintanya.
" Terimakasih atas makanan nya kak" ujar Kiki.
" Apa adikmu sudah bangun ??" tanya Steven sambil menata piring di meja.
" Kurasa sudah tadi ibu berteriak memanggilnya sampai terdengar dalam kamarku " keluh Kiki kesal.
" Aiigoo .. Gadis itu !" berlalu menuju kamar Yoona.
Kiki hanya melirik namun tetap menyelesaikan makanan dalam piringnya.
***
Yoona yang sudah rapi bersiap akan turun menuju meja makan sampai tiba
tok tok tok ....
" Nuna kamu sudah siap ... Opa Kiki sudah selesai sarapan !" panggil Steven dari luar pintu.
Steven lalu berjalan menuju kamarnya dan siap-siap untuk pergi ke waralaba.
Sedangkan Yoona sudah berada di meja makan ia hanya menyantap setengah dari sandwichnya dan segelas susu.
Jessi yang melihat itu merasa asupan Yoona sangat sedikit jadi ia membungkuskan bekal untuk sang putri bungsu.
Saat Kiki dan Yoona sudah bersiap akan berangkat, Jessi dengan sedikit berlari mengejar langkah kedua anaknya dan memanggil sang putri.
" Yoona bekalmu ketinggalan.." teriak Jessi menyusul.
" What ... Ibu, Yoona sudah besar gak mau ah bawa bekal gini,, malu " ujar Yoona sebal.
" Tidak akan ada yang mengolok-olok gadis cantik sepertimu sayang , bawa ya.. Ibu sudah menyiapkan nya spesial untukmu " bujuk Jessi dengan lembut.
" Araseo " lalu naik motor listrik bersama sang kakak jenius.
***
Pagi yang cerah kebanyakan dari siswa dan siswi SMA Museon berangkat dengan di antar oleh supir mereka.
Ada juga yang berjalan kaki, naik sepeda, atau motor .
Seperti halnya dengan Yeo Joon ia mengendarai sepeda listrik nya menuju ke sekolah .
" Hei Joon apa kau tidak mau menungguku lagi ?" tanya Jin Goo sambil mengendarai motor listrik nya.
" Kau selalu lambat, makanya aku meninggalkan mu !!" ujar Yeo Joon sambil geleng-geleng kepala.
" Yaaak kawan seperti apa kau ini haaa " berteriak menyusul Yeo Joon ke parkiran.
Yoona dan Kiki sampai berbarengan dengan datangnya Yeo Joon dan juga Jin Goo.
Semua mata murid laki-laki menatap kagum pada sosok gadis yang baru tiba di parkiran sekolah.
" Wah siapa dia , murid baru kah ??"
" Kelas berapa dia ??"
" Siapa yang membonceng nya ?"
" Omo cantik sekali !!"
Seperti itulah ungkapan para siswa yang melihat Yoona .
Jin Goo yang memang suka dengan tipe gadis yang bahenol langsung bersiul kagum ke arah Yoona
" Suiwiwit ... "
Yeo Joon yang melihat tingkah sahabatnya hanya memutar kedua bola matanya jengah. memang Jin Goo rada-rada otaknya 😂.
" Opa makasih sudah mengantar ku , hati-hati di jalan ... " pesan Yoona pada sang kakak.
" Ya belajar yang giat agar bisa masuk peringkat 10 besar mengerti !!" sambil mengusap pucuk kepala sang adik dengan mesra.
Membuat para siswi yang melihat nya begitu iri akan perlakuan Kiki pada Yoona.
" Opa .. !!" Yoona paling kesal ada yang mengacak-acak rambutnya.
Jong Ki tidak mengindahkan keluhan sang adik, ia lalu mengendarai motor listrik nya keluar dari area sekolah menuju kampus barunya.
Yoona sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah ia bingung karena memang benar kata kakak sulung nya jika sekolah barunya sangat megah dan juga besar.
Bruuuukk ....
" Maaf .. Aku tidak sengaja " ujar Yoona tanpa sadar merapikan buku-buku yang berserakan karena ulahnya yang tidak melihat jalan dengan benar.
Yeo Joon hanya diam sambil menatap wanita di depannya, ia menumpuk buku yang sudah dirapikan Yoona.
" Sekali lagi aku minta maaf " membungkukkan tubuhnya dan berlalu.
Namun ... " Permisi boleh aku bertanya , dimana ruangan kepala sekolah ?" tanya Yoona kepada Yeo Joon.
Yang ditanya hanya diam sambil menengok kearah pintu sebelah kanannya . Seperti memberi sebuah jawaban lewat gerakan tubuhnya.
Yoona tidak paham dan hanya mengerutkan sebelah alisnya penasaran.
" Permisi aku tidak paham dengan maksud gerakan mu " ujar Yoona kesal. Namun Yeo Joon tidak menjawab dan malah pergi.
" Ah sial ... "
***