
HAPPY READING 🤗🤗
***
Braakkk....
" Sial... Berani-berani nya dia mengabaikan ku , sepertinya aku harus membuat perhitungan dengannya !" Adira menggebrak meja makan. Sekarang mereka sedang berada di sebuah bar kafe.
" Kurang ajar ... Seharusnya tadi langsung saja tarik rambutnya " ujar Vani teman satu geng Adira.
" Yaaak kau mau masuk ruang BK ?? Kita harus main cantik, jangan seperti kebiasaan kita yang langsung to the point. Itu terlihat membosankan mengerti !!". Kini Adira memiliki cara mengatasi Yoona .
" Kita lihat saja besok, masih kah dia akan sombong seperti tadi ". Ujar Vani menimpali.
Jeni hanya diam mendengar rencana kedua temannya. Antara iya dan tidak, ia takut. Dia takut jika sampai kedua temannya salah jalan. Tapi dia juga takut jika tidak menurut .
' Bagaimana ini ??' dia bingung harus apa, Yoona adalah murid baru , dia pindahan dari daerah Gurai.
Itu sama dengan daerah tempat tinggalnya dulu waktu dia masih duduk di bangku SMP .
***
Jam menunjukkan pukul 5.50 sore. Yoona bersiap untuk berangkat les , karena nilainya yang kurang dari standar , Jessi mendaftar kan les tambahan untuk sang putri.
" Ibu .... Yoona berangkat ya " pamit Yoona kepada sang ibu.
" Hati-hati sayang, ingat ya naik bus no 207 dan turun di halte kedua setelahnya baru jalan kaki menuju sekolah. Kakak pertama tidak bisa mengantar karena masih ada perlu. Belajar lah yang giat mengerti !!" pesan Jessi mengingatkan.
" Yaa ibu tenanglah aku akan mengingatnya. Jemput jika kak Kiki sudah pulang ya " pinta Yoona.
Jessi hanya mengangguk kan kepala dan berjalan masuk. Siang tadi kedai makan Gerrard sudah buka dan lumayan banyak pelanggan. Makanya Jessi sedikit sibuk karena Steven sendiri masih belanja bahan dan perabot yang dibutuhkan .
***
" Aigo ... Harus naik bus, jalan kaki dan hah... Itu pasti melelahkan " batin Yoona .
' Di bayangkan nya saja sudah melelahkan apalagi di jalani ... Sungguh ' pikirnya .
Namun tak berapa lama Yoona menunggu di halte bus tiba-tiba ....
" Sendiri an ?! Mau berangkat bareng ??"
Pertanyaan entah dari siapa tapi yang jelas Yoona mengenali suaranya.
Lalu Yoona menoleh dan ... " O-pa?? "
***
Semua murid iri melihat siapa yang di bonceng pria idaman mereka. Bahkan Merry kesal melihat kebersamaan kedua insan yang tidak cocok sama sekali anggap Merry dalam hati.
Siapa lagi kalau bukan Yeo Joon dan Yoona. Mereka tadi bertemu di halte Bus. Yeo Joon yang merasa kasian karena Yoona pasti belum familiar dengan tempat baru makanya dia tidak tahu jadwal bus di sore hari tidak lewat pada hari ini .
" Opa terimakasih atas tumpangannya , kalau tidak keberatan pulang sekolah besok ..." Yoona tidak melanjutkan pembicaraan nya. Dia melihat Luna perlahan mendekat kearah mereka.
" Kenapa ??" tanya Yeo Joon heran karena Yoona tidak melanjutkan kata-katanya.
" Tidak.. Terimakasih atas tumpangan nya saya Lee Yoona , kalau boleh tau dengan siapa saya berbicara ??" tanya Yoona sopan setelah memperkenalkan dirinya.
" Panggil saja Yeo Joon dari kelas 2a , kalau butuh sesuatu silahkan mencari ku !" ujar Yeo Joon senang.
" A ye terima kasih " membungkuk sebentar dan berlari ke kelas.
***
" Hai !! Aku Rain " sambil berlari mensejajarkan langkahnya .
" Ck ... Jong Ki " balas Kiki pada teman sekelasnya.
" Pulang ke mana ?" tanya Rain.
" Daerah Moseon " jawab Kiki singkat.
" Kita searah .. Aku pulang ke daerah Banham bisa naik mobilku " kata Rain senang.
" Maaf aku membawa motor sendiri "
" Wah sayang sekali.. Aku ingin melihat rumahmu, kau bilang kakakmu membuka kedai makan " ujar Rain kecewa.
" Begitulah " ujar Kiki cuek.
" Hei , bolehkah aku mampir ?? " tanya Rain ngotot.
" Terserah !" balas Kiki jengah.
" Yes aku akan mengikuti dari belakang " berkata penuh semangat.
Kiki pun hanya diam pasrah .
***
Kelas tambahan sudah selesai. Kini para siswa berhamburan keluar . Termasuk Yoona yang keluar paling akhir.
" Hais ... Malas sekali rasanya harus ikut kelas tambahan begini mana baru kelar, arghhhh bikin kesal , capek nya " Yoona sedang duduk di dekat bangku gerbang , ia menunggu sang kakak jenius untuk menjemput nya.
Tadi Yoona menghubungi kakaknya Kiki dan sekarang sedang menuju ke lokasi .
" Butuh tumpangan ??" tanya Yeo Joon tersenyum.
" A em ... " belum selesai Yoona menjawab, sebuah motor dan mobil berhenti tepat di tempat Yoona dan Yeo Joon berada.
Tiiiin .... (suara klakson motor ).
" Yaa Nuna ayo naik !!" ajak Kiki sambil menatap tajam kearah Yoona dan Yeo Joon.
" Yaaaaak ... Opa !!!" kesal campur malu itu pasti Yoona melihat ke arah seniornya dan hanya tersenyum.
" Siapa gadis yang di jemput Jong Ki ?? Apa kekasihnya " gumam Rain berbicara sendiri.
" Awas saja kalau berani ... " setelah bicara seperti itu Yoona beralih ke seniornya dan berkata " Opaa terimakasih atas tawaran nya ,, tapi aku sudah dijemput . Lain kali akan ..." belum selesai Yoona berkata sudah di potong oleh Kiki.
" Tidak ada lain kali !!!" tegas Kiki .
" Opaa... " Yoona kesal.
" Naik !!" perintah Kiki .
" Duluan kak " pamit Yoona kepada Yeo Joon.
" Hem " jawab Yeo Joon sambil mengangguk kan kepala.
Motor pun melaju dengan cepat meninggalkan area sekolah elit itu.
Rain mengikuti dari belakang dan " Tiiiin " melambaikan tangan ke arah Yeo Joon. Lalu menginjak gas , ia mengejar Jong Ki agar tidak ketinggalan jejak.
***
" Apa Yoona sudah pulang Bu ?" tanya Steven pada Jessi .
" Belum tadi ibu sudah mengirim pesan pada Kiki agar menjemput Yoona. Mungkin sedang di jalan , kita tunggu saja . Apa sudah tutup kedainya ??" tanya Jessi.
" Sedang persiapan Bu. Hari ini lumayan banyak pengunjung berkat ibu , terimakasih " ujar Steven senang.
" Bukan apa-apa " balas Jessi dengan wajah bersemu.
Tiiiiiin .....
(suara klakson motor).
" Itu mereka sudah pulang. Ayo siapkan makan malamnya . Ibu akan menyambut kedua adikmu " pinta Jessi kepada sang putra sulung.
" Baik Bu " menata makanan yang ia masak.
Di depan kedai.
" Waw ... Memang kedai yang sederhana, dan di gang sempit " ujar Rain terkesan, soalnya Rain kira Jong Ki merendah tapi emang ternyata kedainya sederhana seperti ucapannya .
Pikir Rain teman barunya itu akan merendah ternyata memang keadaan yang sesungguhnya.
" Apa kau puas ??" ledek Kiki seraya turun dari motor dan masuk ke dalam rumah.
" Puas " sambil mengangguk kan kepala.
Dia juga masuk ke dalam rumah mengikuti Kiki dan juga gadis cantik tadi.
" Ganti pakaian kalian dan cuci tangan, setelah itu baru makan malam ". Perintah Jessi kepada kedua anaknya.
" Baik Bu! " jawab mereka serentak. ( Yoona dan Kiki)
" Kenalkan dia Rain teman kuliahku " tambah Kiki dan mengenalkan Rain pada sang ibu .
" Hallo, Rain bibi " sapa Rain pada Jessi .
" Ibunya Kiki " balas Jessi .
" Steven, kakaknya Kiki "
" Dan tadi ...??" tanya Rain kepada Jessi siapa gadis tadi.
" Aa... Dia putri bungsu ku Yoona " jawab Jessi tersenyum.
" Mari sialahkan duduk !!" ajak Steven pada teman adiknya.
" Ini pertama kalinya Kiki membawa teman kerumah " goda Steven pada adiknya.
" Hyung ...!" kesal karena di ledek oleh sang kakak.
" Semoga kau menyukai masakan kami, ini hanya sederhana karena Kiki juga tidak memberi kabar jika membawa teman pulang " ujar Jessi basa-basi.
" Terimakasih bibi tapi ini sudah cukup , saya menyukai nya " ujar Rain sopan.
" Ah kau memang anak baik. dimana kau tinggal ?" tanya Jessi
" Di daerah Banham Bu "
" Hem lumayan jauh "
" Iya " jawab Rain singkat mereka sedang menunggu seseorang. Ya siapa lagi kalau bukan sang ratu kecil.
" Nuna cepatlah ... Kami sudah menunggu lama " teriak Jessi kepada sang putri bungsu.
" Yaaaaaa Bu " Jawab Yoona dari kamar nya.
" Aisss anak itu kebiasaan jika pulang malah main handphone bukannya langsung turun makan "
keluh Jessi .
" Biar Steven yang lihat Bu " usul Steven .
" Tidak usah itu anaknya sudah turun "
" Maaf Bu ... Tadi teman sekelasku menelpon " ujar Yoona beralasan .
" Dasar ..." keluh Kiki .
" Mari... Selamat menikmati "
" Terimakasih atas makanan nya ".
Mereka makan dengan penuh dengan canda tawa. Membuat Rain yang jauh dari orangtuanya merasakan hangatnya keluarga.
***