
Happy reading 🤗🤗
***
Pagi yang cerah . Hari ini weekend, Yoona masih bergulung di selimut. Entah kapan ia akan bangun, padahal sang ibu sudah 3 kali membangunkannya.
Jessi sedang membantu sang putra sulung untuk membuka kedai, karena ini akhir pekan kemungkinan kedai akan ramai pengunjung. Semalam Rain berkata akan mengajak teman-teman nya nongkrong di kedai Steven.
" Kak ,, apa sudah cukup segini ??" tanya Jessi kepada Steven saat melihat bahan makanan yang tersimpan di kulkas.
" Em nanti Steven mau belanja lagi Bu biar stok bahan nambah. Stev ajak Yoona yaa " ujar Steven sambil mengelap meja.
" Anak nya saja belum bangun Kak "
" Nanti biar Steve bangunin "
***
" Joona tolong pergi ke swalayan ya belikan bahan makanan . Papa hari ini ada rapat kemungkinan pulang sore " pinta Tuan Park
" Ah.. Baiklah " jawab Yeo Joon.
" Ajaklah Soyoung makan di rumah kita nanti malam " ujar Pak Park.
" Dia sibuk " jawab Joona berlalu masuk kamar.
" Astaga anak itu kenapa lagi " keluh pak Park lalu ia juga bersiap siap untuk ke Universitas.
***
" Beauty ... Week up !!" suara Steven yang lembut bak Nina Bobo bagi Yoona. Ia malah tidur sangat lelap hingga suara bising di sekitar rumahnya tidak membuat nya kebangun.
" Apa dia masih tidur ??" kini giliran Kiki yang bertanya
" Ya seperti yang kamu lihat, pintu masih terkunci rapat " jawab Steven pasrah.
" Biar aku yang bangunkan " usul Kiki seraya nyengir kuda .
" Jangan yang aneh-aneh ya !" pesan Steven lalu berjalan meniti tangga menuju kedainya.
Jong Ki bahkan tidak menjawab sang kakak. Dia terlalu fokus dengan rencananya .
***
Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Begitu juga dengan Jin Goo. Dia membantu sang ibu berjualan alat tulis di kedai Kecil milik keluarganya.
" Bin Bin !!! cepat antar kan buku bekas ini ke uncle Hussein " Teriak ibu Juju .
" Ah ... Jangan sering-sering meneriaki ku Bu, nanti telingaku bisa lepas dari kepala , kan jadi gak bisa dengar ntar " jawaban nyeleneh dari sang anak membuat ibu Juju murka dan memukul pantat sang anak.
" Kurang ajar kau ini, siapa yang bilang kalau karena teriakan telinga bisa lepas haaa ??" kesal sang ibu.
" Ampun Bu ... " keluh Jin Goo mengambil tumpukan buku lalu bergegas keluar kedai.
" Dasar anak kurang ajar... Selalu saja kabur setelah ngerjain ibunya " kesal ibu Juju.
Sedangkan Jin Goo sudah berada jauh dari kedai milik ibunya.
" Hah sial ,, selalu pantat yang di pukul . Aduh sakit nih, gak bisa duduk dong " rengek Jin Goo sambil berjalan.
***
" Opaaa !!! " teriak Yoona kesal bercampur malu karna saat ia sedang tidur sang kakak keduanya Kiki melakukan siaran langsung, dan itu membuat citra sempurna di diri Yoona hilang bak di telan planet Mars .
Wkwkwk...
" Kenapa sih sayang ??" tanya Jessi penasaran dengan tingkah kedua anaknya.
" Itu Bu, Kak Kiki melakukan siaran langsung saat Yoona sedang tidur " lapor putri bungsunya kepada Jessi
" Ya apa masalahnya ?? Gak ada apa-apa kan ?" tanya Jessi menengahi.
" Ibu gimana sih, ya jelas ada dong 'kan banyak yang lihat live nya kak Kiki di IG " keluh Yoona kesal.
" Kiki kamu kok jahil sih !" kini Jessi menegur sang putra.
" Habisnya di bangunin udah bangun eh malah tidur lagi, ya udah Kiki kerjain biar dia kapok " jawab Jong Ki santai.
" Ya kan Yoona lagi ngumpulin nyawa tau " ngeles Yoona malu.
Kini Jessi benar-benar dibuat geleng-geleng kepala ngehadepin tingkah kedua anaknya itu. Mau di bela juga salah . Mau disalahin juga ada benarnya.
Jadi membagongkan yah gaes 😂.
" Ya sudah sekarang karna semuanya salah , ibu minta tolong sama kalian untuk membantu kak Steven di kedai. Kiki bantu beres-beres meja, kursi dan juga nyapu sama ngepel. Yoona ikut kak Steven ke swalayan beli bahan sayuran !! Gak ada penolakan,ngerti !?" tegas Jessi kepada kedua anak nakalnya .
Yoona dan Kiki saling lirik tanda pasrah . Wkwkwk...
" Ini semua gara-gara kak Kiki !" keluh Yoona ke kakaknya.
" Ckk " ujar mereka bersamaan.
Lalu mereka masuk ke kamar masing-masing untuk bersiap membantu sang kakak.
***
Yeo Joon sudah sampai di swalayan . Ia lalu masuk dan langsung menuju ke tempat daging segar. Ia membeli beberapa kg daging sapi premium dan 200 ribu iga super.
Saat ia menuju tempat sayuran berada, tidak sengaja melihat seseorang yang ia kenal sedang memilih sayuran , namun ... 'Siapa yang berada di sampingnya ?? Terlihat begitu dewasa ...'
Karena penasaran Yeo Joon pun memberanikan diri untuk menyapa .
" Yoona ! " panggil Yeo Joon mendekat.
" Opa ??" antara senang dan kaget .
" Kamu berbelanja sayuran ?" tanya Yeo joon hati-hati.
" Ah aku sedang menemani kakak ku berbelanja bahan untuk kedainya " jawab Yoona riang.
" Dia ??" tanya Yeo Joon menunjuk ke arah Steven .
" Iya, sebentar " Yoona berjalan ke arah Steven dan membisikkan sesuatu.
Tak lama Steven menghampiri Yeo Joon dan " ... Ini kakak ku " Yoona mengenalkan Steven kepada seniornya.
" Hallo kak, Yeo Joon " sapa nya sopan.
" Steven kakaknya Yoona " balas Steven tersenyum.
" Kalian satu kelas ?" tanya Steven .
" Kami tidak sekelas kak, dia seniorku " jawab Yoona malu.
" Oh kukira kalian satu kelas " ucapan Steven membuat Yeo Joon tahu kemana arah pembicaraan mereka.
" Saya seniornya Yoona, kelas 2" jelas Yeo Joon tersenyum.
" Apa kau terbiasa dekat dengan adik kelas??" pertanyaan Steven sudah bisa di tebak arahnya kemana .
" Tidak , ini baru yang pertama " jawab Yeo Joon lagi dengan tenang.
" Ku harap memang benar adanya " sindiran Steven membuat Yoona bingung dengan apa maksud dari obrolan kedua laki-laki itu.
" Opa apa yang kalian bicarakan ?" tanya Yoona .
Emang dasar lemot ya gitu, otaknya gak mampu mencerna bahasa orang dewasa . Wkwkw...
" Tidak ada, lain kali ajak seniormu makan malam di rumah " ujar Steven kepada sang adik.
" Wah kenapa ?" tanya Yoona pongah.
" Biar kita makin akrab " jawab Steven santai.
sedangkan 'Yeo Joon ...?' Tersenyum sambil mengangguk kan kepala.
" Kalau begitu saya permisi, masih ada yang ingin saya cari " pamit Yeo Joon sopan.
" Silahkan senang bertemu dengan mu!" ujar Steven berlalu menggandeng tangan sang adik.
" Benarkah opa mengizinkan kak Yeo Joon makan dirumah kita??" tanya Yoona tak percaya.
" Kapan kakak bohong padamu !" sambil memilih sayuran .
" Tidak pernah " jawab Yoona senang.
***
Kiki sudah selesai membersihkan kedai. Ia juga sudah membantu sang ibu beberes . Sekarang giliran dia masuk kamar, tapi malah ada tamu tak di undang datang.
" Hai Ki ?" sapa Rain , kali ini ia membawa tiga temannya yaitu Hanna, Sena dan Sookjin.
" Apa yang kau lakukan ?" tanya Kiki jengah.
" Semalam aku sudah bilang kan, mau nongkrong di kedai kak Steven " jawab Rain santai .
" Dan mereka ?" tanya Kiki kesal.
" Oh mereka teman kampus kita, tapi mereka di jurusan IT " jelas Rain singkat.
" Lakukan saja apa mau mu tapi jangan bikin gaduh !" ancam Kiki berlalu menuju dapur.
" Siap kapten " jawab Rain nyengir sambil memberi hormat .
Ada-ada saja , siapa juga yang mau bikin gaduh, bisa di rehabilitasi nanti mereka Wkwkwk.
***