
Yoona membantu ibu dan juga kedua kakaknya membawa barang-barang turun dari pickup .
Hari ini dia dan keluarga nya tiba di sebuah kota kecil dimana ayahnya berpindah tugas.
Yoona dan kedua kakaknya terpaksa harus pindah sekolah juga karena pekerjaan sang ayah yang tidak menetap.
Keluarga Yoona bukan dari keluarga yang berada seperti para kerabat mereka yang memiliki bisnis maju dan juga terkenal.
Lee Yoona biasa dipanggil Nuna oleh keluarganya, putri bungsu dari keluarga Lee , (16 tahun) kini duduk di bangku kelas 1 SMA.
Wajahnya yang cantik natural dan juga tubuh yang proporsional bak model menarik banyak penggemar dari kalangan pria.
Namun sayang paras yang cantik tidak di lengkapi dengan otak yang cerdas. Yoona sedikit lambat dalam berpikir dan juga tidak suka belajar.
Padahal jika dia sedikit saja mau berusaha pasti nilainya bisa mencapai 10 besar di kelasnya dulu.
Yoona memiliki 2 kakak laki-laki yang sangat menyayangi nya dan juga posesif pastinya.
Lee Jong Ki, biasa di panggil Kiki (19 tahun) kakak keduanya seorang mahasiswa semester ganjil .
Tampan, pintar juga jenius. Dia selalu mendapat juara 1 di kampusnya dulu. Namun sikapnya yang dingin membuat dia tidak memiliki banyak teman.
Lee Seung Chul biasa dipanggil Steven (29 tahun) pengusaha muda tampan ,yang baru merintis karier. Dia anak pertama dan paling baik. Steven membantu sang ayah membiayai sekolah kedua adiknya dengan usaha yang dirintis nya sejak masih kuliah.
" Kiki ... Taruh kotak itu di atap lantai 2 ajak adikmu untuk membantu mengangkat nya " perintah sang ibu kepada putra keduanya.
" Huh " mendesah lalu pergi untuk memanggil sang adik
" Nuna ... Come here please help me(kesini tolong bantu aku )!" ujar Kiki kepada sang adik yang tengah membereskan kamarnya.
" Ok i'm coming ... (baiklah aku datang..)" berlari kecil menuju keberadaan sang kakak.
" What is this ??" tanya Yoona heran.
" Entahlah ini barang milik ayah dan ibu " jawab Kiki juga tidak tau apa isinya.
" Mau kita letakkan dimana ?" tanya Yoona lagi karena memang dia punya kebiasaan banyak tanya, dan sang kakak paling kesel dengan orang yang banyak tanya, alhasil Kiki mulai merasa jengah.
" Again ??" keluh Kiki kepada sang adik.
" Cantik-cantik lemot kamu !" seru Kiki meledek.
" Yaaaaak opaa !!! " Yoona kesal karena kakaknya selalu mengatai nya lemot.
" Bisakah kalian akur sedetik saja " kini sang kakak sulung Steven yang berbicara, ia gemas melihat kedua adiknya selalu saja bertengkar jika bersama.
" Отново ... (lagi) kali ini dia yang memulainya " adu Yoona kepada kakak tertuanya.
" What's the problem ?? " tanya Steven penasaran.
" Dia bilang aku lemot opaa " ujar Yoona mencebikkan bibirnya.
" And ??" kini tatapannya kepada sang adik Kiki seraya meminta jawaban yang tepat.
" Tukang ngadu !" hanya itu jawaban Kiki lalu ia meletakkan kardus disembarang tempat dan berlalu masuk ke kamarnya.
Yoona hanya diam melihat sang kakak merajuk, sedangkan Steven tersenyum menatap sang adik lalu merangkulnya untuk turun ke bawah.
" Kenapa opaa marah kepadaku ?? Bukankah benar yang kukatakan " ujar Yoona heran.
" Em kau selalu benar di mata kakak, tapi jangan ganggu opaa Kiki yaa dia sedikit sensitif karena kepindahan kita ke rumah baru " jelas Steven kepada sang adik cantiknya.
Steven melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya ..' Sudah pukul 5 sore, saatnya menyiapkan makanan untuk makan malam mereka'. Batin Steven .
" Bisa bantu kakak menyiapkan makan malam ??" tanya Steven kepada Yoona.
" Of course " dengan gembira Yoona mengekori sang kakak sulungnya menuju dapur.
Jessi Michelin (46 tahun ) seorang ibu yang sangat posesif kepada ketiga anaknya. Apalagi kepada putri bungsunya yang sudah beranjak remaja.. Di larang gak bisa tidak dilarang dia geram melihatnya bergaul tidak wajar karena Yoona memiliki 5 teman laki-laki dan 2 wanita.
Masak iya anak gadis temennya banyak cowoknya di banding cewek semoga saja setelah pindah ke sekolah yang baru Yoona bisa berteman dengan banyak perempuan.
***
Musim ujian telah tiba banyak siswa yang mengikuti les tambahan untuk mendapatkan nilai yang tinggi, agar bisa masuk keperguruan tinggi.
" Hei tunggu aku !!" teriak Yoo Jin Goo kepada sahabat karibnya Park Yeo Joon .
" Come on you're so slow ( ayo cepat kamu pelan sekali) " ujar Yeo Joon meledek sang sahabat.
" Yaaak.. Kudengar akan ada siswi baru di sekolah kita , menurut mu apa dia seorang gadis yang cantik, pandai atau biasa saja ??" tanya Jin Goo kepada Yeo Joon seraya mensejajarkan langkahnya .
Yang di tanya hanya diam melangkah lebih cepat dan masuk kedalam sekolah megah yang menjadi tempat nya menimba ilmu selama 5 tahun.
Park Yeo Joon (17 tahun ) siswa kelas 2 SMA jurusan IPA. Tampan, pandai juara 1 umum disekolah nya dan anak dari seorang dosen di universitas ternama di kota Museon.
Yoo Jin Goo (17 tahun) sahabat dekat Yeo Joon. mereka satu kelas. Tapi Jin Goo pemalas dan suka memanfaatkan keadaan 😂.
Choi Sooyoung ( 17 tahun) sahabat Yeo Joon dan Jin Goo namun dia berbeda kelas dengan kedua sahabatnya , dia masih kelas 1 SMA karena dia sering bolos, maka nilanya pun ikut anjlok dan tidak naik kelas, padahal dia murid berprestasi juga.
***
Di rumah keluarga Lee.
" Opaa ayo turun .. Kita makan malam !!" teriak Yoona memanggil sang kakak jeniusnya dari anak tangga .
" Baby jangan teriak-teriak kayak di hutan deh.. Kenapa sih ?? Telinga ibu seperti mau pecah gendang nya " ujar Jessi kepada sang putri.
"Hehe .. "
Yang di omong malah nyengir kuda tanpa dosa berjalan menuju tempat duduk di samping sang kakak sulung.
" Who cooked this food ? " tanya Jessi kepada kedua anaknya.
" Jelas kakak dong Bu tapi Yoona bantu sedikit tadi , iya kan kak ?!" jelas sang putri.
" Yes baby " jawab Steven gemas.
Kiki pun turun dan duduk di sebelah ibunya. Dia melirik sekilas menu makan malam kali ini agak berbeda, sedikit mewah dari biasanya.
" Ada apa sayang ?" tanya Jessi kepada sang putra jeniusnya.
" Nothing moms " jawab Kiki singkat.
" Untuk merayakan rumah baru kita kakak sengaja memasak sedikit makanan yang bergizi " ujar Steven paham dengan apa yang di pikirkan sang adik.
Kiki hanya mengangguk tanda mengerti.
" Terimakasih atas makan malamnya kak " ujar Kiki lalu menyendok penuh nasi dan juga lauknya.
" Aku juga bantuin loh ini oppa !" protes Yoona yang nampaknya tidak di gubris sama sekali oleh sang kakak.
Karena yang diprotes hanya diam terus mengunyah makanan dalam mulutnya.
Jessi dan Steven hanya bisa tertawa bahagia melihat kedua insan yang jarang akur itu.
***
" Yeo Joon oppa !! Kenapa tidak berhenti ? Aku memanggilmu dari tadi " keluh Luna kepada sang sepupu.
Luna Sandrisa Park (16 tahun) siswi 1 SMA dia juga sangat populer dan berprestasi. Selain cantik Luna juga pintar tapi sedikit judes.
" Bian (maaf) aku tidak mendengarnya " Yeo Joon tersenyum sambil menunjukkan sebuah ear phone yang di pakainya.
" Pantas saja .. Suara ku sampai serak karena terus memanggilmu " keluh Luna kepada sang kakak sepupu.
" Mari ku tlaktir es serut " ajak Yeo Joon kepada Luna , mereka akhirnya menuju kedai es didekat sekolah. Karena hari mulai larut Yeo Joon dan Luna segera menghabiskan es serutnya dan berjalan menuju rumah mereka masing-masing.
***
Mampir ke novel pertamaku yaa gaes 🤗🤗
makasih jangan lupa like dan juga vote kasih kembang mawar juga yes love you all 🥰🥰