Secret Agent "Green" Vs Leader Mafia

Secret Agent "Green" Vs Leader Mafia
Chapter 09



"Pergi kalian atau tidak kalian akan menyesal." Ancam Li marah.


Spontan kedua anak pembuat onar itu pergi dengan tergesah gesah.


"Apa masih sakit,Awa?" Tanya Li sedih melihat kasih kecilnya terluka.


"heehhe.. Kau sangat aneh kak Li? wajah garam mu cepat sekali berubah." Gadis kecil itu malah terkekeh menatap wajah Li yang aneh jika sedang sedih.


"Kau ini." Li mengacak rambut pirang gadis kecil itu.


"Awa, panggil Li lembut, walaupun perempuan kau harus bisa menjaga diri sendiri, jangan mau di tindas!" Lanjutnya,


Li yang masih kecil sangat lah mempunyai pikiran dewasa, dengan didikan orang tua serta para pamannya Li tumbuh menjadi anak yang kuat dalam bela diri walaupun umurnya baru 9 tahun.


"Kan ada kak Li! " sahutnya polos sambil tersenyum manis.


"Kalau kak Li tidak berada di dekat Awa,Bagaimana?" Li meniup Luka Awa supaya sedikit membaik.


"iya deh, nanti Aku akan belajar bela diri kaya kak Li,supaya kuat, dan jika perlu suatu saat nanti aku yang akan menjaga kak Li." Ucapnya polos memainkan mata indahnya itu.


"pintar, Aku tunggu di waktu itu, atau bisa jadi kau makin Cengeng." Li menggoda Awa dari posisi awa di gendong di punggungnya. " Ayo kita pulang, Orang tua kita sudah menunggu di Lab. lanjutnya


Setelah sampai di parkiran Lab yang terbesar, Awa dan Li di kejutkan dengan Api besar serta Asap yang sangat tebal, sontak Li menurungkan Awa dari gendongannya dan berlari mendekat Api yang kemungkinan besar orang tua mereka ikut terbakar.


Awa yang melihat itu pun ingin berlari mengikuti Li Namun kakinya terhenti ketika tubuh kecilnya serasa ada yang menariknya pergi dan menjauh dari tempat itu.


Dari situlah mereka terpisah sampai saat ini.


****


"Ayo kita tangkap gadis itu." seru seseorang yang tidak jauh dari tempat Green berdiri.


Green menyeringai tanpa menoleh sedikit pun kebelakang, ia masih setia memandangi ombak yang saling bekejaran,


Green sadar dirinya sudah di ikuti semenjak keluar dari hotel, Namun ia sengaja membiarkan itu, dirinya penasaran kenapa ada orang yang mengikutinya sedangkan dirinya disini baru satu hari, Green ingin tau apa motif berseragam hitam itu mengikutinya dengan sangat setia.


"Hey! gadis Muda,? sapa seseorang yang berada di belakang Green.


Green menoleh lalu memutar tubuhnya ke belakang menghadap ke lima orang yang berseragam hitam.


"Kau memanggilku, paman? tanya Green santai seolah dirinya tak tau apa apa.


"iya siapa lagi, memangnya ada orang lain di sini malam malam begini." sahutnya dengan gaya sombong


"Tapi aku tidak mengenal anda semua paman? kenapa kalian mengikuti Aku dari tadi?" ucap Green dingin. Green sudah mulai waspada melihat salah satu dari mereka mengeluarkan pistol yang green prediksi jenis pistol bius.


"Apa motif anda repot repot menyapa gadis biasa seperti Aku yang hanya pendatang baru, bahkan ini, hari pertama aku berada di kota ini." umpan Green yang penasaran apa yang di inginkan pria pria berwajah sangar itu.


" benarkah gadis Muda? kasihan! tapi kami minta maaf, Kau harus ikut bersama kami, karena kami di perintahkan untuk membawa gadis yang mempunyai manik mata hijau dan kau salah satunya." jelas salah satu dari mereka membuat Green sedikit mengerti.


"Tapi buat Apa, Paman?" Apakah ada hal yang menarik tentang itu? Tanya Green dan hanya dapat kedipan bahu dari salah satu dari mereka yang artinya mereka tidak tahu.