
"Hahahaha..." Green tertawa terbahak mendengar perkataan jail Zein.
Keempat temannya sontak menatapnya heran melihat Green terbahak yang sangat jarang, bahkan tersenyum dalam sehari bisa di hitung oleh mereka.
"Woey, Apa ada yang lucu, Green?" Zein, Evan dan Dion bertanya dengan kompak
"Apa kau sakit?" Vio memeriksa suhu tubuh Green, menggunakan punggung tangannya.
"Apa sih, Vio? Green menyingkirkan tangan Vio di dahinya. "Aku cuma membayangkan kau dan Zein jadi sepasang kekasih, Pasti seru tuh, perang akan terjadi setiap hari. Lanjutnya tersenyum nakal Membuat Zein dan Vio saling tatap tajam
"Hahahaha..." Dion dan Evan menimpali dengan tawa jailnya.
"Ni,rasain.!" Vio membungkam mulut Evan dan Dion yang terbahak dengan pisang yang belum di kupas.
Zein hanya memutar matanya malas melihat kelakuan teman temannya.
"Gimana kalau kita jalan ke mall atau nonton, kan seru tuh rame rame." Dion memberi ide dan di anggukin oleh para sahabatnya kecuali Green.
Evan menyenggol lengan Green untuk mengkodenya.
Green hanya menggeleng pelan memberi jawaban bahwa dirinya tidak setuju. "Mall tidak seruh, Gimana kalau ke puncak atau ke pantai, pasti seruh dan menantang. ide Green di setujui para sahabat nya
"Pantai." sahut ke empat sahabatnya.
"Ok besok pagi ngumpul di rumah Green. ucap zein di angguki oleh semuanya
******
Rumah Green terlihat berbeda hari ini dengan hari hari biasanya, Rumah mewah yang bernuansa modern ber cat putih bersih itu terlihat sangat ramai dengan kedatangan team Five.
Mereka berkumpul di meja makan guna untuk memberi tenaga yang terkuras setelah tidur panjang semalaman.
"Kami mau berlibur ke pantai,Dad!" Sahut Green yang baru mendudukan bokongnya. ia mendengar pertanyaan bokapnya itu ketika dirinya berada di anak tangga dekat meja makan.
"Wah seruh tuh." Tania menyahuti dengan wajah berserih seakan akan dirinya lah akan berlibur ke pantai.
"Pantai Mana?, apa kalian lagi tidak ada misi?" Kini ray yang mengeluarkan pertanyaannya kepada Team Five.
"Kami mendapat bonus dari pak boss, Apa kak rey mau ikut?" Green menatap daddy nya yang lagi menyeringai yang membuat Green merasa bahwa ada sesuatu yang di rencanakan Daddy nya itu lalu beralih menatap kaka nya.
"tidak, Kaka orang yang sangat sibuk, beda dengan kalian yang pengangguran, Apa lagi kau!" Rey mengacak rambut Green lembut lalu mencolek hidung mancung Green dengan sedikit keras membuat sang empunya berdecak kesal. Rey sangat senang menggoda adiknya itu yang notabetnya sangat pemarah dan keras kepala
"Huu..sok sibuk!" cibir Green galak
"ion, Coba perhatiin keluarga pak bos, Apa kah ada yang mirip dengan Green?" Vio berbisik sangat pelan ke dion yang duduk di samping nya, Vio ngerasa aneh kenapa dari semua keluarga Green tidak satupun ada yang mirip dengannya. Green mempunyai wajah Bule sedangkan yang lain tidak satupun yang berwajah bule
"Diamlah." balas bisik Dion.
"Eheeem." Suara deheman keras Heru membuat mereka terdiam tak terkecuali Green dan Rey yang asyik cekcok gara gara Green tak terima hidungnya di toel keras.
"Diam lah, jangan ada yang berbicara, habiskan sarapan kalian dan team Five habis sarapan kalian langsung pergi ke kantor pusat PASA." ucapnya membuat Five bingun, kenapa pak boss nyuru mereka ke kantor pusat? Bukankah mereka Libur?