Secret Agent "Green" Vs Leader Mafia

Secret Agent "Green" Vs Leader Mafia
Chapter 04



"Bergerak tak terdeteksi, tidak mengenal kekalahan." slogan itu yang di pegah teguh oleh PASA (Police Axellent Secret Agent).


PASA di dirikan Oleh Pemerintahan hukum setempat guna untuk menjadi bayang bayang polisi di negara I. Dipimpin oleh Heru Aldrick, sejak beliau berumur 25 tahun sampai sekarang berusia 45 tahun.


Tegas dan di siplin, itu yang ingin Heru lihat dari Anak anak buahnya atau bawahannya, mereka harus mempunyai kriteria utama itu untuk menjadi PASA yang di didiknya. kekuatan fisik di No 2 kan karena menurutnya itu hal gampang asalkan mereka mau di latih sungguh sungguh.


Team Five sudah balik dari pemburuannya, dengan mengantongi kata berhasil karena sudah menggagal kan transaksi ilegal dan menyita barang tersebut.


Mereka duduk santai dan agak berantakan di ruangan khusus rapat mempunyai 10 kursi dan meja bundar melonjong, menggunakan pakain Formal dan rapi membuat mereka terlihat berbeda dari baju yang biasa mereka gunakan untuk menjalankan misi.


"Huh... Pak boss gimana sih ? kita di suruh nunggu di sini tapi dirinya belum datang!" Evan, pria tampan berambut pirang Coklat kehitaman itu berdecak kesal. ia memang tak suka jika disuruh menunggu.


"iya...kemana sih? biasanya pak bos kan paling anti telat.! Dion, pria berkacamata ahli dalam hal berbau teknologi itu menimpali keluhan Evan, retas meretas adalah pakarnya.


"Kalian terlalu berisik.!" suara seksi Vio melerai 2 pria tampan itu.


"tch.. Kau juga berisik, Viola ! Zein mengeluarkan suara Cool nya, Lalu melirik Green yang hanya diam mendengarkan keluhan para teman temannya.


"Green, Bokap kita kemana?" Zein, pria berwajah bule indo itu bertanya menggoda dengan sangat lembut, Membuat Vio berdecak mengumpat.


"Eheem." Suara dehaman keras membuat mereka berhenti terbahak. Sontak mereka terdiam melihat pak boss yang mereka tunggu sudah datang dan langsung duduk di antara mereka.


"Apa kalian sudah lama menunggu? ucap nya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya lalu melirik jam dinding yang menempel di ruang rapat tersebut.


"yaaa...! Pak boss." sahut mereka serempak


"Itu salah kalian karena terlalu cepat datangnya, dan salah kalian tak membenarkan jam dinding yang ada di sini." Ucap pak bos santai penuh maksud membuat mereka tertohok dan mengumpat masing masing di dalam hatinya.


"Apa kau juga mengumpati Daddy mu, Green?" Green hanya menautkan alisnya, Mengerti, apa maksud pertanyaan Daddy nya atau sering di panggil Pak boss jika di area tempatnya bekerja.


"Oh..No ! kok pak bos tau sih? Aku sedang mengumpati dirinya. Batin Evan,Dion,Vio dan Zein bersamaan.


"Cepat katakan! maksud pak bos menyuruh team Five untuk rapat mendadak seperti ini, pak boss kan tau kami baru saja menjalankan misi." Green bertanya dengan wajah datar, membuat Team nya tertohok diam.


"Baiklah..! Aku hanya ingin mengatakan bahwa kalian akan di kasih libur selama 3 hari sesuai janji ku, yang jika kalian berhasil menggagalkan transaksi ilegal itu." Jelas Pak boss membuat Team Five berdecak senang kecuali Green gadis Cantik berwajah Jerman indo itu hanya memasang wajah datar nya saja sedari awal memasuki ruangan Rapat sampai akhir rapat.