
Green memeriksa keadaan dalam ruangan, Mengintip dari celah pintu, Terlihat dua penjaga sedang menodongkan senjata siap melepaskan pelatuknya jika pintu terbuka.
Green menyeringai licik membuka tas kecil yang di kaitkan di paha nya, mengeluarkan bom waktu. Green menempelkan peledak tingkat rendah itu di daun pintu.
Dengan hitungan mundur bom tersebut menghancurkan pintu beserta melumpuhkan penjaga 2 orang.
"wow..! ternyata pengganggu kecil kita telah datang, sudah kuduga." ujar biang kerok yang melakukan transaksi ilegal itu sembari duduk selonjor menyilangkan kaki di atas meja dengan sepuntung rokok yang siap di hisapnya
"Apa kau menungguku pak tua?" sahut Green menatap sengit ke arah musuh."Kau terlalu meremeh kan musuh dengan bersikap santai duduk tidak sopan seperti itu". Lanjutnya.Ekor matanya menangkap 2 orang musuh siap menembak dari sisi berlawanan, Sontak Green menunduk dan dengan sigap Green membidik ke depan.
Dor
Dor
Empat musuh sudah terkepar sekaligus, Green hanya melumpuhkan 2 orang tapi sebelah kiri kanannya tumbang dengan saling bidik sendiri,"Lihat lah pak tua! anak buah mu bahkan memudah kan tugas ku, Aku hanya membidik yang di depan ku." Ledek Green membuat Biang kerok murka.
"Sialan bocah tengik, Tangkap mata mata bangsat itu." Titah nya marah
Dengan sangat patuh 8 anak buah berbadan kekar itu langsung mengelilingi Green dan mengepungnya.
Green berdecak, " O, kalian main keroyokan rupanya, dasar pengecut." ujarnya langsung menendang satu musuh yang maju duluan dan menembak kan pisau kecil yang sudah di beri racun lewat jam tangan khusus di disain untuk para agent kearah dua musuh lainnya yang hampir membidik dirinya.
"Hey Dion, Apakah transaksi ini belum di mulai?" Tanya Vio yang tak sengaja melihat layar Dion.
"Hem, Seperti nya begitu, Kita terlalu cepat bertamunya kayanya mereka merubah jadwalnya, tapi ya sudah lah sudah terlanjur kan." sahut nya Lalu memberi laporan ke kantor pusat untuk meminta bantuan dengan membawa helikopter untuk mengangkut barang yang akan di sita.
"Lihat lah pak tua anak buah mu sudah tumbang semua! padahal Aku belum memakai senjata baru ku." Green berbicara seolah merajut membuat biang kerok merasa geram seakan akan dirinya di remehkan oleh mata mata yang menurut nya masih ingusan.
"Sialan!" Kesal biang kerok memencet tombol di tangannya yang ternyata tombol menembak otomatis yang berada di atas sudut depan posisi Green.
Green menghindar kesamping dan langsung menunduk, dengan cepat Green melempar peledak tekanan rendah ke arah alat tersebut. "Buom." Dengan seketika alat itu hancur berkeping.
"Shiit...!" Umpat Green ketika lengan nya terkena pisau lipat yang di lempar oleh biang kerok dengan membabi buta padahal dirinya sudah menghindar terus menerus. Green tak mengindahkan lengannya yang mengeluarkan darah segar, ia membalas dengan melukai lengan musuh menggunakan senjata api barunya.
"Dor." biang kerok meringis kasakitan, memegangi lengannya yang terluka oleh ulah Green, Dengan sigap biang kerok melompat kabur lewat jendela. "Awas! Suatu saat kau akan mati di tanganku." Ancam nya teriak sebelum melajukan mobil sportnya.
Green menyeringai licik. " yaak... jika kau selamat dari senjata baru ku yang mengandung racun mematikan, pak tua." gumamnya tertawa menyeramkan
"Team Five." Mission Complete!" ujarnya menekan tombol kecil yang terlasang di telinga nya.