
Sesampainya di kantor Pusat, Team Five langsung memasuki ruangan yang berprabotan alat alat canggih,tak lupa layar lebar proyektor melengkapi ruangan itu.
"Kenapa kita di suruh kesini? bukannya kita akan berlibur ke pantai?" Bibir Cerewet Vio mulai bereaksi.
"Biasanya kalau kita sudah di ruangan ini, pasti ada Misi, iya kan Green? si otak Cerdas,Dion. menimpali dan melayangkan pertanyaan ke Green dan di anggukin oleh Gadis berwajah bule itu.
"yaap.!" Evan dan Zein menimpali jawaban Green
Team Five sudah duduk tenang di kursi masing masing setelah pak boss datang dengan gaya khasnya yang sangat berwibawa, Lampu utama di matikan di ruangan itu, hanya sinar remang remang proyektor saja yang meghidupkan ruangan khusus itu.
"Eheem." pak boss berdehem untuk mencairkan suasana melihat Team Five menatap nya horor kepadanya kecuali anaknya yang hanya menatap layar proyektor.
"Sebelumnya Aku mengucapkan Maaf karen.a menyuruh kalian kesini, di waktu libur kalian yang belum sempat kalian gunakan sa_____!" Ucapannya berhenti karena di selah oleh salah satu team Five.
"Intinya saja." ucapnya datar, Green
"Anak ini selalu saja.." batin Pak boss sambil mengulas smirk andalannya.
"Baiklah...Kalian ada misi mendadak." Ucapnya tak enak hati karena sebelumnya ia menjanjikan libur kepada Team Five
"Apa itu boss.!" Tanya Vio tak semangat khayalannya berselancar di ombak gagal sudah.
"Green dan Dion akan pergi ke Negara J dan Vio,Zein dan Evan akan pergi ke Negara P." ucap pak Bos membuat Vio berdecak senang yang tadinya tak bersemangat. "Asyik kita akan jalan jalan ke luar Negri." Gumamnya spontan dapat pelototan tajam dari orang yang berada di ruangan itu.
"Misi kalian sama yaitu menjadi pengawal 2 petinggi negara, Kalian akan mengawal mereka yang akan melakukan pekerjaan Negara, Dan kalian akan menyamar sebagai asisten pribadi Mereka atau jadi pemandu bahasa asing. Apa kalian Mengerti? Jelas pak bos panjang lebar.
"Mengerti, Laksanakan!" Sahut Five kompak
"Baiklah,silahkan persiapkan diri kalian, kalian akan berangkat hari ini juga.
Team Five segera meninggalkan ruangan itu kecuali Green yang masih duduk tenang menunggu pak boss atau Daddy nya itu mengeluarkan suara wajengan.
"Zahwa,Apa kah daddy tidak apa apa memberikan tugas ke Negara kelahiran kamu, Sayang?" Heru mendekati kursi Green yang agak jauh dari kursinya.
Zahwa menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan Cepat dan kasar "Tidak apa,Dad!" Lirihnya tapi suaranya kedengeran sangat berat menahan sesak dan tangis.
Green atau nama aslinya Zahwa memang bukan berasal dari Negara I melainkan Negara J, Dengan tragedi 13 tahun lalu Zahwa di bawah oleh Heru untuk menatap di Negara I sampai sekarang.
"Dengarkan Daddy! Pesan daddy hanya satu, Kau disana atau di mana pun tidak boleh melepaskan pengaman Mata mu itu.Ok?" pesan Heru membuat Green berdecak kesal
"Kenapa dad? Kenapa Aku tidak boleh melihatkan manik mata ku yang indah ke dunia bahkan sahabat aku tidak ada yang tau,akan hal itu. Berikan alasannya?" Green berdecak,Setiap ia mencari jawaban tentang manik Matanya yang berwarna hijau, ia hanya mendapatkan jawaban yang tak pasti dari uncle nya yang sudah di anggap Daddy oleh Green.