Saved

Saved
7. Hotel



Aku berjalan bersama Deolina di taman ini. Deolina berjalan sambil berkata-kata seperti biasa. Aku hanya mengangguk mengerti sebagai jawaban. Aku melihat teman-temanku yang sedang berkumpul mendengar pengumuman dari dosen. Aku tertinggal informasi. Ini semua karena Deolina. Aku menatap Deolina yang sedang berbicara dan menatap ke arah lain. Lalu aku sedikit berlari menuju teman-temanku dan meninggalkannya. Aku ikut berkumpul bersama mereka. Saat aku menatap ke belakang,aku melihat Deolina sudah tidak ada. Dia tidak mengikuti lagi. Aku mencoba fokus kembali ke depan.Ternyata Dosen sedang memberikan informasi bahwa besok akan ada kegiatan menginap di hotel untuk melihat kinerja kerjanya dan berkunjung ke pantai. Aku tersenyum semangat. Akhirnya aku bisa pergi untuk beberapa hari dan bisa menenangkan pikiranku. Tapi saat aku melihat ke samping,aku melihat di samping temanku ada Wanita tua. Ia memegang pundak temanku dengan tangan nya yang hitam dan keriput itu. Aku menatap temanku itu. Temanku memegang pundaknya sehingga ia tidak sengaja memegang tangan Wanita tua itu. Aku terkejut dan membulatkan mataku. Temanku menatapku balik. Dia menatapku aneh. Wanita tua itu tersenyum melihat tangan nya dipegang. Ia lalu memegang wajah temanku. Memegang nya dengan lembut,dan beralih ke mata. Wanita tua itu memegang mata nya. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali tak percaya. Karena temanku sepertinya tidak menyadari dan asyik berbincang dengan teman nya.Bagaimana bisa temanku tidak menyadari ada seseorang yang memegang nya seperti itu? Aku menggelengkan kepalaku dan mengalihkan pandanganku. Tiba-tiba................


Alvian memegang pundakku dan berkata "Kau besok ikut kan?".


"Tentu" jawabku singkat lalu melihat temanku lagi. Tapi tidak ada wanita tua. Hanya ada temanku yang sedang berbicara. Mungkin aku salah melihat. Apa aku berhalusinasi?


 


👻


 


Malam harinya Aku sedang menyiapkan pakaian dan barang yang akan ku bawa untuk kunjungan besok. Aku sedang memasukkan bajuku pada tas, tetapi aku mendengar suara gemercik air dari toilet. Aku rasa aku sudah mematikan kran air. Mungkinkah Kran air nya bocor? Aku menatap pintu toilet dengan seksama. Tetapi suara itu masih tetap ada. Aku turun dari kasurku dan berjalan menuju kamar mandi dengan pelan. Langkah kakiku semakin susah entah kenapa. Aku melangkahkan kakiku


*Krekk


Krekk


Krekk*


Suara langkah kakiku membuatku semakin penasaran. Aku memegang gagang pintu dan perlahan membukanya.


Ckrekk


Aku membuka pintu dengan perlahan. Tanganku bergetar. Tetapi di dalam sana tidak ada apa- apa. Suara gemercik air juga sudah tidak ada. Apa aku salah mendengar. Mataku sudah salah melihat apa telingaku juga salah mendengar?


Aku bernapas lega lalu membalikkan tubuhku. Tetapi saat aku berbalik......


"Kakakkk!!" teriak Rasya mengejutkanku. Aku tersentak kaget. Aku mengusap dadaku untuk menstabilkan detak jantungku yang mulai berdetak kencang.


"Ada apa kak?" tanya Rasya yang melihat tingkah anehku.


"Tidak ada apa-apa, Rasya bisakah jika datang itu tidak mengejutkan kakak dan mengetuk pintu terlebih dahulu?" ujarku sambil menundukkan badanku dan mengusap rambut Rasya lembut.


"Rasya hanya ingin memberikan kejutan pada Kakak, Maaf jika Rasya membuat Kakak terkejut" ujar Rasya sambil menunduk. Aku tersenyum melihatnya.


"Tidak apa-apa,lain kali jangan di ulangi ya" ujar ku sambil tersenyum dan mengangkat wajah Rasya. Rasya tersenyum padaku.


Tatapan Rasya beralih menatap tas yang berada di ranjangku. "Kakak akan pergi kemana? Kakak tidak akan meninggalkanku kan?".


"Sampai kapanpun kakak tidak akan pernah meninggalkanmu, kakak hanya akan pergi kunjungan untuk tugas kuliah kakak" jawabku sambil mengangkat Rasya untuk duduk bersamaku di ranjang.


"Siapp komandan" jawabku sambil hormat pada Rasya dan tertawa.


Kami tertawa bersama.


 


👻


 


Keesokan harinya aku sudah sampai di kampus bersama teman-temanku. Kami sedang menunggu keberangkatan sambil mengobrol di depan bus.


"Apakah kalian tau hotel dan pantai yang akan kita kunjungi adalah hotel berbintang lima di Jakarta?" tanya Alvian.


"Tetapi jika aku tidak salah dengar aku pernah membaca artikel di internet yang mengatakan bahwa ada sejarah kelam di hotel tersebut?" tanya temanku Gavin dengan ciri khas tubuh gempalnya.


"Kau masih mempercayai hal seperti itu? Biasanya artikel itu dibuat oleh oknum yang ingin menjatuhkan hotel itu" kata temanku David yang berambut ikal.


"Ahhh ya sudahlah tidak usah dipikirkan, sekarang adalah waktunya bersenang-senang!" Seru Alvian sambil merangkulku. Aku hanya tersenyum.


Tak lama,kami pun menaiki bus menuju tempat tujuan. Selama perjalanan kami hanya tertawa ria dan bernyanyi bersama.


Setelah sekian lama akhirnya kita sampai di tempat tujuan. Aku turun dari bus sambil membawa tas ransel di punggungku. Aku menatap hotel yang berada di hadapanku. Hotel itu sangat megah dan modern. Bagaimana bisa teman-temanku menyebut hotel sebagus ini mempunyai sejarah yang kelam?


Kami pun masuk ke dalam hotel.Saat kami masuk, kami disambut dengan ramah oleh pelayan hotel. Mereka menemani kami untuk berkeliling terlebih dahulu melihat isi hotel. Aku mengeluarkan kameraku untuk memotret hotel ini. Ini bagus untuk dokumentasi laporanku. Aku tersenyum sambil melihat sekeliling hotel. Aku dan teman-teman di ajak untuk melihat-lihat kamar hotel yang akan kami tempati. Untuk menuju kamar hotel,kami harus melewati lorong yang cukup panjang dan gelap. Terbesit di pikiranku kenapa bagian hotel yang lain sangat dipenuhi lampu sedangkan lorong hotel sangat gelap? Aku pun memberanikan diri untuk menanyakan apa yang ada di dalam pikiranku. "Maaf saya ingin bertanya mengapa bagian lorong hotel sangat gelap sedangkan bagian lainnya dipenuhi lampu?".


Pelayan yang menemani kami langsung terdiam seketika sedangkan teman-temanku langsung menoleh menatapku.


"Mungkin karena bagian lorong hotel jarang ditemui pengunjung bukankah begitu?" jawab Alvian. Pelayan hotel hanya tersenyum dan mengangguk sambil menatapku. Tetapi aku belum merasa puas dengan jawabannya.


Aku berjalan menelusuri lorong hotel sambil memotret menggunakan kameraku. Aku berjalan di belakang teman-temanku sendirian. Aku memotret sebuah lukisan besar yang terpajang di dinding. Aku merasakan ada yang aneh dengan lukisan itu. Aku mendekatinya lalu memegang lukisan itu. Tiba-tiba................


Aku tersentak kaget karena seseorang memegang pundakku "Hey sedang apa kau?" tanya Alvian.


"Tidak, lukisan ini bagus bukan?" tanyaku sambil menatap lukisan ini.


"Lukisan ini terlihat aneh, ayo kita tertinggal!!" seru Alvian meninggalkanku. Ternyata teman-temanku sudah berjalan jauh meninggalkanku. Aku menatap lukisan ini lalu berjalan mengikuti teman-temanku.


#Bersambubg