SALA STORY

SALA STORY
Episode 9



Dengan langkah guntai nya Anggi memasuki ruang kepala sekolah.


Ia sudah dapat menebak apa yang akan terjadi selanjutnya,


Pasti dia adalah pihak yang salah,dia melakukan kesalahan. Dan mereka benar, ternyata sebuah kepercayaan juga bisa dibeli oleh uang.


Sungguh tragis nasib mu Anggi Azqila.


"Ada apa ibu memanggil saya". Tanya Anggi to the poin ketika sudah mendudukkan bokong nya di kursi tepat di depan kepala sekolah yang menjadi kan meja sebagai pembatas nya.


"Apa yang kau lakukan?Kenpa kau merendahkan, menghina bahkan menampar Chelsea. Apa kau lupa bahwa dia anak donatur di sekolah kita?". Tanya kepala sekolah yang ber- nama Anita.


Apa yang mereka bilang, merendahkan? Sebenarnya siapa yang mereka bilang merendahkan, mereka atau aku?Jika mereka mengatakan bahwa aku merendahkan nya dengan cara apa aku merendahkannya,lalu bagaimana jika aku yang mengatakan sebuah fakta bahwa mereka lah setiap hari merendahkan kan ku dan ketiga sahabat ku?.


Bukan hanya itu mereka bahkan menghinaku dan ketiga sahabat ku tanpa kami ketahui apa kesalahan yang kami perbuat sehingga membuat mereka sangat membenci kami?


Dan yang terakhir dia mengatakan bahwa aku yang menampar nya?Hahaha sungguh queen drama, bagaimana mungkin dia mengatakan hal itu ketika puluhan pasang mata menjadi saksi siapa yang menampar siapa? Tapi lagi lagi mereka akan menganggap hal ini sepele lalu di biarkan pergi begitu saja,bahkan mereka bisa saja menjadi saksi palsu lalu dengan mudah dia memihak Chelsea dan memutar balikan fakta dengan mudah seperti membalikan telapak tangan.


"Kenapa kau diam?kau benar benar melakukan hal itu,cuih dasar gadis menyedihkan". Ujar Anita


Anggi tetap diam dalam dirinya dia tak berminat untuk menjawab pertanyaan apapun.


Anita yang melihat itu merasa geram "Ibu bisa narik kesimpulan dari diamnya dirimu anggi,bahwa memang kau melakukan hal itu".


Anggi tersenyum miris "jika saya mengatakan nya apakah ibu akan mempercayai nya?". Tanya anggi.


Yang mampu membuat Anita diam bahkan tatapan mata menunjukkan ketidakpercayaan atas pertanyaan yang baru saja Anggi lontar kan "kenapa?Pasti ibu tidak akan percaya benerkan,lalu untuk apa saya mengatakan nya". Sambung Anggi


Anita tersenyum sinis "tentu saja,kau pikir kau siapa?  Kau hanyalah gadis miskin yang mendapat kan beasiswa dari keluarga wadjistone karena kepintaran mu".


Wadjistone?huh apa yang akan terjadi jika ada yang tau bahwa aku memiliki marga wadjistone?


"Sudah diputuskan bahwa kau akan dikeluarkan dari sekolah ini dan beasiswa mu akan di cabut". Ujar Anita dengan senyuman penuh kemenangan.


"Dan kau akan dituntut oleh keluarga Ashwin" . Sambung Anita


Anggi hanya tersenyum miris, menerima setiap kenyataan hidup yang terasa pahit.


Tanpa mereka sadari dari tadi ,sosok pria tengah berdiri di depan pintu dengan kedua tangannya memasuki saku celananya.


"Beasiswa Anggi tidak akan pernah di cabut,dan Anggi tetap bersekolah disini." Ujar pria itu datar saat ini mata tajam bagai elang nya menatap Anita--kepala sekolah.


Sementara sang empu hanya menunduk "maaf tuan wadjistone tapi gadis ini telah melakukan kesalahan besar dengan menampar salah satu anak dari donatur besar di sekolah".


Anggi yang merasa tak asing dengan suara itu terlebih ketika Bu Anita memanggil nya dengan nama wadjistone, membuatnya menoleh kesamping. Dan alangkah terkejutnya Anggi melihat pria yang tak asing baginya.


"Daddy". Pekik Anggi ketika melihat Jason tengah berdiri di sampingnya.


"Jangan memanggil tuan wadjistone seperti itu,dia bukan Daddymu. Kau jangan banyak bermimpi". Ujar Anita ketus.


Sementara Jason tersenyum manis melihat putrinya yang sudah 2 bulan ini tak berkunjung kerumahnya. "Kau tau sayang Daddy Sangat merindukan mu,sudah dua bulan kau tak pulang kerumah. ". Ujar Jason lembut sambil mengusap Surai hitam milik Anggi .


"Maafkan aku Daddy". Ujar Anggi dan membalas senyuman Jason .


"Maaf tuan-". Dengan cepat Jason memotong ucapan Anita "putri ku tidak akan mungkin melakukan hal itu,aku sangat mengenal putri ku yang bernama Anggi Azqila Wadjistone ini. Dia gadis baik dan mandiri,kalian pikir aku tidak pernah tau apa saja yang kalian lakukan terhadap putri ku dan ketiga sahabatnya?". Ujar Jason dingin.


"Jadi Putri ku tidak berhak meninggalkan sekolah milik nya sendiri benarkan?". Sambung Jason dengan nada menyindir


Anita menundukkan kepalanya,ada rasa takut dan rasa bersalah menghampiri nya.


Takut karena dia sudah dipastikan akan kehilangan pekerjaan nya.


Dan rasa bersalah karena telah memperlakukan putri dari tuan nya sendiri dengan buruk.


"Maafkan saya tuan,saya tidak tau jika dia putri Anda".


Jason tersenyum sinis "permintaan maaf diterima,tapi nyonya Anita kau sudah tau bukan apa yang akan terjadi selanjutnya atau perlu kuberi tau lagi?".


Anita menatap mata Jason dengan tatapan sendu nya "saya akan mengambil pesangon saya tuan". Ujar Anita lirih sementara jason tersenyum penuh kemenangan.


Anggi yang memperhatikan interaksi dua orang dewasa didepannya hanya diam.


Meskipun Anggi dibilang masih remaja dan belum dewasa tapi dia tau maksud dari kata 'peasangon'. Artinya setelah dia mengambil gaji terakhir nya dia sudah tidak bekerja lagi.


"Daddy jangan lakukan itu,aku mohon. Beri kesempatan untuk ibu Anita". Ujar Anggi dengan penuh permohonan.


Jason tersenyum manis "dia sudah berbuat kesalahan besar padamu sayang,dia sudah berbuat jahat bahkan menghina mu jadi biarkan dia menderita. Bahkan Daddy bisa pastikan setelah keluar dari sini dia akan menderita sampai sampai memakan makanan sisa".


Anggi menggeleng kuat tanda tak setuju "aku mohon Daddy jangan lakukan itu,Aku tau Bu Anita sudah berbuat kesalahan, semua orang juga sama termasuk daddy pasti pernah melakukan kesalahan bukan?Tapi hanya satu yang membedakannya yaitu dia mau memperbaiki nya atau tidak".


"Aku mohon padamu dad,jangan berpura-pura menjadi jahat di depan orang lain". Sambung Anggi


Jason menatap Anggi penuh arti. Ia merasa telah berhasil mendidik Anggi sehingga membuat nya bisa berfikir dewasa.


Jason tersenyum manis dan mengecup singkat kening Anggi "baiklah Daddy ikuti keinginan mu sayang".


Anggi mengembangkan senyuman nya "terima kasih dad". Ujar Anggi


"Daddy tunggu di parkiran ya,lason dan John rindu pada kakak nya". Ujar Jason yang diangguki oleh Anggi,lalu pergi meninggalkan Anggi dan Anita--kepala sekolah.


Anggi menghampiri Anita yang masih menunduk kan kepalanya "Bu saya permisi ya". Ujar Anggi ramah


Anita mengangkat kepalanya "kenapa kamu menolong ibu?Kamu gak dendam sama ibu atau gak punya niat balas dendam?".


Anggi mengulum senyum "saya sudah balas dendam kepada ibu. Beda nya, secara tidak langsung saya menyakiti ibu dengan membalas semua perbuatan jahat yang selama ini telah dilakukan ibu maupun yang lainnya dengan kebaikan. Karena dengan kebaikan itu saya bisa melihat betapa menyiksa nya rasa bersalah dan rasa penyesalan yang selalu datang menghantui".


Anita diam terpaku dengan jawaban Anggi, kaki nya lemas bagai jelly. Lidah nya terasa kelu untuk berbicara,mata nya memancarkan tatapan penyesalan wajahnya menunjukkan rasa bersalah.


Tanpa Anita sadari Anggi telah beranjak pergi menyisakan Anita dengan seluruh rasa penyesalan nya dan rasa bersalah yang terus menghantuinya.


Hello guysss...👋🏻


makasih ya udah mau baca cerita temen aku ini,aku kasihan dia gk bnyk yg baca tpi aku ttp mau paksa dia supaya mau up 😊


sekalilagi gomawoo....😍