
Balas dendam yang baik adalah dengan menjadikan mu lebih baik,dan balas dendam yang paling menyakitkan dan menyiksa adalah dengan membalas kejahatan mereka dengan kebaikan mu. Semakin mereka berbuat jahat semakin juga dirimu berbuat baik kepada orang yang telah menyakitimu.
Hari Senin adalah hari awal dimana seluruh aktivitas dimulai entah pelajar atau pekerja memulai seluruh aktivitas nya di hari Senin.
Ratusan siswa dan siswi berdiri tegap di bawah panas sang Surya yang semakin menaikan dirinya semakin keatas.
Puluhan tangan ralat ratusan tangan terlihat sedang menghormati sang bendera merah putih yang dengan gagahnya sedang berkibar diatas tiang besi yang menjulang tinggi.
Tak hanya sampai disitu, ratusan kepala menunduk kala mendengar kan lagu 'mengheningkan cipta' membayang kan wajah para pahlawan nasional yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsanya.
petugas upacara yang bertugas sebagai pembaca doa mengakhiri doanya. Dan upacara yang dilaksanakan hampir satu jam telah berakhir. Perlahan lahan siswa dan siswi SMA wadjistone meninggalkan lapangan upacara dan kembali ke kelasnya.
Bel pertanda pelajaran pertama pun berbunyi,tak lama datanglah guru mata pelajaran IPA dengan tas dipunggung nya dan beberapa buku tebal ditangannya.
"Selamat pagi anak anak". Ujar guru tersebut yang diketahui namanya Erlan.
"Pagi pak". All siswa kelas 12 Ipa1
"Oke anak anak kita buka buku bab terakhir".
Pak Erlan menjelaskan seluruh pelajaran di papan tulis membahas soal soal yang perlu dipelajari untuk menghadapi UNBK yang rencananya akan di gelar beberapa Minggu lagi.
Satu jama telah berlalu
Kringg~
Bel istirahat berbunyi,membuat seluruh aktivitas belajar mengajar dihentikan untuk sementara.
"Baik anak-anak kalian pelajari semuanya dirumah, sihlakan istirahat". Ujar pak Erlan lalu bergegas keluar dari kelas.
"Eh kekantin yok gue lapar nih". Ujar Lida
Mereka bertiga mengangguk "ayo". Ujar Aisyah antusias.
"Eh eh anak kampung pada mau kemana,udah lupa sama tugasnya atau perlu gue ingatkan lagi?".
Suara cempreng nan keras itu berhasil mengalihkan atensi seluruh manusia yang saat ini masih di dalam kelas.
Dengan gaya elegan nya ketiga gadis itu berjalan melewati seluruh siswa yang melihat kearahnya.
Wajahnya menunjukkan kesombongan,gayanya menunjukkan bahwa ia seorang penguasa tidak ada yang bisa melawan dia.
"Heh cepat belikan gue makanan". Ujar Poppy.
"Please ya Poppy hari ini aja gue sama yang lainnya makan di kantin". Ujar Siti dengan penuh permohonan di setiap kalimat nya.
Siti dan ketiga sahabat memang jarang makan di kantin. Alasan nya karena pada saat jam istirahat Chelsea and the geng nya lebih leluasa membully. Menyuruh mereka melakukan hal hal yang sebenarnya bisa mereka lakukan seperti membeli makanan di kantin.
Dan parahnya seluruh manusia yang ada di SMAN wadjistone hanya diam,mereka melihat tapi seolah-olah membuta kan mata mereka bahkan mereka mendengar apa saja yang mereka dengar entah itu hinaan,cacian,makian. Namun lagi lagi mereka seolah-olah menuli kan pendengarnya.
Menganggap bahwa yang mereka lihat ataupun yang mereka dengar bagai angin yang lewat, intinya mereka ada tapi tidak terlihat dan hadir nya saja hanya sekejap.
"Wah wah Sekarang Si Tikus pendiam kita sudah berani melawan". Ujar raya dengan menekan kata 'Tikus'.
Lagi dan lagi Siti dan ketiga sahabatnya menghembuskan nafas nya,tak ada jalan lain selain mengikuti perintah dari sang 'penguasa'.
Anggi tersenyum miris ketika mengingat bahwa ketiga gadis yang saat ini ada dihadapannya memiliki gelar sebagai 'penguasa'?.
Pantas saja para penguasa itu bisa melakukan hal apapun termasuk dengan menyakiti orang lain?
Apakah ia (Anggi) dan ketiga sahabat nya harus menjadi orang kaya dan mendapatkan gelar 'penguasa' baru saat itu juga seluruh dunia menghargai nya dan tak lagi menganggap bahwa mereka sampah?.
Apa perlu Anggi mengaku kepada dunia bahwa dia memiliki hubungan keluarga dengan keluarga bermarga Wadjistone?Apakah kabar itu akan menggemparkan dunia?
Meskipun Anggi akui dia bukan putri kandung dari Jason wadjistone,tapi tetap saja dia putri di keluarga itu dan bahkan Sampai kapan pun tidak dapat dirubah.
"Apakah kau bisa sehari saja tidak menganggu ku ataupun ketiga sahabat ku?Kami ingin bebas seperti mu. Apa kah kau belum puas melihat kami menderita?Kami melalui hari yang berat setiap hari kami selalu mendengar orang orang membicarakan kami?". Ujar Anggi
Cukup sudah selama tiga tahun ini Anggi dan ketiga sahabat mengalah, membiarkan mereka menginjak harga dirinya.
"Hahaha Lo udah berani Sama gue". Kini Chelsea yang membuka suaranya.
Anggi tersenyum "jika memang benar kenapa?".
"Heh Lo udah lupa gue siapa? Gue penguasa disini,bahkan menit ini juga gue bisa ngeluarin Lo dari sekolah ini!". Ujar Chelsea.
"Penguasa?Apa kata mu tadi kau penguasa? Jika kau kehilangan mahkota mu kau tidak berarti apa apa lagi Chelsea. Dengan gelar dan mahkota mu itu kau gunakan untuk menindas kami? Sampai kapan kau menyakiti kami?". Jawab Anggi.
Entah keberanian dari mana Anggi mampu mengatakan semua itu,namun demi ketiga sahabatnya ia bisa melakukan nya.
Plak
Chelsea menampar pipi Anggi "ini buat Lo yang udah berani ngelawan gue". Ujar Chelsea lalu pergi meninggalkan anggi yang masih diam terpaku di tempatnya.
Anggi memegang sebelah pipinya, merasakan perih. Sudah dipastikan pipi nya memerah.
Belum sembuh perih dipipi ditambah rasa sakit di hati kala semua orang sedang membicarakan nya.
Sungguh naas nasibmu Anggi.
'sok sok an melawan Chelsea emang dia siapa'
'masuk dalam golongan kepedulian sosial keluarga wadjistone aja bangga'
'kok mau ya keluarga wadjistone ngasih beasiswa ke anak anak bar bar kaya mereka'.
'cih dasar murahan'.
'kampungan'.
"Anggi Lo gakpp". Tanya Siti sambil mengelus punggung Anggi
"Seharusnya Lo gak usah ngelawan karena semua itu percuma, meskipun mereka salah dan kita benar tetep aja mereka bakalan menganggap bahwa mereka yang benar". Tambah Lida.
"Ingat nggi uang,jabatan,keturunan,adalah prioritas utama disini,jika kita memiliki semua itu pasti kita dihargai. " Ujar Aisyah.
Anggi tersenyum tetapi tatapan matanya kosong "Kalian benar,tapi tunggu lah sebuah kebenaran dimana semua ini bisa menutup mulut mereka. Mungkin hari ini kita masih menggunakan prinsip 'lebih baik tutup kedua telinga mu karena dua tangan tak bisa menutup mulut semua orang' tapi nanti tidak. Aku jangji pada kalian bahwa tunggu pada saat waktu yang tepat aku akan mengungkapkan kebenaran nya". Ujar Anggi lalu pergi meninggalkan Siti,Lida dan Aisyah.
"Dugaan gue memang benar Anggi punya rahasia". Ujar Lida sambil menatap kepergian Anggi.
Siti mengangguk "kita tunggu kebenaran nya".
'diberitahukan kepada Anggi Azqila W kelas 12 Ipa1 untuk segera menghadap kepada kepala sekolah secepatnya'
"Chelsea benar benar melakukan nya". Ujar Aisyah lirih.
"Kita doakan semoga Anggi baik baik saja". Ujar Siti yang diangguki oleh kedua sahabatnya.