
baik atau pun buruknya karya seseorang tolong dihargai :) karena bikin cerita itu gak gampang
Selamat membaca~
Anggi menatap bangunan mewah nan megah bergaya Eropa didepannya.
Sudah 2 bulan,kaki jenjangnya tidak menginjak rumah yang sudah merubah nasibnya. Rumah yang menjadi saksi bisu dimana saat itu juga semua takdir dan garis Tangan nya telah diubah.
Betapa beruntungnya dirinya, mendapatkan keluarga baik yang mau menerima dirinya menjadi seorang anak di keluarga terpandang.
Keluarga yang senantiasa menjaga nya, menganggap dirinya sebagai anak nya sendiri,keluarga yang selalu memberikan cinta dan kasih sayangnya tanpa membedakan bedakan dirinya.
Anggi memasuki rumah nya yang penuh dengan kenangan.
Para maid menunduk hormat dan menyambut kedatangan nona muda wadjistone itu.
"Kakak". Pekik seorang anak laki laki berusia 6 tahun ketika melihat Anggi.
"Johnson jangan lari lari nanti jatuh". Tegur Anggi ketika melihat Johnson lari tergopoh-gopoh ketika melihat Anggi.
"John kangen". Ujar John lirih namun masih dapat terdengar oleh Jason ataupun Anggi.
"Hehheh kakak juga". Jawab Anggi
"Yah Daddy di cuekkin nih,masa cuman kak Anggi aja sih yang di sapa tapi Daddy dilewatin gitu aja". Ujar Jason pura pura merajuk
"Wanita harus diutamakan dad". Ujar John
"Ya ya". Jawab Jason kesal lalu pergi meninggalkan sepasang kakak beradik yang sedang melepas rindu nya.
"John kita ke kamar kakak aja yuk". John mengangguk pertanda setuju.
---
Anggi menatap kamar nya,tak sedikit pun berubah.
Bahkan kamar bernuansa ungu ini terlihat lebih bersih dan rapi. Pasti sering di bersihkan~pikir Anggi.
"Kak aku pengen tidur siang". Ujar John
"Yaudah kakak antar ke kamar John ya". Jawab Anggi
John menggeleng kuat, pipi nya ia gembung kan sementara tangan nya ia lipat di dada nya. Ekspresi nya menunjukkan seolah-olah dia sedang marah dan merajuk.
"John mau tidur dikamar kakak,tapi kakak peluk". Ujar John masih dalam mode ngambeknya.
Anggi tersenyum kotak "baiklah bayi John waktu nya tidur siang". Ujar Anggi lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang tepat di sebelah John .
Tak lupa Anggi juga mengelus punggung John lembut dan menyanyikan lagu sebelum tidur.
Perlahan lahan namun pasti nafas John mulai teratur dan mulai terdengar suara dengkuran halus.
Anggi bernafas lega karena berhasil menidurkan bayi John.
Baru saja mata sayu nya terlelap tetapi suara dari nada dering handphone nya berhasil membangunkan nya.
Anggi melihat nama yang tertera di layar handphonenya, seketika mata nya membulat dan rasa kantuknya tiba tiba hilang.
Bagaimana bisa ia seceroboh itu,pergi tanpa memberi kabar bahkan tas nya saja ia tinggal di sekolah.
Anggi merutuki kecerobohan dan kebodohannya,pasti saat ini ketiga sahabatnya sangat mengkhawatirkannya tapi ia malah bersantai ria diatas kasur empuknya tanpa memperdulikan ke-tiga sahabatnya yang sangat mengkhawatirkannya dan pasti sedang mencari nya. Dasar gak ada akhlak
Dengan ragu Anggi mengangkat telepon nya,nama Siti masih tertera jelas di layar handphonenya.
'halo'.
'hei Lo dimana, dicariin juga dari tadi' pekik Siti
'aku lagi ada urusan sit,nanti malam pulang kok'.
'seharusnya Lo ngasih gue kabar nggi'.
'Iya maaf ya'
'iya gakpp, yaudah gue tutup ya'.
Belum sempat menjawab, panggilannya diputuskan sepihak oleh Siti ternyata bukan hanya ia yang gak punya akhlak tapi salah satu sahabat nya juga gak punya akhlak.
Karena merasa bosan,Anggi menonton tv yang ada dikamar nya sambil menunggu bayi John bangun.
---------
Seorang pria turun dari lamborghini Veneno miliknya. Melangkahkan kaki memasuki mansion kakak nya--calon mertuanya.
Dengan langkah tegap nya Azka menghampiri Jason yang tengah minum secangkir teh dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya dan tangannya memegang koran.
"Assalamualaikum". Salam Azka
"Waallikumsallam,eh Azka udah pulang dari kantor?". Tanya Jason basa basi.
"Udah". Jawab Azka seadanya.
Jason memperhatikan penampilan Azka,cukup berantakan.
Kameja nya ia gulung hingga siku,raut wajahnya terlihat kelelahan terlebih ketika Jason melihat lingkaran hitam seperti mata panda di bawah mata Azka.
"Lembur terus ya Ka?". Tanya Jason
Azka yang sedang membaca beberapa email di hp nya langsung mengalihkan pandangannya menatap Jason "ya begitulah,biar waktu nikah nanti punya waktu luang sama istri".
Jason tersenyum manis, matanya berbinar "jadi kau ingin menerima perjodohan ini". Tanya Jason
Azka mengangguk "gak ada salahnya kan di coba".
Seketika senyuman duda beranak 3 itu mengembangkan, wajahnya menunjukkan kegembiraan. "Sekarang tinggal Anggi nya ajaa,tapi kakak yakin dia gak nolak".
Azka hanya mengangguk sebagai balasan,lalu fokus membaca email nya.