SALA STORY

SALA STORY
Episode 4



Saat ini Anggi sedang berada di dapur bersama dengan Siti.


"Siti pakai ini". Ujar Anggi sambil memberikan celemek/apron kepada Siti.


Siti mengangguk lalu mengambil celemek/apron dari tangan Anggi dan menggunakannya. "Jadi kita mau masak apa"? Tanya Siti


"Sayur sup saja, bagaimana?". Ujar Anggi


Siti mengangguk kan kepalanya "Tidak buruk". "Jadi apa yang perlu disiapkan". Sambung Siti


Anggi tersenyum simpul "Tolong ambilkan bawang putih". Siti pun berjalan kearah bumbu dan mengambil bawang putih lalu memberikan nya kepada Anggi.


"Ini bawangnya apa ada lagi?". Tanya Siti


"Tentu,jika bahannya hanya bawang putih sampai kapanpun tidak akan jadi sayur sup pintar". Ujar Anggi


Siti tersenyum kaku tangannya bergerak untuk menggaruk lehernya yang tak gatal. Secara tidak langsung Anggi tengah mengejeknya karena ia tak bisa memasak.


"Hehehehe,jadi apa yang perlu aku ambilkan eonni?".


"Bawang merah". Ujar Anggi tanpa mengalihkan pandangannya dari bawang yang sedang ia potong di talenan.


Siti mengangguk dan berjalan kearah bumbu,setelah Sampai dirak bumbu ia merasa bingung disini tak ada bawang yang warnanya merah hanya ada bawang besar,bawang putih dan bawang ungu.


"Oh shit,dimana bawang yang berwarna merah itu. saekkiya¹" monolog Siti kesal dicampur dengan rasa frustasi karena tak menemukan bawang berwarna merah itu.


Anggi telah selesai memotong bawang putih, tetapi sudah hampir 5 menit berlalu Siti belum membawakan nya bawang merah.


Apa mungkin Siti tak tau bawang merah itu seperti apa? Sebenernya dia perempuan atau bukan? sungguh sulit dipercaya bahwa seorang perempuan tak tau bawang merah? Hohohoho apa kata suaminya kelak?


Anggi menghampiri Siti yang tengah berdiri di depan rak bumbu dengan mulutnya yang terus mengumpat.


"Siti, kenapa kau lama sekali". Tanya Anggi sementara itu sang empu hanya menghela nafas.


"Yakk,Lo nyuruh gue buat ngambil bawang merah tapi disini tuh gak ada bawang yang warnanya merah". Ujar Siti, sementara Anggi hanya menggeleng, ternyata dugaan nya benar Siti tak tau yang mana bawang merah.


"Ini namanya bawang merah Siti". Jelas Anggi sambil menunjuk salah satu bawang yang ada di genggaman tangannya.


Anggi terkekeh "tapi ini namanya bawang merah Siti".


Siti berdecak sebal "tapi Anggi itu tu warna nya ungu bukan merah".


"Iya, itu emang warnanya ungu tapi namanya bawang merah". Jelas Anggi dengan tangannya yang setia memotong bawang merah


"Astaghfirullah,jelas jelas itu warnanya ungu masih aja disebut bawang merah Herman saya". Protes Siti.


Anggi terkekeh geli "sudahlah itu tak penting mau bawang merah atau pun ungu,dari pada kau terus menerus protes lebih baik sekarang kau potong sosis baso dan sayuran nya".


"Iya iya". Ujar Siti lalu mengambil alih pisau dari tangan Anggi ,dan mulai memotong sosis,baso dan sayuran yang sudah di siapkan Anggi.


Setelah menghabiskan waktu belasan menit Siti telah selesai memotong sosis baso dan sayuran.


Anggi memasukkan seluruh bahan bahannya kedalam panci yang telah berisi ceker ayam (?) sebelum nya.


"Siti Masako dan garamnya". Perintah Anggi ,tangan Siti pun mengambil Masako ayam dan garam yang ada di rak bumbu lalu memberikan nya kepada Anggi.


Anggi mengambil air sup itu menggunakan centong lalu menaruhnya ditangan,untuk memastikan bumbunya sudah pas Anggi mencicipinya.


"Bagaimana?"tanya Siti


"Enak,tolong ambilkan bawang goreng nya kesini". Ujar Anggi,siti pun mengangguk dan memberikan bawang merah dan putih yang sebelumnya sudah di goreng.


"Euhm sepertinya ada yang kurang". Gumam anggi yang di dengar oleh Siti


"Apa yang kurang".


"Salam-". Ucapan anggi dipotong oleh Siti


"Assalamualaikum". Ujar Siti


Anggi tertawa "bukan itu Siti ".


"Oh salah ya, kalau yang ini bener gak?Annyeonghaseyo Siti kaila kirania zanna imnida istri dari Park Jimin in your area". Ujar Siti sambil membungkukkan badannya.