
"permisi apakah anda sudah selesai". Suara itu membuat Azka membuyarkan lamunannya ia menoleh kebelakang mencari asal suara yang memanggil nya dan ternyata dia Anggi.
Azka memutar balik badannya menghadap ke arah kasir "jadi berapa mbak". Tanya Azka
"Semuanya 56 ribu,mau dibayar tunai atau menggunakan kartu debit". Tanya sang kasir
"Tunai". Ujar Azka santai,Azka merogoh kantung celana nya namun tak menemukan dompet nya setelah ia ingat ingat dompet nya ketinggalan dirumah, ah sial.
Anggi yang melihat itu mengerti, perlahan dia menepuk pundak Azka "maaf mas,biar saya aja yang bayar". Ujar Anggi lembut sementara Azka hanya tersenyum dibalik masker nya.
Anggi telah selesai membayar seluruh belanjaannya dan belanjaan Azka,kemudian tangannya bergerak memberikan kantong plastik berwarna putih.
Azka menyambut dan mengambil alih kantong plastik dari tangan Anggi. "Terimakasih". Ujar Azka singkat padat dan jelas lalu pergi meninggalkan Anggi dan Siti yang masih menatap sosok berpunggung lebar itu.
"Ck pria itu menyebalkan udah ditolongin malah kek gitu". Ujar Siti dengan raut wajah kesalnya.
Anggi hanya menggeleng dan melanjutkan langkahnya menuju taman dimana Aisyah dan Lida berada.
"Lida lihatlah kucing ini sangat jelek bukan". Ujar Aisyah
Lida mengangguk "benar, lihatlah bulu nya berterbangan karena tertiup angin". Ujar Lida dengan ekspresi jijiknya
"Iyuh aku benci kucing dan bulunya yang membuatku bersin ". Ujar Aisyah dengan ekspresi wajah nya yang tak kalah jijik
"Hei kucing jelek berhentilah mencium sepatu ku bodoh". Pekik lida sambil menjauhkan sepatu nya dari kucing itu.
"Sudah lah hentikan kalian,terlihat seperti orang bodoh". Ujar Siti
"Siapa suruh kucing jelek ini mencium sepatu ku". Ujar Lida.
Siti mendengus sebal "berarti dia menyukai mu pabbo!"
"Persetan dengan kucing jelek ini". Pekik lida
Ketiga gadis itu terkekeh melihat wajah kesal Lida "ini minuman mu". Ujar Anggi sambil memberikan sebotol minuman dingin.
Lida tersenyum "terima kasih Lo emang yang terbaik nggi". Ujar Lida
Anggi mengangguk "ayo kita pulang sekarang sudah jam 8". Ujar Anggi
Mereka bertiga mengangguk dan bergegas meninggalkan taman.
----------
Kini mereka telah bersiap siap tinggal menunggu Anggi yang masih memakai bajunya.
"Eh eh eh liat sini". Teriak Aisyah yang terlihat sedang mengintip disalah satu jendela dekat pintu utama.
"Aya naon atuh neng". Tanya Lida penasaran
"Itu noh coba Lo liat ada mobil warna putih didepan rumah kita" . Ujara Aisyah antusias
"Astaga mobil gue, pasti mau jemput gue ya". Ujar Lida
Aisyah tersenyum remeh "ye lu mah itu mobil gue kali".
"Mana ada, itu mobil gue mobil milik princess Lida yang cantik imut lucu dan menggemaskan". Ujar Lida dengan suara yang diimut imutkan
"Jangan banyak halu,belum tentu mobil itu mau jemput lo palingan juga numpang parkir". Ujar Siti santai
"Seterah gue lah, selama halu itu gratis why not" Sewot Lida
Siti memutar kedua bola matanya malas sementara Aisyah dia hanya terkekeh kecil. Melihat pertikaian antara SitiKus dan Sikucing.
Tak lama datang lah Anggi menggunakan celana long pants dan baju kameja kesayangan nya, rambutnya ia gerai dan bibirnya ia beri lipbam.
"Seandainya Lo di sekolah dandanan nya kek gini pasti cantik dan gak bakalan di bully". Ujar Siti sambil memperhatikan Anggi dari atas sampai bawah.
"Iya nggi coba rambut Lo gak usah dikuncir kuda terus pakai kacamata pas disekolah pasti cantik". Tambah Lida
Anggi hanya terkekeh "ayo berangkat". Dan mereka bertiga pun mengangguk.
Anggi membuka pintu mobil yang terparkir di depan rumahnya sementara ketiga sahabat nya hanya melongo menatap kearah Anggi.
"Nggi ini mobil siapa". Tanya Lida membuka suara setelah masuk kedalam mobil
"Punya Supir grab hahah". Tawa Anggi
"Eh kirain punya Lo ". Tambah Siti
"Gak mungkin ". Ujar Anggi
Setelah itu tak ada yang membuka pembicaraan hanya suara radio yang terdengar.
Akhirnya mereka tiba di sebuah mall terbesar yang ada di Kota padat, Jakarta.
"Ngapain kita kesini". Tanya Aisyah
"Iya ya, ngapain kita kesini bukannya kita mau makan bakso mang Diki yang ada ditaman ". Tambah Lida
Anggi hanya tersenyum tipis "ayo masuk".
Mereka bertiga mengangguk.
"Wih coba liat boneka sapi itu lucu ya". Ujar Aisyah
"Kamu mau Syah?". Tanya Anggi
Aisyah mengangguk dan tersenyum simpul "tapi gue gak ada uang nya nggi". Ujar Aisyah dengan tatapan sendu nya dan suaranya juga terdengar lirih .
"Gak pp aku beliin ayo". Ujar Anggi sambil menarik lengan Aisyah memasuki toko boneka.
Sementara Siti dan Lida hanya mengekor dibelakang. "Gue penasaran dari mana Anggi dapat uang". Ujar Lida
Siti mengangguk setuju "gue juga bingung,gue pen nanya tapi takut tersinggung. Jadi yaudah lah pikir positif aja". Jawab Siti
"Apa jangan jangan dia simpanan om om gendut". Tanya Lida dengan kadar ke ogebannya yang sudah diatas rata rata.
Siti mencubit hidung Lida membuat Lida susah bernafas "mana mungkin ogeb, Anggi tuh anak baik baik". Jelas siti
Lida hanya mengedik kan bahunya acuh.