
Happy reading :)
~Reset🎶 Tiger JK
Anggi telah siap dengan seragam sekolahnya begitu juga dengan Siti teman satu kamar nya.
Karna rumah yang mereka tempati terbilang sederhana,rumah itu hanya memiliki 2 kamar tidur 1 dapur ,1 satu kamar mandi dan satu ruang tamu sekaligus ruang keluarga dimana tempat itu di jadikan mereka untuk berkumpul hanya sekedar menonton TV ataupun bercanda gurau
Anggi dan Siti berjalan kedapur dan duduk di meja makan,Anggi menyiapkan sarapan untuk mereka. Tak lama Aisyah dan Lida pun bergabung di meja makan. .
Anggi menaruh nasi goreng buatannya di piring ketiga sahabatnya itu, mereka memakannya dengan lahap.
"Lida makan nya pelan pelan". Tegur Anggi ketika melihat Lida makan dengan terburu buru.
"Hehe iya" kekeh Lida. Sementara yang lainnya hanya menggeleng kan kepalanya
Setelah selesai sarapan mereka bergegas pergi ke sekolah. Jika kalian pikir bahwa mereka ber-empat pergi menggunakan kendaraan entah itu bus motor ataupun mobil maka kalian salah besar.
Mereka berangkat sekolah dengan berjalan kaki, di sepanjang jalan mereka bercerita banyak hal bercanda bahkan tertawa bersama atau jika sedang ada ujian Matematika peminatan mereka tak segan segan menghafal rumus yang sebelumnya sudah mereka pelajari begitu juga dengan mata pelajaran lainnya.
Setelah melakukan perjalanan selama 15 menit akhirnya mereka tiba disekolah,jarak rumah ke sekolah memang terbilang cukup dekat.
Disinilah mereka berada di depan pagar sekolah yang menjulang tinggi dengan gedung gedung sekolah yang tak kalah tinggi yang memiliki 5 sampai 12 lantai, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam berenang,taman yang ditumbuhi dengan pepohonan hijau nan rindang dan lainnya lainnya.
Anggi tersenyum tipis kala melihat nama sekolahnya, SMAN WADJISTONE sekolah favorit yang tak sembarang orang bisa masuk kesana. Sekolah itu dicap sebagai sekolah favorit karena rata rata siswa yang masuk ke sekolah itu hanya golongan orang kaya.
Tetapi Anggi dan ketiga sahabatnya merasa beruntung bisa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Berbicara tentang WADJISTONE sebenarnya itu nama belakangnya Anggi yang selalu disingkat menjadi W. Marga itu diberikan oleh seorang pria kepadanya,tepatnya sekitar 8 tahun yang lalu ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Anggi sengaja menyingkat marganya menjadi huruf W karena ia belum siap tampil di depan publik ia terus berusaha menutupi identitas nya.
"Syah Siniin keranjang kue nya biar gue yang antarin ke adkel nya langsung". Ujar Lida seraya mengambil keranjang yang dipegang oleh Aisyah.
"Gue ikut". Ujar Aisyah sambil memegang lengan Lida
"Yaudah ayok, gue sama Aisyah nganterin kue dulu kalian duluan aja ke kelas nya".
Anggi dan Siti mengangguk kemudian melanjutkan jalannya menuju kelas. Di sepanjang koridor banyak siswa siswi yang menatap mereka dengan tatapan yang berbeda beda bahkan hinaan atau cibiran sudah menjadi rutinitas sehari-hari mereka ketika Siti dan Anggi lewat. Begitu juga dengan Aisyah dan Lida mereka pun mendapat kan hal yang sama setiap hari mereka harus menerima hinaan atau cibiran namun mereka membalas nya hanya dengan senyuman.
Alasannya tetap sama karena mereka golongan orang kaya tidak cocok berteman atau hanya sekedar bertegur sapa dengan golongan yang berbeda sangat jauh dari mereka. Hanya sedikit dari mereka yang mau bertegur sapa dengan Anggi dan ketiga sahabatnya walaupun itu hanya sekedar memesan kue.
Anggi dan Siti tetap melanjutkan langkahnya menuju kelas namun sebelum mereka tiba di kelas 12 IPA1 Chelsea dan kedua temannya mencegah dan menghalangi jalan Anggi dan Siti.
"Eh eh ada anak kampung ew". Ujar Chelsea dengan tawa mengejek nya. Seluruh siswa yang ada di sepanjang koridor itupun ikut tertawa dan menatap Anggi dan Siti dengan sinis.
"Eh Chel bukannya hari ini ulang tahun Lo kan?". Ujar Poppy salah satu teman Chelsea.
"Eh iya gue lupa sumpah mana belum buatin Lo kado lagi astaga naga dragon". Ujar salah satu teman Poppy dan Chelsea yaitu Raya.
Chelsea hanya memutar bola matanya malas "tenang gue udah ada kali kado buat Chelsea". Ujar Poppy dengan senyum miring nya sambil matanya menatap Anggi
"Apaan gue penasaran". Ujar raya
Poppy tersenyum jari telunjuk nya menunjuk kearah Anggi.
"Ck Lo ikut gue,jika Lo nolak Lo harus nanggung akibatnya". Ujar Poppy dengan senyum miringnya.
Kemudian mereka bertiga berjalan mengarah ketaman sekolah diikuti oleh Anggi dan Siti dibelakang nya. Setelah sampai disana tangan Anggi di tarik paksa oleh Poppy , Chelsea dan raya melingkari anggi,menghalangi jalan.
Siti hanya bisa menatap Anggi bukannya tidak ingin membantu, tapi ia tak bisa melawan Chelsea dan kedua sahabatnya.
Poppy memberikan Chelsea dan raya masing masing satu bungkus tepung terigu, satu butir telur ayam dan satu botol berisi air yang warnanya hitam dan baunya menyengat.
Kemudian mereka menaburi Anggi dengan tepung selanjutnya telur lalu menyiram Anggi dari bagian rambutannya.
Anggi hanya diam, air matanya turun membasahi pipinya tangan nya memegang sisa sisa tepung yang berserakan.
Siti menangis melihat keadaan sahabat nya ingin rasanya ia membantu nya namun ia tak mampu melawan Chelsea dan kedua sahabatnya. Bahkan para guru dan siswa siswi disini tak ada yang berani melawannya karena Chelsea dan kedua sahabatnya merupakan anak dari donatur terbesar di sekolahnya.
"Bagaimana kado nya" ujar Poppy
"Wow sangat bagus hahaha". Ujar raya
"Keren. Anak kampung ini cocok nya jadi gembel hahhaha". Tambah Chelsea setelah itu mereka meninggalkan Anggi dan Siti.
Siti menghampiri Anggi yang masih duduk di rerumputan tanpa ada niatan untuk berdiri.
"Anggi Lo gakpp kan?". Tanya Siti,saat ini Siti benar benar mengkhawatirkan keadaan salah satu sahabatnya.
Anggi menggeleng lemah "aku gakpp". Ujar Anggi dengan mata sembab nya.
Dari kejauhan Siti dapat melihat Aisyah dan Lida menghampiri Anggi.
"Astaghfirullah Anggi Lo kenapa". Tanya Lida dan Aisyah bebarengan.
"Biasa Chelsea and the gengnya bikin ulah lagi tapi kali ini bener bener kelewatan mereka naburin tepung di rambutnya Anggi malahan Sampai kebadan badan nya terus mereka pecahkan telor ayam yang udah busuk di kepala nya dan terakhir mereka nyiram Anggi pakai air comberan ". Jelas Siti panjang lebar.
Ketiga sahabatnya menatap Anggi sendu
"Nggi ayo ganti baju dulu". Ujar Aisyah
Anggi mengangguk mereka berempat pergi ke loker yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah.
Anggi telah mengganti baju seragam nya menjadi baju olahraga di sepanjang koridor banyak siswa siswi yang menertawakan nya.
'eh eh ada gembel'
'ish bau banget sih , saking miskinnya mereka sampai sampai gak punya air buat mandi '
'Iyuh kenapa mereka berempat gak sekolah di kolong jembatan aja sih'.
Dan masih banyak lagi. Anggi dan ketiga sahabatnya hanya diam tak menghiraukan ucapan yang menyakiti perasaan mereka pandangan mereka lurus menatap kedepan dan kaki mereka terus melangkah menuju kelas.
'sabar anggi Allah pasti akan membalas perbuatan mereka. Semangat Anggi dua bulan lagi hari kelulusan mu '. Anggi berkata dalam hati menyemangati dirinya sendiri.
Semoga kalian terhibur...