
Skip cerita
Setelah selesai berkeliling seharian di mall mereka memutuskan untuk pulang.
Sebelum pulang mereka memutuskan pergi ketaman yang tak jauh dari rumah mereka untuk makan bakso mang Diki.
Anggi akui baksonya mang Diki memang enak,daging sapinya terasa,kuahnya juga pas di lidah pokok nya enak deh ditambah dengan harganya yang murah plus baksonya banyak.
Bakso nya cuma di bandrol dengan harga 10 ribu rupiah,sangat cocok dengan kantong para pelajar bukan? Udah murah isinya banyak ditambah yang jualan nya ganteng kan jadinya menang banyak eh :v
Selain menjual bakso,mang Diki juga menjual berbagai macam makanan seperti batagor,somay,mie ayam,pisang keju dan beraneka jus.
"Kalian mau pesan apa?". Tanya Anggi
"Bakso lava terus minumannya es teh". Ujar Aisyah antusias
"Kalau kalian pesan apa". Tanya Anggi sambil menatap Siti dan Lida bergantian.
"Samain aja tapi gue gak mau bakso lava,terus minumannya es jeruk". Ujar Siti
"Gue samain aja kaya punya Siti". Tambah Lida
Anggi mengangguk dan segera memesan makanan ke mang Diki.
"Mang". Panggil Anggi
Mang Diki menoleh "eh ada si neng Anggi,mau pesan apa neng". Tanya mang Diki
"Euhm pesan siomay nya satu porsi,es jeruk nya tiga,es teh nya satu,bakso lava satu sama bakso biasa nya 2". Jawab anggi
"Oke siapp, tunggu sebentar ya neng nanti baksonya dianterin deh ke meja nya Eneng".
"Iya mang". Setelah mengucapkan itu Anggi kembali menghampiri dan duduk di salah satu kursi dimana ketiga sahabatnya berada.
Sekitar 15 menit lamanya mereka menunggu akhirnya makanan pesanan mereka sudah tersaji rapi diatas meja.
"Wah cacing gue udah pada demo nih". Ujar Aisyah antusias, sementara yang lainnya hanya terkekeh.
"Eh gue punya lagu ". Ujar Lida
Siti yang hendak memasukkan bakso ke mulutnya, langsung mengurungkan niatnya kala Lida mengambil alih sendok dan mangkuk bakso milik Siti lalu menjauhkannya.
"Apaaan sih Lo ,balikan bakso gue". Ujar Siti kesal
Sementara sang empu hanya cengengesan "enggak sebelum kalian dengerin lagu gue ". Final Lida
"Emang Lo mau nyanyi apa?". Kini Aisyah yang membuka suara nya dan bertanya
"Ada deh kalian dengarkan baik baik oke".
Anggi dan Aisyah hanya pasrah dan mengangguk, sementara Siti ia memutar bola matanya malas. Wajahnya menampilkan kekesalan.
Siapa coba yang gak kesal pas kalian makan ada orang yang ganggu terus keadaan kalian itu dalam kondisi lapar akut lebih tepatnya kelaparan.
Dan parahnya orang itu malah merasa gak bersalah, Wajahnya fine fine aja jadi kan rasanya gemas pen nyekek.
"Nih dengerin lagu gue baik baik.
Somay gulai teh kuaci bakso CHA!!CHA!!CHA!!". Dengan tampang polos dan seolah tak berdosa Lida mengeluarkan suaranya membentuk irama yang keluar dari mulut manisnya.
Hal itu semakin membuat Siti gemas terlebih melihat wajah polos tanpa dosa,ingin rasanya Siti mencakar wajah Lisa dengan kedua kuku nya.
Iris kecoklatan Siti menatap Lida dengan tatapan horor nya.
Karena kesal dan kesabaran Siti sudah menipis,Siti menoyor kepala Lida guna melampiaskan emosi nya. Sementara sang empu nampak meringis. "Aw sakit ******". Ujar Lida.
Siti tersenyum miring "siapa suruh, Lo ganggu waktu makan gue " ujar Siti santai dan mengambil mangkuk bakso yang berada jauh dari nya.
"Kan gue cuman nyanyi ****". Ujar Lida tak mau kalah
Siti hanya mengangkat bahunya acuh,tak perduli dengan ucapan Lida yang menurut nya membuang buang waktu jika terus di ladenin.
Siti hanya fokus pada bakso yang mengunggah selera nya.
Aisyah terkekeh melihat ekspresi wajah Lida yang menampakkan kekesalan nya terhadap Siti.
"Anggi gue mau tanya ". Ujar Lida.
Anggi yang merasa namanya dipanggil mengalihkan pandangannya dari bakso menatap wajah Lida. "Mau tanya apa?". Ujar Anggi.
Lida mengigit bibir bawahnya,gugup. Satu kata itu yang mewakili perasaan Lida,ia nampak gugup untuk mengatakannya namun keinginan tahunya lebih besar dari rasa gugupnya. "Lo punya rahasia yang Lo sembunyikan dari kita kita ya".
Anggi yang tengah meminum es jeruknya nya tersedak mendengar pertanyaan Lida yang menurutnya sulit untuk di jawab.
Begitu juga dengan Siti dan Aisyah mereka mengalihkan pandangannya mengahadap kearah Lida.
Anggi hanya diam membisu,lidah nya terasa kaku untuk berbicara. Pandangan nya menatap Lida dengan tatapan kosong.
Anggi sudah pernah memikirkan dimana hari ini akan hadir,hari dimana orang orang terdekatnya menanyakan suatu hal yang belum mampu Anggi jawab.
Anggi akan memberi tau mereka jika ia memang benar benar sudah siap tapi untuk saat ini ia belum siap.
Lida semakin mengigit bibir bawahnya l, badannya panas dingin "maaf nggi bukan maksud gue nanya ini,tapi kalau Lo belum siap gakpp kapan kapan aja cerita nya. Lo pernah bilang bahwa kita harus saling terbuka".
Anggi menatap mata Lida "aku akan cerita kan semua nya kalau waktu nya sudah tepat". Ucap Anggi
Mereka bertiga menghela nafas panjang merasa lega, setidaknya Anggi masih mau berbicara artinya dia tidak marah.
Anggi tipikal gadis paling kalem tapi kalau sudah marah dia paling susah untuk dibujuk.
Lida merutuki kebodohan nya yang tak bisa mengontrol mulutnya yang tak mau diam. Benar kata Siti Lida memang bodoh bahkan kebodohan nya saja sudah tingkat Dewi .
"Kalian udah makannya?". Tanya anggi
"Udah". Jawab mereka serempak.
"Yaudah aku bayar dulu tunggu disini ya". Ujar Anggi.
Ketiga gadis itu mengangguk.
"Lo ngapain sih pakai nanya itu ke Anggi". Ujar Siti
"Gak sengaja nih mulut gak bisa diam ". Jawab Lida
"Untung Anggi gak marah,kalau marah kita harus bujuk dia pakai apa coba". Tambah Aisyah.
Tak lama anggi pun datang menghampiri ketiga sahabat nya "Ayo pulang". Ujar Anggi
Ketiga gadis itu mengangguk lalu beranjak pergi menuju rumah nya.