
Happy reading wkwk semoga suka sama part nya :)
Ternyata memang benar kata orang,tentang adanya cinta pada pandangan pertama. Buktinya aku langsung jatuh cinta kala tak sengaja bersitatap dengan nya. ~Azka
First love🎧🎶ost extraditonary you
Matahari semakin naik ke atas membuat cuaca yang awalnya dingin dan berkabut menjadi hangat dan cerah.
"Huh capek". Ujar Lida sambil mendudukkan bokong nya di salah satu kursi yang ada ditaman.
"Iya nih haus juga". Tambah Aisyah.
"Baru juga 10 putaran". Ujar Siti
"What?10 putaran Lo bilang baru. Capek shayyy''. Pekik lida
Siti memutar bola matanya malas "ck alay".
"Udah udah jangan kelahi terus gak enak diliatin banyak orang". Ujar Anggi melerai pertikaian antara Siti dan Lida
"Mending beli minum" sambung nya
Ketiga gadis itu menatap Anggi berbinar "beneran?". Ujar Siti menyakinkan
Anggi mengangguk dan tersenyum "iya Siti ,ayo temani ke indovember dulu beli minum". Siti mengangguk antusias "kajja". Ujar Siti sambil menggenggam tangan anggi. Sementara Lida dan Aisyah mereka sedang bercanda gurau.
Kalau boleh jujur sebenarnya siti juga capek sama haus apalagi habis jogging ngelilingi taman yang cukup besar,tapi ya karena gengsi dia pura pura gak capek apalagi didepan Lida.
Sesampainya di indovember, anggi melangkah kan kakinya menuju minuman dingin kalau Siti jangan ditanya lagi saat ini ia ada dimana,tentu saja di rak makanan ringan. Siti sama seperti dirinya (Anggi) sangat suka ngemil.
Anggi telah selesai mengambil minuman dingin dan menaruhnya di keranjang belanjaan,namun pada saat ia berbalik tanpa sengaja ia menabrak dada bidang milik seseorang.
Anggi mendongakkan kepalanya melihat siapa yang ia tabrak,ternyata ia seorang pria. Namun Anggi tak bisa melihat wajahnya karena pria itu memakai masker hitam dan topi hitam.
Anggi melihat manik mata pria yang saat ini juga sedang menatapnya dalam. Sejenak Anggi terhanyut oleh mata biru laut yang menurutnya sangat indah.
"Ekhem". Pria itu berdehem cukup keras sehingga membuat Anggi mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya "mm-aaf". Ujar Anggi sambil menunduk lalu pergi meninggalkan pria itu tanpa mendengar kan jawaban nya.
"Dasar gadis aneh,tapi tunggu wajahnya mirip dengan putrinya kak Jason. Apa jangan jangan dia yang akan dijodohkan dengan ku?". Menolong pria itu yang tak lain adalah Azka.
Flashback on
Azka memasuki mansion yang tak kalah mewah dari mansion milik nya.
Seorang pria berusia 36 tahun menyambut kedatangannya dengan hangat.
"Kau sudah datang Ka?". Tanya pria itu
"Tentu saja my Brother". Ujar Azka dengan menampilkan senyuman termanisnya yang jarang ia tunjukkan kepada siapapun kecuali kepada Jason.
Pria yang sudah Azka anggap sebagai kakaknya sendiri.
Jason tersenyum"duduk lah".
Azka pun mengangguk dan mendudukkan bokong nya disalah satu sofa mahal itu,tak lama para maid menyajikan teh dan beberapa kue diatas meja.
"Dimana lason dan Johnson"?. Tanya Azka
"Lason membawa Johnson pergi bermain". Jawab Jason .
Azka mengangguk kecil dan ber',Oh' ria lalu meminum tehnya.
"Apa kau sudah memiliki kekasih". Tanya Jason,yang membuat sang empu tersedak tehnya sendiri.
Azka kembali mengingat dimana kenangan indah yang telah ia lalui bersama dengan Serly ,impian nya yang ingin menjadi seorang ayah,janji nya yang akan terus bersama dengan Serly dan mencintai nya seumur hidupnya,kini telah kandas akibat sebuah penghianatan.
Bagi Azka Serly adalah cinta pertama dan terakhir nya itulah mengapa dia sangat mencintai Serly,bahkan jika Azka mementingkan egonya untuk tetap bersama dengan Serly dengan merusak kehormatannya bagi Azka semua itu sia sia karena Serly tidak mencintai Azka.
Jason menghampiri Azka dan duduk disebelah nya lalu mengusap punggung Azka dengan lembut. "Lupakanlah masa lalu biarkanlah dia berlalu anggap semua itu hanya mimpi buruk, lihatlah kedepan masa depanmu masih panjang. Kau tampan,baik,jujur dan juga mapan gadis manapun pasti menyukai mu hanya saja kau selalu menutup rapat rapat pintu hatimu".
Azka menatap mata Jason dengan lekat"aku ingin,tapi semua itu terus menghantuiku. Aku takut pada kenyataan yang terus mengejar ngejar". Jawab Azka dengan mata sendunya
Jason tersenyum manis"berapa usiamu sekarang?". Tanya Jason
"25 tahun". Jawab Azka
Jason tersenyum,manik matanya menatap netra biru laut milik Azka "apa kau tidak ingin menikah". Tanya Jason
"A-aku". Azka hanya tersenyum getir bibir nya terasa kelu untuk berbicara.
"Apa kau tidak ingin mewujudkan impian mu menjadi seorang ayah". Tanya Jason yang mampu membuat dada Azka sesak. Azka diam tak mampu menjawab pikirannya entah Kemana.
"Aku tau kau sangat menginginkan menjadi seorang ayah bukan? Maka ambilah ini". Ujar Jason sambil memberikan map berwarna coklat tua.
Azka mengambil nya "apa ini kak". Tanya Azka
Jason tersenyum penuh arti"bukalah".
Azka mengangguk, jemarinya dengan lihai membukanya. Ternyata map itu berisi sebuah foto dengan cepat Alex mengambilnya lalu melihatnya.
Terpampang lah foto seorang gadis dengan rambut hitam sebahu, hidung kecil namun mancung,alis Hitam nya tebal,wajahnya menunjukkan aura keibuan dan mata hazelnya yang indah dan teduh.
Azka mengerutkan keningnya membuat kedua alisnya menyatu. Otak nya berfikir untuk apa kakaknya memberikan foto seorang gadis padanya?
"Dia putriku". Ujar Jason yang mampu membuat Azka membelalakan matanya menatap Jason dalam, mencari kebohongan dari matanya namun sorot matanya menyorot kan kebenaran.
"Bukan kah anak mu hanya lason dan Johnson?". Tanya Azka
Jason mengangguk "itu memang benar,Dia bukan anak kandung ku tapi aku dan alm istriku sangat menyayangi nya, usia nya 2 tahun lebih tua dari lason. Semenjak dia datang kerumah ini dia selalu membawa keberuntungan,rumah ini menjadi saksi tentang masa kecil lason dan rumah ini juga menjadi saksi dimana pada hari itu aku mengangkat seorang anak gadis menjadi putriku. Tak sampai disitu rumah ini juga menjadi saksi bisu betapa bahagia nya aku ketika istriku melahirkan putra kedua kami yaitu John walaupun pada akhirnya istriku meninggalkan kami untuk selamanya".
Jason menarik nafas dalam-dalam setelah itu ia melanjutkan perkataannya "dia gadis baik baik,dia sederhana. Aku sangat mengenal putri ku,aku selalu tau semua hal tentangnya termasuk dia belum pernah berpacaran dengan lelaki manapun bukan kah itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang pria yang mengetahui bahwa gadis nya hanya menjadikan dirimu yang pertama dan yang terakhir". Ujar Jason yang membuat Azka menatap nya penuh arti ada rasa bangga dalam dirinya mengetahui bahwa ia yang akan menjadi yang pertama jika berhasil menjadikan gadis itu miliknya.
"Sebenarnya aku ragu pada keputusan ku namun aku sudah memikirkannya dengan matang,aku berniat menjodohkan mu dengan putriku Anggraeni Azkila wadjistone. Sambung Jason
Azka yang mendengar itu sontak terkejut "ttpi bagaimana jika ak-". Belum sempat melanjutkan perkataannya,Jason langsung memotong ucapan Azka.
"Saat ini aku mohon padamu jalani dulu semuanya sebelum mengambil keputusan,aku akan mempertemukan putri ku dengan mu saat ulang tahun ku nanti dan pada saat itu kau boleh memutuskan untuk melanjutkan nya ke jenjang yang lebih serius atau berhenti". Ujar Jason dengan mata nya yang menatap netra biru Azka dengan tatapan memohon.
Azka menghela nafas "akan aku usahakan".
Jason menghela nafas panjang merasa lega, bibir nya tersenyum "syukur lah".
Azka membalas senyuman Jason "baiklah my brother hari ini aku ada rapat penting dengan klien aku pamit".
Jason mengangguk "dan oh iya foto nya aku bawa ya hehe". Sambung Azka
Jason terkekeh geli "iya bawa saja".
"Kalau begitu aku pamit dulu see you". Ujar Azka
Jason tersenyum simpul "see you". Setelah itu punggung lebar Azka meninggalkan Jason yang kini menatap punggungnya yang semakin jauh kemudian menghilang di perbelokan yang menjadi pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga.
Flashback off.