Riviera

Riviera
Bab 2 - Ursula



Darah berterbangan dimana mana, lima mahkuk sedang bertarung dengan kekuatan penuh. Ursula dengan tongkatnya menyerang Felis dan Ein. Lantas Loren teralihkan dengan burung besar itu.


Loren merubah bentuknya, Loren adalah iblis, manusia yang dikutuk. Dirinya dapat menumbuhkan sepasang sayap mirip kelelawar dari belakang bahunya. Pedangnya mengarah sempurna pada kepala sang burung besar.


"Ursula, salah satu dari tiga batari abadi. Suatu kehormatan bisa bertarung denganmu." Ein membuka perban yang mengikat pedangnya, lantas dengan cepat memulai pertarungan dengan Ursula.


"Tetapi aku tak membawa pasukanku, aku tak yakin bisa memuaskan nafsu bertarungmu itu." Ucap pemilik mata aquamarin itu.


Nyatanya tongkat Ursula membentuk sebuah tenaga yang sangat kuat. Lantas menggunakan beberapa gerakan beladiri untuk menyerang balik.


Pertarungan terus saja berlanjut. Felis menggunakan cakarnya mendukung dari belakang, ia belum mahir menggunakan trik penyerangan.


Tangan Ursula menggenggam pedang Ein dengan cepat, lantas mematahkannya menjadi dua. Sekarang Ein tidak yakin dapat bertarung dengan batari itu.


"Ada apa, kau menyerah?." Ursula membentuk kuda kuda yang kuat.


"Belum!." Ein kembali menggunakan tangannya untuk bertarung, kuda kudanya sudah terbilang sempurna.


"Aku suka semangatmu." Ursula kembali menyerang Ein tanpa banyak basa basi lagi. Tangannya dengan lincah menyerang setiap bagian yang terbuka.


Tentu saja Ein dengan cepat menghindari setiap serangan yang seharusnya mengenai bagian bagian vitalnya.


"Aku akan bercerita di tengah pertarungan membosankan ini." Ucapan Ursula membuat Ein semakin ragu untuk meneruskan permainan beladirinya.


"Pada suatu malam, ketika aku sedang mengawasi reruntuhan di tengah hutan, aku mendengar sayup suara sesuatu yang sedang berlari dengan cepat. Tentu saja aku menghiraukannya, menganggapnya angin yang berlalu.


Tetapi ternyata di siang hari terasa sebuah aura mematikan berasal dari dalam tanah, aku hanya mematung dan memeriksa kembali apa itu hanya perasaanku.


Tetapi memang aura pembunuh seorang malaikat pembunuh tak bisa disembunyikan begitu saja." Ia bercerita begitu panjang, namun konsentrasinya tak pernah terpecah. Ia terus waspada sekaligus terus menyerang ketika melihat kesempatan.


"Dan ternyata aku benar, itu adalah satu dari tujuh Grim Reaper dunia, Loren bersama dua temannya yang lemah."


Ein tak bisa bicara apapun, ia terus berkonsentrasi penuh dengan pertarungannya, bagaimanapun ia sudah dilukai oleh Ursula, sedangkan dirinya bahkan tak bisa menyentuh batari itu.


Di lain sisi Loren sedang bermain pedang bersama seekor burung besar, tangannya dengan lincah melakukan gerakan gerakan berpola yang sulit ditebak.


Burung itu terbang menghindar kemana pun Loren menebas udara, lantas meluncurkan serangan yang sangat cepat


Mereka terlihat berimbang selama ini.


"Kulihat kau berimbang melawan Fliz, Loren. Kurasa Grim Reaper dunia tak semengerikan yang dikatakan orang." Ursula kembali melontarkan kata kata tajam itu, harga diri seorang malaikat pencabut nyawa dipertahuhkan disini.


Loren membuka jubahnya, pakaian sebeknya yang memiliki sedikit bercak darah itu terlihat begitu cocok dengan tampangnya yang sedikit seram.


Tangan Loren seperti membuat pedang energi, lantas tak lama kemudian sebuah benda kehitaman muncul dan membentuk sebuah pedang baru di tangan kiri Loren.


Ein sedikit terkagum melihat teknik tenaga dalam tingkat tinggi yang digunakan Loren, namun itu membuat celah yang begitu jelas untuk Ein.


Pedang hitam baru Loren begitu lincah dan gesit, ia menebas dengan lebih cepat. Dalam beberapa tarikan napas, dirinya berhasil mengimbangi burung besar itu. Lantas ia memenggal kepala burung itu dengan cepat.


"Bersiap kau." Ucapnya setelah berhasil mengalahkan burung itu.


"Ursula, mari berpesta!." Loren mengejar Ursula yang membuang Ein beberapa meter ke belakang dan dengan cepat membuat  beberapa tehnik tenaga dalam tingkat tinggi lainnya.


"Aku sudah tidak sabar." Ucapnya. Tangannya dengan cepat terbang mengikuti arah kedua pedang Loren, menangkis dan menyerang berganti gantian.


Felis tidak merasa kesulitan yang berat, dia hanya memberikan semangat yang mendukung Loren. Namun, mentalnya sangat terganggu karena menggunakan perubahan wujut terus menerus.


"Kau tahu, Loren. Dalam sejarah, seorang batari abadi dapat mengimbangi dua sampai tiga grim reaper dunia." Ucapnya.


"Karena itulah aku menunggu salah satu grim reaper dunia lain." Ucapnya selagi bertahan dengan serangan serangan tenaga penuh Ursula.


Dalam sekali tarikan napas Ursula mendominasi pertarungan, tangannya yang sedikit bersinar karena tehnik tenaga dalam yang kuat menyerang setiap celah yang dimiliki Loren.


Sebenarnya Loren adalah grim reaper dunia peringkat lima, dia adalah seorang iblis yang begitu kuat. Julukan grim reaper hanya dimiliki oleh iblis yang menggunakan kekuatannya untuk berperang melawan dewa.


Sesuatu terbang dengan cepat menuju Loren dan Ursula, sayap kelelawarnya menunjukkan statusnya sebagai iblis, dan sabit berdarah kering di tangannya menunjukkan statusnya sebagai salah satu dari tujuh grim reaper dunia.


"Hector!, bantu aku cepat." Ucap Loren, tangannya sedikit bergetar menahan setiap serangan Ursula.


"Tuan Hector, sebuah kehormatan bisa bertarung dengan wakil pemimpin iblis saat ini." Ursula semakin menjadi jadi karena kebenciannya pada iblis.


Kedua saudarinya sama sekali tidak setuju dengan kebencian yang dimiliki Ursula, salah satunya adalah saudari tertuanya, Aqua.


"Nyonya Ursula terlalu termakan dendam pada kaum kami, kaum iblis." Hector sama sekali tidak tertarik dengan pertarungan seperti ini, namun melihat saudaranya diserang oleh batari abadi tentunya membuatnya sedikit marah.


"Sikap tenangmu itu membuatku jijik, Tuan Hector." Ursula kembali menyerang dengan sekuat tenaga, Hector menghindar dan menyerang dengan tenaganya.


Namun gairah pertarungan Hector sama sekali tidak terlihat, bahkan Ursula yang merupakan seorang batari memiliki gairah bertarung.


"Kudengar, seorang membunuh dan bertarung karena tiga hal. Yang pertama untuk perlindunga diri, orang seperti itu sama sekali bukan apa apa. Yang kedua karena disuruh atau dipaksa, yang ini sedikit lebih berbahaya. Lalu yang ketiga karena ia menikmati pembunuhan itu sendiri." Ucap Ursula, Loren membuka matanya lebar. Kedua pedangnya terus berterbangan ke segala sisi.


"Tetapi, Tuan Hector. Sepertinya kau mamiliki tujuan yang keempat, yaitu karena kau memiliki tujuan tersendiri." Ursula sedikit membuat Hector terkejut.


"Apa ini ekspresi seseorang yang sudah membunuh banyak sekali orang, hingga melakukan pertarungan tanpa ekspresi sedikit pun." Ucapan Ursula tidak membuat Hector menambah kekuatan atau melakukan perubahan pola serangan,


Sabitnya berputar putar melakukan tehnik tenaga dalam perubahan wujut tingkat tinggi. Beberapa cahaya hitam melesat mengikuti kemana pun Ursula pergi.


Satu serangan berhasil mendarat di tubuh Ursula, membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh dari ketinggian.


Loren dan Hector mengikutinya jatuh, lantas Hector melingkarkan sabitnya di dekat leher sang batari. Ia melakukannya dengan penuh waspada, ia tahu batari abadi memiliki kemampuan khusus.


"Ein..." Ursula sedikit menekan suaranya. Ein terkejut, ia bahkan tidak memberi tahu namanya sedikitpun.


"Namamu Ein, bukan."


Hector terus waspada. "Loren, kau jaga Ein. Aku tak yakin batari ini akan bersikap jujur." Hector mengingatkan Loren, Loren terbang seketika mendekati Ein.


"Saudariku, Aqua, ingin bertemu denganmu." Ucap Ursula, seketika tubuh Ursula menghilang meninggalkan pakaiannya yang tak ikut menghilang.


"Dia mengecoh kita!!." Hector dengan cepat menoleh pada Loren, namun apa yang dilihatnya sama sekali tidak masuk akal.


Ein juga menghilang, Loren bahkan tidak melakukan apa apa, Felis terkejut dan mendekati tempat Ein tadi berada.


"Ein!!, dia tak ada!!." Teriak Felis, Loren dan Hector hanya terdiam tak mengerti situasinya.


"Tuan Hector!!, kembalikan Ein!!, tolong lah!." Teriak Felis terus memohon. Hector sedikit berkeringat dingin, dia tak pernah melihat sihir apapun yang berhasil menghilangkan tubuh seseorang tanpa menyentuhnya.


"Aku tak bisa mengembalikannya." Ucap Hector menyesal. Matanya dipenuhi gumpalan hitam, sesosok yang dibencinya, Aqua.


"Kemungkinan ini tehnik khusus milik Aqua." Ucapnya.


Lain dengan Ursula, Ein menghilang bersama pakaiannya. Bahkan syal hitamnya ikut menghilang.


"Ada apa sebenarnya ini?." Loren menyentuh tempat Ein awalnya berdiri.


"Kata kata Ursula." Hector terus mengatakan hal yang sama, tentang Ursula atau Aqua. "Dia bilang 'Aqua ingin bertemu dengan Ein'?, apa maksudnya itu?."


"Kuharap kita bisa menyelidiki apa yang ada terlebih dahulu." Ucap Loren menunjuk pakaian dan perban milik Ursula.


"Kau benar, untuk sementara kita selidiki Ursula. Jika masih ada tanda tanda kehidupannya, kita buru dia sampai dapat menggunakan tenaga tujuh grim reaper dunia."


Felis terlihat tidak terlalu percaya pada kedua iblis di hadapannya.


'Kemana sebenarnya Ein pergi?.'


[][][]