
Suatu pagi yang cerah di bulan Januari
(Kediaman Keluarga Iris)
"Tuan!,tuan muda Green Kananta!!"
"Hm?,bibi?,kenapa?"
Green menjawab nya sambil mencoba membuka mata nya
"Tuan,ada nona Morado!!"
Bibi berkata sambil ketakutan
"Hah?!,Kenapa nona Morado ada disini?"
Green menjawab sambil berlarian kesana kemari untuk mempersiap kan diri
"Tuan muda,coba pakai baju yang ini saja"
"Baik terima kasih,bibi"
*Sambil tersenyum lembut*
"Oh iya bi,bisakah bibi keluar?saya mau ganti baju"
"Baiklah Tuan muda,dan maaf kan saya yang lancang ini"
"Tidak apa-apa bibi"
*Krek..blam*
*Wush..wush...*
"Harus cepat!"
"Harus cepat!"
"Kenapa nona Morado ada disini?!"
"Padahal pagi hari ini aku ada janji dengan Yellow"
"Apa semua ini ulah Ayah?"
"Ah...entahlah?aku harus lebih cepat!"
(Beberapa saat kemudian)
*Krek.....*
"Tuan muda?,apa belum selesai?"
"Ah..bibi,sudah,saya sudah selesai"
"Oh baiklah,tapi tuan muda..bagaimana janji tuan dengan nona Yellow?"
"Itu dia..aku bingung harus bagaimana"
"Bagamana kalau saya akan memberi kabar kepada nona Yellow,bahwa pertemuan anda dengan nona diundur menjadi sore hari."
"Bagaimana pendapat tuan muda?"
"Boleh,begitu saja bi..agar Yellow tidak kecewa"
"Tolong nanti bibi sampaikan ya?"
"Baik tuan muda,nah sekarang tuan muda cepat turun nona Morado sudah menunggu"
"Baik bi"
*Menjawab dengan suara lesu*
(Sesampai nya di tempat pertemuan)
"Hallo tunanganku"
*Sambil tersenyum lembut*
"Hallo nona Morado"
*Menjawab dengan suara yang dingin dan tegas*
"Oh ayolah sayang"
"Kenapa kau memanggilku begitu,seharus nya kau memanggilku dengan lemah lembut sayang"
*Suara yang dilembut-lembutkan*
"Hah?!..sayang?!..mana mungkin aku memanggil mu begitu"
*Menjawab dengan suara keras dan tegas*
"Kenapa?,kenapa tanya mu sayang?,tentu saja aku kemari untuk melihat keadaan tunanganku"
*Sambil tersenyum*
"Saya bilang cukup basa basi nya dan cepat beritahu saya kenapa nona Morado ada disini?!"
"Akh!..aku mulai muak!"
(Krek...tap..tap..tap)
(Mendekat)
"Sayang~"
"Boleh tidak aku menikah dengan mu bulan tahun depan?"
*berbicara lembut dan merayu*
"Hah?!..apa maksudmu?"
"Oh..apa itu terlalu lama?,kalau begitu bagaimana jika bulan depan?"
"Tunggu-tunggu!"
"Apa maksudmu?,pernikahan?,apa kau bercanda?!"
"Tentu saja tidak.."
"Apa maksud mu tentang pernikahan ini?!"
"Bahkan pertunangan mu dengan ku saja..aku menolak"
"Dan kau sekarang.. ingin menikah dengan ku?"
"Hehe..iya..aku ingin menikah dengan mu sayang~"
"Oke..hari ini cukup sampai disini saja percakapan kita.."
"Sekarang.. kau cepat pergi!"
"Tapi sayang~"
"Aku ingin bersamamu~"
"Pergi!!"
"Cepat pergi!!"
"A..apa maksud mu sayang?,ka..kau mengusirku?"
"Iya!..aku mengusirmu!"
"A..aku akan melaporkan nya pada Papa mu!"
*Pergi sambil menangis*
"Akh akhirnya pergi juga"
"Sekarang pergi ke Yellow~"
(Beberapa saat kemudian)
"Bibi!"
*Berteriak keras dan dengan nada yang menggembirakan*
"Iya?,Tuan muda ada apa?"
"Bibi,tolong siapkan kuda tercepat yang ada di keluarga Iris"
"Ba..baik Tuan muda"
"Ta..tapi ada apa Tuan muda?, kenapa anda terlihat sangat bahagia?"
"Oh itu...ehm..sa..saya mau pergi ke Yellow lebih cepat"
*Sambik tersenyum bahagia*
"Apa perlu saya kabar ini kepada nona Yellow?"
"Ah...itu tidak perlu bi,saya mau kasih kejutan ke Yellow"
"Baiklah,saya akan siapkan kuda tercepat di keluarga ini"
Bersambung~