
"Yellow,bisa tidak jalan mu sedikit lebih cepat lagi?"
"Hah...ini..sudah cepat tau!"
"Kita tidak akan tersesat lagi bukan?"
"Tidak akan"
"Aku kan tau jalan nya"
"Lalu kemarin malam,kenapa kau tidak mengantarku saja..tapi malah kau bawa pulang aku"
"Kemarin kan sudah terlalu larut malam,dan di hutan ini kalau malam akan ada sekelompok serigala"
"Apa?,se..serigala?"
"Hm.."
*Angguk-angguk*
"Kau bilang mau mengantarkan aku pulang,tapi kenapa arah nya seperti bukan ke alun-alun?"
"Aku bilangkan mau mengantarkan mu pulang,maka langsung saja membawa mu pulang ke rumah mu"
"Tunggu...otak ku sedang bekerja"
...
...
...
"Ah...jadi maksud mu kau ingin membawa ku pulang langsung ke Panti?"
"Yap..betul sekali"
"Tapi tak kusangka otak mu ternyata lebih payah daripada yang aku duga"
"Hmph..menjengkelkan!"
"Hahahahahahahahaha"
"Hei..aku kan tidak berbohong"
"Bohong!"
"Kau sedang berbohong"
"Hahaha...terserah lah"
"Hmph!!!"
"Pft.."
"Kau tidak perlu menahan tawa,keluarkan saja"
"Hh...ba..baiklah,HAHAHAHAHAHAHAHA"
"Sialan_-"
"HAAHAHAHAHAHAHAHA"
"Huhu..hu...hm.."
"Sudah selesai?"
"Belum,HAHAHAHAHA"
"Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha"
"Ternyata benar ya kata orang,tertawa di atas penderitaan orang itu menyenangkan"
"Hu...huh"
*Mengusap air mata*(Tertawa di atas penderitaan orang)
"Sudah selesai acara tertawa nya?"
"Sudah kok..hehe"
"Jangan marah ya....?"
"Kalau aku tidak mau gimana?"
"Oh ayolah...maafkan aku..,ya?"
"Nggak!!"
"Huhu...ternyata kau juga orang yang keras kepala ya?"
"Iya, kepala ku sangat keras!,bahkan lebih keras daripada batu!"
"Hei...ayolah..jangan marah ya~"
"Cih...suka-suka akulah"
"Oh..ok,suka-suka kamu saja ya.."
*Grasak*(memanjat pohon)
"He..hei,kau mau kemana?"
"Aku?,tentu saja aku mau pulang"
"Apa?!,kau mau pulang?"
"Iya..."
"Tapi..tapi.. bagaimana dengan ku?"
"Kau bilang akan mengantarkan aku ke Panti?"
"Sampai jumpa,semoga suatu hari nanti bisa bertemu lagi ya..."
"Apa?,he..hei!"
*Grasak-grasak*(berpindah ke pohon lain seperti seekor monyet)
"He..hei!,tunggu!!"
"Hei!!!!"
"Akh!!..sialan!"
*Menghentakkan kaki*
"Aw....ternyata luka ku yang jatuh saat itu ternyata belum sembuh"
"Ah..sudahlah!"
"Jalan lurus saja!"
*Tap..ta.tak..*
*Bruk*
"Aw...sakit!"
"Huhuhu...."
"Sakit"
"Sudahlah kalau tidak bisa jalan maka merangkak saja"
"Aw....sakit!"
"Ah...merangkak pun tidak bisa"
"Kalau begitu kita coba dengan melata saja"
(Beberapa saat kemudian)
(Alun-alun)
"Yellow!"
"Kau di mana?,Yellow?"
"Bagaimana ini tuan?,sudah hampir satu jam tapi belum menemukan Yellow"
"Jika bibi sudah lelah..maka bibi kembali saja,saya..akan tetap disini sampai menemukan Yellow"
"Bibi..masih kuat kok,uhuk..uhuk"
"Bibi...,bibi kembali saja ya.."
"Baiklah tuan"
"Yellow!"
"Yellow!!"
"Kau di mana,Yellow?"
"Yellow!!!!"
(Disisi lain)
"Aku...harus...kembali"
*Srek..srek..srek..*
"Aw...sial!"
"Kenapa harus perut ku sih?"
"Uuaa' hei lihat ada ular jadi-jadian"
"Aa' apa maksud mu Siluman Ular?"
"Uaa' kau benar,itu maksudku"
*Srek..*
"Hei!,monyet sialan!"
"Tutup mulut mu itu!"
"Hah?!,di..dia mendengar pembicaraan kita?,Uaa"
"Aa' kau benar,apa dia memiliki kemampuan khusus"
"Kalau iya memang nya kenapa?"
"Uuaa' apa kau tidak bercanda?"
*Plak*
"Aw..uua'..apa kau gila?"
"Yang gila itu kau,dia sudah menjawab pertanyaan kita,berarti dia tidak bercanda..aa'..dasar bodoh"
"Haha..ternyata kalian baru sadar kalau kalian sangat bodoh?"
"Tapi uua' kenapa perut dan tangan mu berdarah?"
"Uaa' benar itu kenapa?,dan kenapa kau melata seperti seekor ular?"
"Oh ini...karena.."
BERSAMBUNG~