RAINBOW HUMAN

RAINBOW HUMAN
EPISODE 16



"Aku...harus...kembali"


*Srek..srek..srek..*


"Aw...sial!"


"Kenapa harus perut ku sih?"


"Uuaa' hei lihat ada ular jadi-jadian"


"Aa' apa maksud mu Siluman Ular?"


"Uaa' kau benar,itu maksudku"


*Srek..*


"Hei!,monyet sialan!"


"Tutup mulut mu itu!"


"Hah?!,di..dia mendengar pembicaraan kita?,Uaa"


"Aa' kau benar,apa dia memiliki kemampuan khusus"


"Kalau iya memang nya kenapa?"


"Uuaa' apa kau tidak bercanda?"


*Plak*


"Aw..uua'..apa kau gila?"


"Yang gila itu kau,dia sudah menjawab pertanyaan kita,berarti dia tidak bercanda..aa'..dasar bodoh"


"Haha..ternyata kalian baru sadar kalau kalian sangat bodoh?"


"Tapi uua' kenapa perut dan tangan mu berdarah?"


"Uaa' benar itu kenapa?,dan kenapa kau melata seperti seekor ular?"


"Oh ini...karena.."


(Alun-alun)


"Yellow!"


"Apa aku coba cari di sekitar hutan saja ya?"


"Baiklah aku akan coba cari.."


*Tap..tap..tap*


"Yellow!"


"Kau di mana Yellow?!"


*Grasak..sret...srek...*


"Hah,suara apa itu?"


"Tolong...sese..orang..tolong!"


*Srek..srek*


"Ye..yellow?"


"Apa itu kau?"


"Gre..green.."


*Suara lirih*


"Ye..yelow!!?"


*Drap..drap*


"Yellow!!?"


"A..ah..halo green"


*Bruk*


"Ye..yellow!!"


"Bangun yellow!!"


(Di rumah sakit)


"To..tolong!"


"Halo tuan.."


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong satu kamar VVIP"


"Ah..baik tuan"


"Wow..orang kaya"


"Ah..apa belum?"


"Ah..maaf tuan"


"Tolong tunggu sebentar"


....


"Sudah tuan..dengan atas nama pasien siapa?"


"Yellow"


"Yellow Gauri"


"Baik"


(Besok pagi)


*Drap..drap*


-Maaf bu..dirumah sakit tidak boleh berlari-


"Ah..maaf ya mbak"


"Raven.."


"Nomor berapa kamar nya Yellow?"


"Nomor 20 di lantai 2"


"Yang daerah mana?"


"Ng...daerah Kembang Mayang"


"Kok gitu amat nama nya?_-"


"Mana Raven tau bu..."


(Beberapa saat kemudian)


"Kalau menurut alamat ini sih benar bu.."


"Ngomong-ngomong kamu dapat dari mana alamat itu?"


"Ah ini?,tadi diberitahu si rambut merah"


"Maksud kamu teman nya Yellow yang rambut merah?"


"Iya,ayo bu kita masuk"


"Ayo"


*Kriek...*


"Yellow!"


"Loh kok kamar nya kosong?"


"Hah?,Kosong!?"


"Benar nggak sih alamat nya tadi..?"


"Benar kok bu.."


"Sini coba ibu lihat"


"Ini bu"


...


...


"Eh kertas nya ada yang kelipat"


*Srek*


"Nomor 20,Kembang Mayang,VIP"


"Loh?"


"Kenapa bu?"


"Kok Yellow di ruangan VIP?"


"Apa, VIP?"


"Berarti bukan di sini bu.."


"Lalu di mana?"


"Di lantai 5 bu..."


"Jadi harus naik lagi ya?"


"Begitulah bu.."


(Beberapa saat kemudian)


"Hah..hah.."


"Ca..pek..hah"


"Ini sudah benar kan kamar nya?"


"Benar kok bu.."


"Awas aja kalau salah kau Raven!!"


*Kriek..*


"Yellow?"


"Loh?,lagi-lagi kosong?"


"Apa kosong lagi?"


"Raven!"


"Iya bu.."


"Apa ibu sangat marah kali ini?"


"Sudahlah bu.."


"Raven,mana kertas itu tadi?"


"I..ini bu.."


*Gemetar*


"Kamar nomor 20,Kembang Mayang,VIP"


"Semua nya sudah benar,apa nya yang salah?"


"Coba Raven lihat"


"Ini"


"Kamar nomor 20,Kembang Mayang,..."


"Tunggu apa ini?"


"Kembang Mayang,VVIP!!?"


"Apa!?,VVIP?"


"Di mana letak nya..Raven?"


"Uwa!!,ibu sangat menakutkan.."


"Di..didi lantai sa..satu bu.."


*Gemetar*


"Apa!!???"


"Kita harus turun lagi!?"


"Ah..kaki ku rasa nya seperti mau patah"


"Sudah Lift nya rusak,harus naik-turun tangga lagi!"


"Ibu sudah tidak kuat!"


"I..ibu?"


"Ayo..ibu Raven gendong saja"


*Merundukkan badan*


"Baiklah"


BERSAMBUNG~