
(Panti Asuhan)
"Yellow!!"
*Bruk*
"Aw...hei jangan asal lompat,kalau sampai ranjang nya jebol gimana?"
"Hehe..iya deh maaf"
"Oh iya Yellow,tadi kau bilang siang ini ada janji dengan orang..tapi sekarang kan sudah hampir siang,kenapa kau tidak berangkat?"
"Hu..huwa!!,aku lupa!"
"Untung saja ada aku yang mengingatkan"
"Iya...makasih ya Meena"
"Sama-sama,tapi Yellow kau tidak makan siang disini dulu?"
"Tidak perlu,nanti aku akan makan diluar"
"Oh..begitu"
"Yasudah sana keluar!,aku mau ganti baju.."
*Dorong*
"Ok...tapi kau tidak perlu mendorongku!!"
*Krieek..blam!*
"Hei Yellow!,kalau menutup pintu pelan-pelan saja!,kalau sampai jebol gimana?!"
"Iya..iya,maaf ya nenek lampir yang bawel!"
"Hei!!!!!"
"Hahahaha"
(Beberapa saat kemudian)
"Yellow!!,udah belum?"
"Iya..iya udah nih"
*krieek.."
"Gimana?,bagus ngk?,Meena"
"Biasa saja_-"
"A..apa?!"
"Kau ini!,mau pergi bersama seorang laki-laki..tapi..kenapa pakaian mu begini?!"
"Hei!!,ini itu baju yang selalu kusimpan,dan sekarang baru ku pakai tau!!!"
"Sini..sini ikut aku.."
*Tarik..*
"Ah...hei!,mau kau bawa kemana aku?"
"Sini!!!,ikut saja!"
"Aku..akan mendandanimu!!"
"Diam Yellow!!!"
(Beberapa saat kemudian)
"Nah..bagaimana Yellow?"
"Ini adalah karya seni ku yang terbaik!"
"A..apa ini?!"
"Kau ini bilang karya seni?!"
"Huwa!!"
"Wajah natural ku!!!!"
"Hei,ini itu dandanan terbaik yang pernah aku lakukan"
"Ini..terlalu menor!!"
"Lihat saja,bagaimana bisa bibirku yang tipis..kecil nan indah,sekarang sudah hancur!"
"Huwa..."
"Ada apa sih ini ribut-ribut?"
"Oh Raven,coba lihat karya seni ku ini.."
*Tunjuk*
"Hah?!"
"A..apa itu?,pft..hahahaha"
"Hahahahahahahaha"
*Tertawa terbahak-bahak*
"Lihatkan Meena!,Raven saja sampai tertawa seperti itu..tapi kau bilang ini karya seni?"
"Hm...aneh,padahal ini karyaku yang paling luar biasa"
"Tapi kenapa Raven tertawa?,padahal dia terkenal dengan manusia tanpa selera humor"
"bagaimana aku tidak tertawa?,kau bilang Yellow sangat cantik?,itu lebih tepat orang yang gagal operasi:^"
"Hahahahaha"
"Ye..Yellow?"
*Tap..tap..*
*Kriek*(masuk kamar mandi)
*crash*
"Hah...melelahkan.."
"Akh!!,kenapa tidak bisa hilang?"
"Hah..sudahlah"
*Tap...tap*
"Raven..aku pergi dulu ya.."
"Ok,tapi kau tidak bawa payung?,seperti nya sebentar lagi hujan"
"Ini..bawalah"
"Tidak perlu..kalau nanti hujan,aku akan berteduh"
*Ta..tap*
"Sudah ya..aku berangkat dulu,dadah"
"Da..dadah"
(Alun-alun)
"Hah..akhirnya sampai"
*Bluk*(duduk)
"Hah..duduk disini dulu saja"
"Hm?...dimana Green?"
"Padahal sekarang hampir sore.."
*Jder*
"Wah...langit nya mulai gelap..sebentar lagi pasti hujan"
"Seharusnya tadi aku mendengarkan apa yang dikatakan Raven"
"Huh..."
"Green...kau dimana?,kenapa kau belum datang juga?"
(Disisi lain)
"Green!,cepat ambilkan berkas nomor 245"
"Baik papa"
"Ini pa.."
"Makasih Green"
"Sama-sama pa"
"Green!"
"Iya ma.."
"Kenapa ma?"
"Tolong ambilkan tas mama yang merek Gacha,di gudang tas mama"
"Yang warna apa ya ma?"
"Yang warna merah bata"
"Baik ma.."
"Ma..mama!!"
"Yang ada corak nya atau tidak?"
"Yang corak batik!"
"Hah?..ba..batik yang mana?,ini banyak banget corak yang batik"
"Corak batik yang bagaimana ma?"
"Terserah kamu saja!"
"I..ini ma"
"Makasih nak"
"Sama-sama ma.."
"Oh iya nak,tolong ambilkan berkas yang ada di papa ya..?"
"Baik ma"
(Alun-alun)
"Hah...Green,kau dimana?"
*Crash..*(hujan)
"Wah...sudah hujan"
"Aku harus segera berteduh"
*Tap..tap.. tap*
BERSAMBUNG~