
Kami sampai dirumah tepat pukul lima sore, Mama sudah berdiri dengan berkacak pinggang. Karena tak biasanya kami pulang sesore ini.
"Kenapa baru pulang?" Tanya Mama agak ketus masih dengan berkacak pinggang.
"Mas yang telat jemput kok Ma, ada urusan sedikit tadi disekolah." Bohong Masku.
Aku sangat menyayangi Mas Ajar, selalu tau keadaanku, peka, juga selalu membelaku ketika aku benar.
Sesampainya dikamar aku langsung meletakkan tas dan rebahan sembari membuka handphone.
Fogil (4)
Sanianajwa Kai, udah selesai acara labraknya
Lisnainy iya Kai gimana?
Kaiara ya gitu deh, aku udah lakuin seperti yang kalian suruh
Sanianajwa bagoss
Nadiraa Lea gimana?
Kaiara yah dia udah mendingan lah
Lisnainy ya bagus deh
Kaiara boleh aku undang dia kesini? Gabung sama kita
Sanianajwa boleh
Lisnainy boleh
Nadiraa silahkan
Kaira added Leanav
Leanav ini grup apa?
Kaira grup kami dari kelas tujuh
Sanianajwa selamat datang di Fogil eh bukan lagi deng
Lisnainy yaiyalah kan Fogil itu Four Girl bisa juga Four Gila sih
Sanianajwa bagusnya Figil atau Vegil
Nadiraa Vegil
Sania change the group name
Kaiara tumben Nad
Nadiraa merubah hal baru
Lisnainy ea Nad
Leanav makasih ya semuanya
Sanianajwa santuy
Leanav maaf ya Nad aku nggak tau kamu suka sama Rio maaf banget
Nadiraa seloww gantengan oppa korea
Kaiara Hell
Aku tertawa sendiri di kamar membaca pesan dari Nadira membuat Masku menegur dari kamar sebelah, takutnya kebablasan.
Aku bahagia memiliki mereka, teman yang sesungguhya. Walau terkadang absurd setidaknya mereka tidak memakai topeng dan berpura-pura.
Aku mulai membersihkan diri, sekitar 10 menit aku selesai. Aku mulai mendudukkan diri di meja belajar, mengoreskan kata demi kata dibuku khusus milikku, membuat sebuah puisi yang tanpa sengaja terlintas di fikiranku.
**Aku terbang
Kau jatuhkan
Bagai hanya ranting
Aku tak bertopang
Seperti tertiup angin
Aku jatuh dikegelapan
Berteriak
Lelah
Berhenti
Pergi dan berpisah
Maksudnya adalah ketika aku diatas, orang lain akan selalu menjatuhkanku, sementara aku bagai hanya ranting yang rapuh dan tersentuh sedikit saja akan patah dan hancur berkeping-keping. Ketika orang lain ingin mematahkan ranting itu, seperti halnya mematahkan semangatku dan aku akan terpuruk.
Aku akan berteriak namun semakin lama aku pastinya akan lelah maka aku akan berhenti dan pergi kemudian kita akan berpisah.
Dasar ya aku sangat pandai membuat puisi ketika bosan baik dirumah maupun disekolah, namun ketika ada kelas Bahasa Indonesia, seperti orang yang tak mengerti apa-apa.
"Hm.. bikin puisi lagi?" Tanya Mas Ajar mengagetkanku.
"Mas ish, ngagetin aja." Ucapku kesal pada Mas Ajar.
"Tema apa?" tanyanya lagi tak mengindahkan kekesalanku.
Aku hanya mengedikkan bahu tak tahu, karena aku membuat puisi ketika sesuatu hal terlintas difikiranku, jarang aku akan membuat puisi ketika sedang tak terfikirkan apapun.
"Punya puisi tentang seseorang?" Tanya Mas kembali padaku.
"Ada, tapi terlalu spesifik," ucapku singkat.
"Mau liat coba." Pinta Mas padaku. Kutunjukan kata-kata puisi milikku yang berada di buku khusus.
**Waktu yang telah berlalu
Menjadi bayang mimpiku, tuk bisa bersamamu
Dihampiri seribu ragu hanya membisu
Tak ada implementasi dari kata rindu
Yang tersisa, senyum indah bagai candu
Untukmu yang masih menjadi semu digaris halaman tujuan akhirku
Untukmu yang telah berada disini beberapa waktu yang lalu
Beberapa hal hanya perlu aku lihat dari jauh
Biarkan aku mencintaimu dalam diam, tanpa sedikitpun
mengubah
Lalu ada yang lainnya seperti
**Tak apa, jika bukan diriku
Tapi, jangan hentikanku tuk jadi temanmu
Aku rindu, bulan
Aku rindu, hujan
Kau mungkin tak tau, tentang malamku
Bahkan tak pernah mengerti tulisanku,
Jika kubilang puisi ini, penuh air mata
Mana mungkin kau percaya
Karena kau hanya datang
Lalu menghilang
Mengetuk hati
Lalu pergi
Sampai kapan?
Sampai nanti hujan?
Daku katakan kerinduan
Tapi yang kudapat, ketiadaan
Ditepi waktu,
Hari-hari menutup lukaku
Tak kukenali raut wajahmu
Ingin sekali kurapalkan perasaanku, terhadapmu
Yah kira-kira hanya seperti itu puisinya terlalu spesifik, namun masih banyak puisi yang tertulis di buku khusus milikku yang tak kuberitahu.
Mas hanya mengangguk-angguk tak jelas seperti terkesima. Padahal Mas juga pandai membuat puisi namun, kenapa melihat punyaku?
Mas kembali kekamarnya dengan tersenyum tak jelas. Membuatku mengernyit kecil, ada apa?
Setelah selesai dengan puisi singkat, aku pun mulai membuka pelajaran sekilas dan kulanjutkan dengan tidur ketika kurasa sudah cukup lelah.
Esoknya
Lea datang dari arah tangga dengan senyum yang cerah, seperti tak ada hari kemarin namun, yang ada hanya hari yang cerah ini. Membuatku ikut tersenyum senang.
"Bahagianya," ucapku saat kami menaiki tangga sembari mengalungkan tanganku pada bahunya.
Lea masih saja tersenyum membuatku mengernyit sembari tersenyum namun, hal tak terduga terjadi, Lea memelukku dengan kencang.
Dari arah yang sama Sania, Lisna, dan Nadira datang bersamaan dan mulai menubrukkan diri padaku. Memelukku dengan amat kencang membuatku kehabisan nafas.
Ada apa dengan mereka?
"Kita habiskan masa SMP dengan bahagia, ya nggak guys?" Tanya Sania dengan semangat.
"Yes," ucap kami kompak. Baru sekarang aku mengerti.
Ah, bahagianya memiliki teman yang mengerti dirimu. Bukan begitu?
Untuk masalah kami sendiri telah selesai, Lea sudah diperbolehkan sekolah karena tak ada bukti yang kuat. Walaupun masih ada persepsi bahwa Lea melakukannya namun, ia seperti sudah tak peduli. Nadira pun sudah berteman baik dengan Lea. Membuatku senang kala mengingatnya.
Untuk Rhisa dan Cyntya sendiri sepertinya sudah terkena karma, Rhisa sudah tidak mempunyai teman lagi, karena keegoisan dirinya. Sementara Cyntya, ia telah berbuat kesepakatan dengan sekolah tentang pemfitnahan ini. Cyntya terancam dikeluarkan apabila menyebarkan berita bohong kembali.
Rio? Dia sudah tak pernah terlihat mendekati Lea lagi, walaupun aku yakin dia masih ingin berteman dengan Lea.
Yah, Karena mereka yang telah datang akan selalu menyisakan luka, walau pernah membawa tawa. Namun, selalu ingat karena setelah hujan dan badai akan selalu ada pelangi dan matahari yang menanti.
TAMAT
Untukku di masa lalu, terima kasih telah memberikan pelajaran tentang arti sahabat yang sejati. Mengajarkanku tentang luka dan tawa yang datang bersamaan. Masa lalu tidak untuk diresahkan. Namun, masa lalu harus dijadikan sebagai bahan pelajaran yang berharga. ~ Khaisya
Untukku di masa lalu, Tak perlu kamu perhatikan setiap orang yang meremehkanmu karena satu kesalahan yang telah kamu perbuat di masa lalu. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah lebih baik dari sebelumnya. Mungkin tidak mudah merubah diri dari buruk menjadi baik. Akan tetapi, demi mendapatkan masa depan yang lebih baik, kamu tak perlu mencemaskan hal tersebut. ~ Lia
Tamat?
Yakin?
Enggak deng bercanda 😂😂
lanjut kok lanjut
🍀🍀🍀
Hai guys, makasih buat kalian yang udah baca, like, rate dan favorite ceritaku.
Yang mau feedback silahkan tinggal komen dibawah. Aku orangnya timbal balik kok.
Jangan lupa ya like, komen, rate and klik favorite. boom like klo bisa ya hehe 😄😄
salam istrinya soobin 😙