Queen Zee

Queen Zee
8. chapter 8



🌺 Happy Reading 🌺


malam harinya Ziva bersama Raka Zidan Zain dan semua anggota Black Rose termaksud Adit sedang makan malam bersama setelah selesai Ziva mengumpulkan semua anggota nya untuk memperkenalkan Adit sebagai anggota baru,


" perhatian semua nya malam ini saya akan memperkenalkan Adit yang akan bergabung bersama kita " ucap Ziva


dan anggota Black Rose menyambut kedatangan Adit dengan ramah


Zidan dan Zain yang melihat itu sedikit terkejut karena ketika Ziva membawa Adit ke markas mereka sedang menjalankan misi.


" apakah kami ketinggalan informasi ? " ucap Zain meminta penjelasan


Raka pun mengajak Zidan dan Zain ke ruangan mereka dan mulai menceritakan nya.


sementara Ziva pergi ke kamarnya untuk bersiap siap pergi ke markas Black Crow, saat turun Ziva bertemu dengan Zidan


" mau kemana dek ? " ucap Zidan


" aku ingin keluar sebentar bang , jangan mengikuti atau mencari ku " ucap Ziva


" baiklah berhati hati lah " ucap Zidan mengelus kepala Ziva.


Ziva pun mengangguk tersenyum dan berlalu pergi ke garasi ,di dalam mobil Ziva memakai topeng nya.


sesampainya di markas Black Crow dia melihat sekitar markas yang di penuhi dengan penjagaan yang ketat dia pun segera mencari celah untuk masuk.


saat mendapatkan jalan untuk masuk Ziva hampir saja ketahuan oleh penjaga dengan cepat dia membius penjaga tersebut dengan sapu tangan yang telah dia siapkan.


saat masuk di terkejut melihat seseorang yang dia kenali ya itu Dewi dalam ke adaan terikat dan mulut yang di tutup , Ziva pun segera berusaha melepaskan nya .


saat selesai tiba tiba Ziva di pukul dari belakang oleh seorang penjaga dia segera berbalik dan menembak penjaga tersebut hingga tewas seketika.


Dewi terkejut melihat apa yang terjadi hingga Devano datang dan melihat kondisi sang ibu membuat nya marah , tampa bicara Devano langsung menyerang Ziva karena melihat Ziva memegang pistol.


Ziva dan Devano pun berkelahi dengan sangat sengit hingga keduanya saling mengarahkan pistol satu sama lain dan menembak secara bersamaan tapi dengan cepat mereka pun menghindari nya.


Ziva yang merasa rencana nya gagal segera meninggalkan markas Black Crow , begitu pun dengan Devano yang segera mengajak Dewi keluar karena Dirgantara telah menunggu nya di luar.


" sial rencana ku berantakan " ucap Ziva memukul stir mobilnya dan segera melajukan mobil menuju mension utama.


pagi harinya Raka yang tidak melihat Ziva di markas segera mencari nya namun tidak menemukan nya,


" ada apa ? " ucap Zidan yang melihat Raka


" aku tidak melihat Ziva , apakah kamu tahu dia dimana ? "


ucap Raka


" dari semalam dia keluar dan dia bilang jangn mencari nya " ucap Zidan


setelah mendengar ucapan Zidan , Raka pun segera menelpon Ziva tapi sama sekali Ziva tak mengangkat nya membuat Raka mencemaskan nya.


Raka pun segera menelpon Paman David


" halo paman apakah Ziva ada di mension utama ? " ucap Raka


" iya tuan " ucap David


setelah mendengar ucapan David Raka pun mulai tenang dan mematikan telpon nya.


" bagaimana ? " ucap Zidan


" dia berada di mension utama " ucap Raka


setelah itu mereka berdua pun pergi ke halaman belakang untuk berlatih bersama Zain dengan anggota yang lain.


" tuan perempuan itu sangat sulit untuk kita ketahui, data nya sangat rahasia dan sulit untuk kita retas , seperti nya dia bukan seseorang yang sederhana . " ucap Riko


Devano yang mendengar nya hanya mengangguk dan menyuruh Riko keluar.


Ziva yang baru bangun segera membersihkan dirinya setelah selesai dia bersiap siap untuk pergi ke markas. saat mengambil telpon nya tidak sengaja melihat beberapa panggilan dari Raka dan segera menelpon nya


" abang " ucap Ziva


" segera lah kemari " ucap Raka yang langsung mematikan panggilan nya.


Ziva pun bergegas menuju markas


" Abang " ucap Ziva yang melihat Raka menunggu nya di depan mension


" hm " ucap Raka


" aku harap kamu tidak mengulangi nya lagi , pergilah ke kamar mu abang melarang mu untuk keluar hari ini . anggap saja sebagai hukuman " ucap Raka lalu meninggalkan Ziva.


" bang mana Ziva? " ucap Zidan


" di luar " ucap Raka berlalu pergi


Zidan pun segera menemui Ziva


" ada apa dengan Raka ? " ucap Zidan


Ziva menghela nafas


" dia melarang ku keluar hari ini dan harus tetap di kamar sebagai hukuman nya , aku bukan anak kecil lagi yang harus di khawatir kan .aku bisa menjaga diri ku sendiri kenapa dia sangat menyebalkan " ucap Ziva


Zidan yang mendengar nya tersenyum.


" tapi di mata kami kamu tetap adik perempuan kami yang harus di lindungi, Raka sangat menyayangi mu di antara kami semua dialah yang paling bertanggung jawab jika terjadi apa apa kepada mu dan bahkan dia sudah berjanji kepada Kakek untuk selalu melindungi dan menjaga mu.


mengerti lah satu hal dek , kami semua sangat menyayangi kamu bahkan kami bisa mengorbankan nyawa kami untuk melindungi mu. jadi jangan berpikir bahwa kami tidak mendukung apapun yang kamu lakukan, bahkan kami semua ingin di setiap keadaan kami semua selalu ada untuk mu " ucap Zidan yang mengelus kepala Ziva.


" maaf kan aku " ucap Ziva yang langsung memeluk Zidan


" sebaiknya pergilah menemui Raka dan minta maaf padanya " ucap Zidan


Ziva pun segera mencari Raka ke ruangan nya


tapi dia tidak melihatnya,dia pun mencari di setiap sudut rumah tapi sama sekali tak menemukan nya.


" apa yang sedang kamu cari ? " ucap Zain yang melihat Ziva


" aku sedang mencari bang Raka, apa kamu melihat nya?"


ucap Ziva


" ada di taman belakang " ucap Zain


Ziva yang mendengar nya langsung berlari ke arah taman belakang


" aneh " ucap Zain yang melihat Ziva meninggal kan nya tanpa berbicara lagi.


saat melihat Raka Ziva segera berjalan menuju Raka yang sedang duduk


" abang " ucap Ziva


" ada apa ? " ucap Raka yang dingin dan cuek


" apakah masih marah kepadaku ? " ucap Ziva


" aku tidak pernah marah kepada mu " ucap Raka


" lalu apakah Abang menyayangi ku ? " ucap Ziva


" untuk apa bertanya seperti itu ?" ucap Raka


" maaf kan aku " ucap Ziva yang menunduk yang menahan tangis dengan meremas ujung baju nya.


Raka yang melihat Ziva sedikit merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan kepada Ziva


Raka pun segera memeluk Ziva


" jangan menangis aku tidak bisa melihat mu seperti itu , hatiku sangat sakit . " ucap Raka yang mengelus kepala Ziva.


" maaf kan aku karena tidak memberitahu Abang ketika aku keluar " ucap Ziva yang menangis


" aku harap ini terakhir kalinya kamu melakukan ini , aku sangat menyayangi mu. kamu adalah permata yang sangat berharga bagi Abang, jika terjadi sesuatu kepada mu aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.


kakek juga sudah berpesan untuk selalu menjaga dan melindungi mu ." ucap Raka


" maafkan aku " ucap Ziva


sementara Zidan dan Zain hanya melihat mereka dari arah pintu berjalan mendekat


" kalian berdua melupakan kami lagi " ucap Zain dengan wajah yang di tekuk


" ohh ayolah Zain " ucap Ziva tersenyum sambil merentang kan tangan nya Zidan dan Zain pun segera memeluk mereka.


" aku harap kita selalu seperti ini dan jangan ada rahasia di antara kita semua " ucap Raka


Zidan Zain dan Ziva yang mendengar nya hanya mengangguk.