
🌺 Happy Reading 🌺
saat di dalam mobil Ziva berpikir untuk membeli sebuah mension yang akan dia jadikan tempat tinggal untuk anggota mafia nya, di perjalanan Ziva tidak sengaja melihat beberapa orang pemuda yang di pukuli oleh preman dia pun segera berhenti .
Ziva yang melihat salah satu preman yang ingin membunuh salah satu pemuda segera melempar botol air ke arah preman tersebut, karena kaget segera preman tersebut mencari siapa orang yang berani mengganggu nya
" rupanya gadis kecil ,pergilah kami tidak berurusan dengan seorang gadis. kecuali kalau kau ingin bersenang senang bersama kami " ucap preman tersebut dengan tawa nya.
tanpa pikir lagi Ziva segera menyerang semua preman dengan gerakan yang sangat cepat dan membuat preman tidak bisa melawan dan mengelak , tapi salah satu preman ada yang ingin menusuk Ziva dari belakang dan detik berikutnya bukan Ziva yang tertusuk malah sebaliknya preman tersebut langsung tewas .
karena tidak terima rekan nya di bunuh semua preman mengepung Ziva , tapi Ziva tidak takut sama sekali
dia malah tersenyum mengerikan membuat para pemuda yang sedang terluka melihat nya merasa takut, Ziva segera melompat dan memutari semua preman dengan tangan yang memegang pisau dan mengarahkan ke leher semua preman dan seketika mereka semua tewas di tangan Ziva.
" ternyata menyenangkan juga " ucap Ziva tersenyum
Ziva segera menelpon Bayu untuk membersihkan mayat preman tersebut. selesai Ziva menelpon dia mendekati tiga orang pemuda yang sedang terluka
" terimakasih nona telah menolong kami " ucap pemuda yang lebih tua
tanpa bicara Ziva pergi ke mobilnya untuk mengambil kotak obat dan memberikannya kepada tiga pemuda itu.
" ambil dan obati luka kalian " ucap Ziva memberikan kotak obat
pemuda itu pun segera mengambil nya dan mengobati lukanya dan kedua saudara nya
" sekali lagi terima kasih nona , kami berhutang nyawa ke pada anda. kami bersedia mengabdi seumur hidup kepada anda " ucap pemuda yang lebih tua
Ziva yang mendengar nya tersenyum menyeringai.
" baiklah jika itu keinginan kalian , tapi jika kalian mengkhianati ku ingat aku akan menebas kepala kalian semua pada saat itu juga " ucap Ziva
membuat ketiga pemudah itu seketika membulat kan mata dan merasa takut.
" kami berjanji akan setia kepada anda nona apapun yang terjadi kami akan selalu bersama anda meskipun harus mengorbankan nyawa kami nona " ucap ketiga pemuda
Ziva sedikit merasa tersentuh dengan ucapan ketiga pemuda itu.
" baiklah perkenalkan nama saya adalah Ziva Mahendra " ucap Ziva
ketiga pemuda itu di terkejut siapa yang tidak mengenal tuan Mahendra pengusaha nomor satu di negara A dan orang terkaya di kota B
" nama saya adalah Raka anak pertama, dia Zidan anak kedua , dan Zain anak ketiga " ucap Raka memperkenalkan diri dan kedua adiknya.
" apakah kalian mempunyai tempat tinggal ? " ucap Ziva
" tidak kami baru saja di usir oleh ayah kami " ucap Raka
" baiklah kalian akan tinggal bersama ku dan kakek " ucap Ziva
" tidak kami akan mencari tempat tinggal nona " ucap Raka
" kelian sudah berjanji mengabdi kepada ku , jadi kalian harus tinggal bersama ku. jangan takut soal kakek aku akan memberitahukan nya. " ucap Ziva yang lembut
Ziva pun mengajak mereka ke mension utama
saat masuk Ziva bertemu dengan David
" paman bisakah paman menyiapkan tiga kamar untuk mereka ? " ucap Ziva menunjuk ke arah Raka Zidan dan Zain
" tentu saja nona , mari ikuti saya " ucap David
" terimakasih paman David , apakah kakek sudah pulang paman ?" ucap Ziva
" iya nona ,tuan besar ada di ruang kerjanya " ucap David dan mengajak ketiga pemuda itu
" silahkan ini adalah kamar kalian " ucap David
" terimakasih tuan " ucap Raka
" kak Raka aku yang di tengah " ucap Zain
" baiklah, aku akan di sebelah kiri dan Zidan di sebelah kanan " ucap Raka dan Zidan hanya mengangguk
mereka masuk di kamar masing masing untuk beristirahat.
sementara Ziva sedang berada di ruang kerja Mahendra
" kakek... apakah aku mengganggu ? " ucap Ziva
" tentu saja tidak sama sekali ,katakan apa yang kamu inginkan ? " ucap Mahendra dengan lembut
" kakek tentu tahu apa yang aku inginkan " ucap Ziva tersenyum dan mulai menceritakan kejadian tadi
Mahendra tidak terkejut lagi karena Bayu sudah memberitahu nya tapi dia hanya ingin Ziva jujur kepada nya dan terbukti Ziva tidak merahasiakan nya.
" aku mengajak mereka tinggal bersama kita kek apakah boleh ? " ucap Ziva sedikit takut
" tentu saja jika itu membuat mu bahagia cucu ku , dan ..?" ucap Mahendra
" aku ingin membeli sebuah mension kek untuk menjadikan tempat tinggal mafia ku sekaligus markas " ucap Ziva
" kakek mempunyai mension di tengah hutan " ucap Mahendra
" benar kah kek ? " ucap Ziva
" tentu saja , pakai lah untuk mafia mu " ucap Mahendra
" terimakasih kek aku sangat menyayangi mu " ucap Ziva langsung memeluk Mahendra.
setelah selesai Ziva segera pergi ke kamarnya beristirahat Karena dia akan memberitahukan kepada Raka Zidan dan Zain soal rencana nya untuk membuat mafia .
malam harinya Ziva pergi ke kamar Raka Zidan dan Zain untu memanggil mereka makan malam bersama
" apakah kalian bertiga tidak lapar ?" ucap Ziva yang mengetuk pintu kamar mereka bertiga.
mereka semua pun berkumpul di meja makan
" selamat datang di keluarga Mahendra" ucap Mahendra
" terimakasih tuan karena telah menerima kami" ucap Raka
" jangan panggil saya tuan panggil kakek ,mulai sekarang kalian adalah bagian dari keluarga Mahendra dan akan menjadi cucu saya ." ucap Mahendra Ziva yang mendengar nya tersenyum bahagia
" apakah sekarang aku memiliki kakak kek ?" ucap Ziva
"tentu saja ,mulai sekarang kita adalah keluarga.saya harap kalian bertiga bisa menjaga Ziva karena dia adalah perempuan satu satunya di keluarga kita " ucap Mahendra
" terimakasih kek telah menerima kami bertiga menjadi keluarga kakek kami berjanji akan selalu menjaga Ziva.
perkenalkan nama saya Raka dia adik saya Zidan dan dia Zain " ucap Raka sambil memperkenalkan Zidan dan Zain
setelah itu mereka semua makan malam dengan tenang tanpa berbicara lagi.
pagi harinya Ziva sedang berolahraga di taman
sementara Raka dan Zidan sedang bersama Mahendra dan Zain masih terlelap dalam tidurnya.
" kakek punya permintaan ke pada kalian " ucap Mahendra
" katakan saja kek kami akan melakukan apapun itu "ucap Raka
Mahendra pun menceritakan awal mula bertemu dengan Ziva dan menjelaskan semua yang di alami Ziva.
" kakek harap kalian bisa menjaga dan melindungi Ziva,kakek sangat menyayangi nya apapun yang akan dia lalukan kakek akan selalu mendukung nya termaksud membuat sebuah mafia" ucap Mahendra membuat Raka dan Zidan terkejut.
setelah itu Raka dan Zidan keluar dari ruang kerja Mahendra dan segera mencari Ziva.