
🌺 Happy Reading 🌺
Hari ini Mahendra akan mengajak Ziva untuk pulang ke negara A " kek apakah aku harus ikut juga ? " ucap Ziva
" tentu saja , kakek tidak akan membiarkan kamu sendirian dan lagi pula di sana kakek akan memperkenalkan kamu sebagai cucu kakek dan sebagai penerus kakek. " ucap Mahendra
" kek kenapa kakek terlalu mempercayai ku ? " ucap Ziva
" karena kakek tahu bahwa kamu anak yang baik dan kakek percaya kamu tidak akan mengecewakan kakek , sudah ayo kita berangkat ." ucap Mahendra
mereka pun segera menaiki jet pribadi Mahendra .
sesampainya di negara A Ziva di buat terpana dengan keindahan nya " apakah cucu kakek ingin berjalan jalan ? " ucap Mahendra
" apakah boleh " ucap Ziva yang malu
" tentu saja kakek akan melakukan apapun untuk cucu kakek tersayang " ucap Mahendra
" terimakasih kek " ucap Ziva
Mahendra mengajak Ziva berkeliling kota B
" apakah kamu tidak lapar , dari tadi kita sudah berkeliling?" ucap Mahendra
" maaf kan aku kek, terlalu senang aku lupa kalau kita belum makan siang " ucap Ziva yang tersenyum malu
Mahendra pun segera mengajak Ziva ke sebuah restoran terkenal di kota B
" pesan lah apa yang ingin kamu makan " ucap Mahendra Ziva pun hanya mengangguk ,mereka pun menghabiskan waktu bersama untuk makan siang.
setelah selesai Mahendra segera mengajak Ziva pulang ,
saat sampai di mension Ziva begitu takjub dengan desain mension yang sangat megah di tambah dengan luas taman yang di penuhi dengan berbagai macam tanaman bunga.
" apakah kakek pecinta tanaman? " ucap Ziva
" bisa di bilang seperti itu , mereka yang menjadi teman kakek ketika kakek sedang bersantai " ucap Mahendra
" tapi sekarang ada Ziva kek jadi kakek bisa menghabiskan banyak waktu bersama Ziva " ucap Ziva segera memeluk Mahendra.
saat masuk mereka di sambut oleh beberapa pelayan dan kepala pelayan yang bernama David,
" selamat datang tuan besar dan nona muda " ucap David sambil membungkuk di ikuti dengan semua pelayan
" perkenalkan dia adalah cucu saya sekaligus penerus saya Ziva Mahendra " ucap Mahendra
" selamat datang nona muda " ucap para pelayan
" terimakasih telah menyambut saya , kalian semua jangan terlalu formal panggil saja Ziva " ucap Ziva yang tersenyum
" baik nona Ziva " ucap para pelayan
Ziva yang mendengar nya cemberut membuat para pelayan tersenyum dengan tingkah nya
Mahendra yang melihat ekspresi Ziva hanya tersenyum
"ayo ikut kakek akan kakek tunjukan di mana kamar kamu" ucap Mahendra
Ziva segera mengikuti Mahendra masuk ke dalam lift
" ini akan menjadi kamar kamu, masuklah " ucap Mahendra.
Ziva pun segera membuka pintu dan betapa terkejut nya dia, kamarnya hampir sama dengan kamar nya yang dulu. mengingat itu tiba tiba dia menetes kan air matanya
" kenapa menangis apakah kamar ini tidak sesuai dengan keinginan mu ? nanti akan kakek ganti " ucap Mahendra
" tidak kek kamar ini sangat bagus aku hanya merasa terharu karena kamar ini seperti kamar ku yang dulu , terima kasih kek aku sangat menyayangi kakek " ucap Ziva langsung memeluk Mahendra
" istrahat lah nanti kakek akan memanggil kamu ketika makan malam " ucap Mahendra segera pergi dari kamar Ziva.
Ziva berpikir bagaiman cara nya dia bisa mencari tahu kematian kakek nya jika dia berada di negara A, dia pun berpikir untuk membuat sebuah mafia dengan begitu dia akan gampang mencari semua informasi yang dia cari.
" baiklah aku akan memperkuat diri ku terlebih dulu setelah itu aku akan mencari beberapa orag untuk bergabung bersama ku membuat sebuah mafia" ucap Ziva pada diri nya sendiri.
malah harinya pelayan datang ke kamar Ziva sambil mengetuk pintu kamar " nona muda tuan besar memanggil anda untuk makan malam " ucap pelayan
" kakek apakah sudah lama menunggu ku? " ucap Ziva
" kakek juga baru datang,ayo makan dan habis itu istrahat besok kakek akan mengajak kamu ke kantor untuk memperkenalkan kamu sebagai penerus kakek " ucap Mahendra
" kakek apakah secepat itu ?" ucap Ziva
" tentu saja ,lebih cepat lebih baik " ucap Mahendra
mereka berdua pun makan bersama tanpa berbicara lagi.
Di dalam kamar Ziva sedang menikmati keindahan dari balkon kamar nya , " ternyata ini sangat nyaman, kakek aku sangat merindukan mu.tapi kakek tidak usah mencemaskan aku karena sekarang ada kakek Mahendra yang menjaga ku, beristirahat lah dengan tenang kek aku sangat menyayangi mu " ucap Ziva yang melihat bintang bintang.
pagi harinya Ziva sedang bersiap siap dengan memakai setelan jas rambut yang di ikat dan dengan memakai kaca mata tebal dia sengaja membuat diri nya seperti orang culun agar dengan mudah dia menjalan kan rencana nya.
saat turun dia melihat Mahendra yang sedang menunggu nya, Mahendra terkejut melihat penampilan Ziva yang berubah.
" apa yang sedang kamu rencanakan cucu ku ?" ucap Mahendra
" hehehe kakek " ucap Ziva
" apakah secepat itu kamu membuat rencana?" ucap Mahendra
" tentu saja kek seperti yang kakek bilang lebih cepat akan lebih baik " ucap Ziva
Mahendra hanya menggeleng mendengar jawaban Ziva
" kakek aku ingin membuat sebuah mafia " ucap Ziva
seketika membuat Mahendra menatap nya dengan tajam
" kenapa ? " ucap Mahendra yang berubah dingin
Ziva yang melihat sikap Mahendra berubah sedikit takut.
" kakek dengan begitu aku lebih muda menemukan dalang dari kematian kakek Atmaja dan selain itu aku juga bisa melindungi kakek membantu orang orang yang membutuhkan kek.aku berjanji tidak akan menyalagunakan kekuasaan yang aku punya nantinya kek, percayalah padaku Ziva mohon " ucap Ziva yang menangis
Mahendra yang tidak bisa melihat Ziva menangis apalagi itu adalah tekad Ziva untuk balas dendam.
" baiklah kakek akan mengizinkan kamu ,tapi kamu harus ingat kamu harus jaga diri baik baik karena kakek tidak bisa kehilangan lagi terlebih kamu adalah satu satunya keluarga yang kakek miliki " ucap Mahendra memeluk Ziva
sesampainya di perusahaan
" ayo kita turun " ucap Mahendra
Ziva pun segera keluar dan berjalan bersama Mahendra menuju ruang meeting di ikuti dengan beberapa bodyguard.
saat masuk semua staf dan manajer sudah menunggu mereka ,semua orang yang ada dalam ruangan tersebut bertanya tanya dengan seseorang yang akan di perkenalkan tuan Mahendra sebagai penerus nya.
" baiklah terima kasih sebelumnya karena kalian semua telah hadir ,saya akan memperkenalkan cucu kesayangan saya sekaligus penerus saya nantinya Ziva Mahendra " ucap Mahendra dan mengajak Ziva untuk memperkenalkan dirinya
" perkenalkan nama saya Ziva Mahendra mohon bantuan dan kerja samanya " ucap Ziva yang sedikit membungkuk
Mahendra yang melihatnya tersenyum.
begitu pun dengan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut .
setelah selesai Mahendra mengajak Ziva ke ruangannya
" ini sekarang akan menjadi ruangan mu juga " ucap Mahendra
" kakek tapi sebelum itu bisakah aku menyelesaikan rencana balas dendam ku ?" ucap Ziva
" tentu saja tapi kamu akan tetap membantu kakek mengelola perusahaan " ucap Mahendra
" baiklah kakekku tersayang, kakek karena perkenalan nya sudah selesai boleh kah aku berkeliling kota B lagi ? " ucap Ziva.
" tentu saja, kakek akan menyuruh Bayu mengantar mu " ucap Mahendra
" tidak kek aku akan berkeliling sendiri , Ziva mohon " ucap Ziva dengan muka permohonan nya
" baiklah kakek tidak bisa menolak mu ketika sudah memohon, tapi meskipun begitu kamu harus hati hati " ucap Mahendra
Ziva hanya mengangguk tersenyum dan berlalu pergi.