Queen Zee

Queen Zee
5. chapter 5



🌺 Happy Reading 🌺


setelah melumpuhkan para penjaga Ziva segera mencari ruangan ketua Black Tiger, saat menemukan nya dia segera menendang pintu hingga membuat sang pemilik kaget " siapa yang berani merusak kesenangan ku ? " ucap Dion ketua Black Tiger


" aku " ucap Ziva dengan dingin


" berani beraninya kau merusak kesenangan ku " ucap Dion dengan sangat marah sementara perempuan yang bersamanya mulai ketakutan


" penjaga " ucap Dion


" sayang sekali aku sudah melumpuhkan semua anak buah mu " ucap Ziva tersenyum di balik topeng nya


" sial " ucap Dion.


Dengan marah Dion segera mendekati Ziva untuk memukul nya tapi Ziva selalu menangkis setiap serangan yang Dion berikan


" sialan siapa kamu sebenarnya ?" ucap Dion


" maut mu " ucap Ziva


saat Dion ingin mengambil pisau di atas meja


Ziva segera melempar sebuah belati tepat di jantung Dion hingga membuatnya tewas seketika.


sementara wanita yang bersama Dion karena sangat ketakutan membuat nya pingsan


Ziva pun segera pergi ke tempat Raka dan Zidan yang sudah mengumpulkan semua anggota Black Tiger


" saya hanya akan memberi kalian dua pilihan bergabung bersama saya atau mati " ucap Ziva


semua anggota Black Tiger merasa kaget mendengar perkataan Ziva


" saya tau kalian merasa kaget tapi kalian hanya bisa memilih sekarang, karena ketua kalian telah tewas " ucap Ziva


" baiklah Queen kami akan mengikuti anda " ucap semua anggota Black Tiger


Ziva tersenyum mendengar nya


" mulai sekarang kalian adalah bagian dari Black Rose dan kita semua adalah keluarga " ucap Ziva


membuat semua anggota Black Tiger tersentuh mendengar perkataan Ziva karena selama ini Dion hanya menganggap mereka sebagai bawahan.


" sebelum kita keluar dari tempat ini kumpulkan semua uang dan senjata setelah itu bakar tempat ini hingga menjadi abu " ucap Ziva meninggal kan mereka semua .


" Zain ayo kita pergi " ucap Ziva yang menghampiri Zain


" tapi bang Raka dan bang Zidan ? " ucap Zain


" mereka berdua masih mengurus anggota kita yang baru " ucap Ziva yang langsung meninggal kan Zain


" tunggu aku " ucap Zain sedikit berteriak


sesampainya di markas


Ziva pergi ke ruang bawah tanah


sementara Zain pergi ke kamarnya untuk beristirahat


sementara Raka dan Zidan sudah menyelesaikan semuanya


" Zain di mana Ziva ? " ucap Raka


" mungkin di kamar nya " ucap Zain yang sibuk memainkan ponselnya


setelah itu Raka dan Zidan pun membersihkan diri mereka dan beristirahat.


pagi harinya Ziva dan ketiga saudara nya sedang sarapan bersama " Abang lihat lah berita pagi ini " ucap zain memberikan ponsel nya ke pada Raka karena penasaran Zidan pun melihatnya.


" dek kejadian tadi malam sudah di ketahui publik, apa rencana mu setelah ini ? " ucap Zidan


" biarkan saja , sekarang kita telah menjadi mafia nomor tiga maka bersiaplah kalian untuk lebih giat berlatih." ucap Ziva


" tapi aku penasaran alasan kamu membunuh ketua Black Tiger?" ucap Raka


Zain dan Zidan pun penasaran dengan jawaban Ziva


" baiklah akan ku ceritakan, karena sebelum nya aku telah mencari tahu tentang kematian kakek ku dan sedikit demi sedikit aku menemukan pelakunya tapi dia hanya kaki tangan. masih ada orang lain yang membantu nya dan aku akan berusaha menemukan mereka semua. " ucap Ziva dengan sorot mata tajam menahan amarahnya.


Raka Zidan dan Zain yang melihat nya segera memeluk Ziva " dek tenang lah kami akan membantu mu membalaskan dendam " ucap Raka


"sebaiknya kita semua istrahat besok kita akan kembali ke mension utama, aku sangat merindukan kakek " ucap Ziva


" tentu saja kami juga sangat merindukan kakek " ucap Raka setelah itu mereka pun beristirahat.


pagi harinya Ziva sedang bersiap siap untuk kembali ke mension " Zain di mana Ziva ? " ucap Zidan


" mungkin masih di kamarnya nya " ucap Zain yang sibuk dengan ponsel nya


Zidan pun duduk di samping Zain


" mana Ziva ? " ucap Raka


Zidan dan Zain hanya menaikkan bahu mereka


tidak lama Ziva pun turun


" apakah kalian sudah siap ? " ucap Ziva


Raka dan yang lainnya hanya mengangguk


" ayo kita berangkat, tapi aku tidak ingin satu mobil bersama kalian . " ucap Ziva yang langsung pergi


Di perjalanan Ziva tidak sengaja melihat seorang perempuan yang sedang di rampok dia pun segera menghentikan mobil nya dan menolong perempuan tersebut dengan gerakan cepat dia memukul perampok tersebut memutar tangan nya hingga patah hingga orang orang yang melihat nya datang membantu dan memanggil polisi.


" apakah anda tidak apa apa ? " ucap Ziva


sementara perempuan yang dia tolong masih menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan, tapi perempuan itu juga merasa kagum karena melihat seorang perempuan yang menolong nya terlebih penampilan Ziva yang terlihat seperti culun tapi pintar bela diri


" iya saya tidak apa apa , terimakasih karena telah menolong saya. Dan sebagai tanda terimakasih saya ingin mengundang kamu untuk makan malam di rumah saya " ucap perempuan tersebut yang bernama


Dewi Dirgantara siapa yang tidak mengenal keluarga Dirgantara salah satu pengusaha terkaya dan terkenal di negara A


" terimakasih tapi saya tidak bisa" ucap Ziva yang sedikit dingin mendengar perkataan Ziva hati Dewi sedikit kecewa


" baiklah tidak apa apa tapi bisakah kamu mengantar tante pulang karena tante takut jika perampok tadi mempunyai teman yang lain " ucap Dewi


" baiklah mari saya antar " ucap Ziva


Ziva pun segera mengantar Dewi pulang


sesampainya di mension Dewi


" masuk lah dulu " ucap Dewi


karena tidak tega melihat Dewi, Ziva pun mengangguk dan masuk


" silahkan duduk " ucap Dewi dan pergi ke dapur untuk membuat kan Ziva minum


" minum lah " ucap Dewi


" terimakasih Tante " ucap Ziva


Dewi terus memperhatikan Ziva yang sedang minum sementara Ziva merasa aneh dengan sikap Dewi yang menatap nya seperti itu


" terimakasih tante kalau begitu saya permisi " ucap Ziva yang ingin segera pergi


" iya hati hati terimakasih Karena telah menolong tante " ucap Dewi yang tersenyum tulus


melihat itu hati Ziva sedikit tersentuh dia pun membalas senyuman Dewi dan berlalu pergi meninggalkan kediaman Dirgantara.


sesampainya di mension utama


" dek kenapa kamu baru sampai ? kami semua sudah menunggu mu sejak tadi ? " ucap Zidan


"aku tadi tidak sengaja melihat seorang perempuan yang sedang di rampok jadi aku berhenti dan menolong nya , dan sebagai tanda terimakasih dia mengajak ku malam malam di rumah nya tapi aku menolak . karena dia takut naik taxi aku mengantar nya pulang " ucap Ziva


" kamu memang yang terbaik " ucap Zidan


Ziva yang mendengar perkataan Zidan hanya tersenyum dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


sore hari nya Ziva menemui sang kakek di ruang kerja nya


" kakek apakah aku mengganggu ? " ucap Ziva


" masuklah cucuku" ucap Mahendra


Ziva pun segera masuk.