Queen Zee

Queen Zee
6. chapter 6



🌺 Happy Reading 🌺


" kebetulan sekali kakek ingin memberitahu mu sesuatu " ucap Mahendra


" apa itu kek ? " ucap Ziva


" kakek ada perjalanan bisnis di luar negeri dan belum tahu kapan akan pulang jadi urusan di kantor pusat kakek serahkan kepada kamu . kamu jangan khawatir kakek sudah memberitahu Raka Zidan dan Zain untuk membantu , dan besok kamu harus ke kantor untuk membicarakan kontrak kerja sama dengan perusahaan Dirgantara kakek percaya ke pada mu " ucap Mahendra yang mengelus rambut Ziva


" aku pasti akan sangat merindukan kakek tapi kakek tenang saja aku akan mengatasi nya karena aku adalah cucu kakek " ucap Ziva tersenyum


"sore ini kakek akan berangkat " ucap Mahendra


" aku akan mengantar kakek bersama Abang Abang ku " ucap Ziva


Mahendra mengangguk dan tersenyum


setelah itu Ziva pun keluar dari ruangan Mahendra.


sementara di sebuah ruangan sebuah pria tampan dan gagah sedang mengamati sebuah berita


" hanya dalam semalam ketua mafia Black Tiger tewas terbunuh ? " ucap pria tersebut yang bernama Devano Dirgantara anak dari Dewi Dirgantara dan Reza Dirgantara salah satu pengusaha terkaya di negara A dan Devano adalah mafia nomor satu di dunia yaitu Black Wolf


"iya tuan dan yang membunuh nya adalah ketua mafia Black Rose dan karena hal itu Black Rose menduduki peringkat ketiga setelah menggeser Black Tiger.


Tidak ada yang tahu wajah ketua Black Rose seperti apa tapi ketua Black Rose seorang wanita tuan " ucap Riko asisten Devano sekaligus sahabat nya.


" menarik " ucap Devano tersenyum tipis .


sore hari nya Ziva mengantar Mahendra ke bandara


" kalian bertiga harus menjaga Ziva dengan baik jika tidak kakek akan memberi kalian pelajaran " ucap Mahendra yang tersenyum


" siap kek kami akan menjaga adik kecil kami yang sangat cantik ini " ucap Raka


" kakek tidak perlu mencemaskan ku , ada abang yang akan menjaga ku. jagalah kesehatan kakek jangan lupa Makan dan minum vitamin. Tapi ketika aku merindukan kakek bolehkah aku datang menemui kakek ? " ucap Ziva yang merasa sedih


" tentu saja , baik lah kakek berangkat dan kalian bertiga ingat pesan ku itu " ucap Mahendra


sementara Raka Zidan dan Zain mengangguk dan memeluk Mahendra, semenjak Mahendra menerima mereka sebagai keluarga mereka sangat bahagia dan merasa paling beruntung bertemu dengan Ziva.


Mahendra pun masuk ke dala jet pribadi nya


Ziva yang melihat Mahendra yang telah masuk ke dalam pesawat seketika menitikkan air matanya


" dek tenang lah kakek hanya keluar negeri untuk mengurus bisnis nya lagi pula masih ada abang dan jika kamu sangat merindukan kakek kita akan datang menemui nya " ucap Raka yang berusaha menenangkan Ziva


Zidan dan Zain yang melihat langsung memeluk mereka


" sudah jangan bersedih lagi masih ada kami bertiga yang akan menjaga tuan putri yang cantik ini " ucap Zidan


" Abang..... " ucap Ziva


" aku lapar ayo kita cari makan " ucap Zain


" astaga Zain " ucap Ziva yang tertawa


" begini baru cantik jangn menangis lagi wajah mu sangat jelek " ucap Zain yang mengejek Ziva


" apa kata mu ? " ucap Ziva yang sedikit berteriak Zain yang melihat ekspresi wajah Ziva segera berlari


" Zain mau kemana kamu , aku akan memberikan mu pelajaran lihat saja " ucap Ziva yang mengejar Zain


" pesan lah apa yang ingin kalian makan " ucap Raka


" aku yang akan memesannya kalian tunggu saja " ucap Zain yang memanggil pelayan


sementara tidak jauh dari mereka ada seseorang yang memperhatikan mereka terutama Ziva , perempuan itu adalah Dewi dia pun segera menemui Ziva


" Tante " ucap Ziva yang sedikit kaget


" silahkan duduk tante " ucap Ziva


Dewi pun duduk di samping Ziva


" tante belum tahu siapa nama kamu ?" ucap Dewi


" nama saya Ziva dia kakak pertama saya namanya Raka dia kak Zidan dan yang itu Zain " ucap Ziva


Dewi yang mendengar nya merasa lega karena dia bisa menjodohkan Ziva dengan anaknya.


meskipun penampilan Ziva terlihat culun tapi Dewi tahu di balik itu semua terdapat gadis cantik yang berhati baik pertemuan pertama nya bersama Ziva membuat dia merasa yakin bahwa Ziva adalah orang yang cocok untuk sang anak.


" bolehkah tante lebih mengenal mu ? " ucap Dewi


sementara Raka Zidan dan Zain hanya melihat percakapan antara Ziva dan Dewi


" tante tahu kalian pasti bertanya tanya , tante merasa bertemu dengan Ziva adalah sebuah keberuntungan terlebih tante tidak memiliki seorang anak perempuan, boleh kah tante menganggap kamu sebagai anak tante termaksud kakak kamu jika kalian mengizinkan" ucap Dewi memegang tangan Ziva dan menatap nya


sementara Ziva merasa bingung dengan situasi nya saat ini .


Raka yang melihat sang adik hanya diam langsung angkat bicara


" tapi tante belum mengenal kami ? " ucap Raka


" iya tapi setelah bertemu Ziva dan kalian semua Tante percaya bahwa kalian adalah orang baik, maka izin kan Tante untuk lebih mengenal kalian " ucap Dewi tersenyum tulus


karena merasa tidak tega mereka pun mengiyakan permintaan Dewi


" terimakasih mulai sekarang kalian bisa memanggil tante mamah Dewi" ucap Dewi yang langsung memeluk Ziva


" mamah akan pergi tapi sebelum itu berikan nomor telepon kalian " ucap Dewi setelah itu dia pun pergi


tidak lama makanan yang di pesan pun telah datang.


Di perjalanan pulang


" aku masih merasa bingung dengan tante Dewi , yang ingin menjadikan Ziva anaknya? " ucap Zain


" aku pun sepemikiran dengan mu , apakah ini ada motif tertentu ?" ucap Zidan


" bagaimana menurut mu dek ?" ucap Raka


" kalian tidak usah memikirkan nya nikmati saja , sekarang kita memiliki ibu angkat bukan . lagi pula kelihatan nya dia orang yang tulus . ayo bang lebih cepat bawa mobil nya aku sangat lelah besok aku harus mengganti kan kakek bertemu dengan rekan bisnis nya. " ucap Ziva


" baiklah tuan putri " ucap Raka


malam harinya


" aku ingin memberitahukan kalian


karena kakek tidak ada untuk sementara aku akan menggantikan nya di kantor dan kalian bertiga akan mengurus markas selama aku tidak ada , baiklah selamat istirahat " ucap Ziva yang memeluk ketiga Abang nya dan pergi .


pagi harinya Ziva sudah siap dengan stelan nya dan kaca mata tebal nya.


Zidan yang melihat penampilan Ziva merasa aneh


" dek apakah kamu akan pergi ke kantor dengan penampilan mu itu?" ucap Zidan tidak lama Zain pun datang dan langsung tertawa


" mataku sakit melihat nya , keluar rumah kamu memakai kaca mata tebal mu itu dan sekarang ke kantor pun ? " ucap Zain yang semakin tertawa


Ziva yang melihat Zain menertawai nya melempar tas ke arah Zain


" aku sengaja agar tidak ada orang yang mengenali ku " ucap Ziva


" baiklah, ayo berangkat aku akan mengantar mu " ucap Zain


" aku dan Zidan akan ke markas " ucap Raka.