Queen Zee

Queen Zee
7. chapter 7



🌺 Happy Reading 🌺


sesampainya di kantor


" baiklah kalau begitu aku pergi " ucap Zain


"hati hati " ucap Ziva


Zain pun segera pergi , saat masuk Ziva bertemu dengan sekertaris yang akan membantu nya selama Mahendra tidak ada


" selamat pagi nona " ucap Rani


" iya selamat pagi , siapa nama kamu ? " ucap Ziva


" perkenalkan nama saya Rani " ucap Rani


" apa jadwal hari ini ? " ucap Ziva


" rapat dengan ceo Dirgantara grup untuk membahas kontrak kerja sama kita nona " ucap Rani


" baiklah , apakah mereka sudah datang ? " ucap Ziva


" belum nona " ucap Rani


" berikan aku kontrak kerja samanya aku akan membaca nya terlebih dulu " ucap Ziva dan pergi ke ruangan nya


" tuan hari ini kita akan ke perusahaan Mahendra untuk membicarakan kontrak kerja sama kita " ucap Riko


" hm " ucap Devano


mereka berdua masuk ke dalam mobil


" tuan Mahendra telah memberitahukan bahwa yang akan membahas kontrak kerja sama dengan anda adalah cucu tuan Mahendra " ucap Riko


Devano yang mendengar nya menaikkan alisnya


tidak lama mobil mereka telah sampai.


" nona tuan Devano sudah datang dia dan asistennya berada di ruang rapat" ucap Rani


" baiklah " ucap Ziva


dia pun segera pergi


" maaf telah membuat anda menunggu " ucap Ziva sedikit membungkuk Devano hanya mengangguk


Ziva pun duduk dan menjelaskan isi kontrak kerja sama mereka.


" bagaimana apa Anda menyetujui nya ? " ucap Ziva


" baiklah saya setuju " ucap Devano


mereka berdua pun menandatangani kontrak, meskipun tanpa penjelasan Devano akan tetap menyetujui nya karena perusahaan nya dengan perusahaan Mahendra sudah lama menjalin kerja sama .


setelah selesai Devano pun pergi.


" karena sudah selesai aku akan pulang, tapi sebelum itu aku kan memberi tahukan bahwa aku akan ke kantor ketika ada rapat atau menandatangani berkas , dan selebihnya kirim ke email ku saja " ucap Ziva


" baik nona " ucap Rani


Ziva pun mengangguk dan pergi


di dalam mobil Ziva berganti pakaian dengan menggunakan celana jeans dengan baju kaos oversize berwarna putih dan rambut yang di cepol .


saat melihat dirinya di kaca spion membuatnya tersenyum


" aku lupa melepas nya " ucap Ziva dia pun melepas kaca mata tebal nya.


hari ini Ziva ingin menghabiskan waktunya sendiri dengan berjalan jalan .


Karena merasa lapar Ziva pun pergi ke sebuah restoran


tapi pada saat turun dari mobil tidak sengaja menabrak seseorang , " maaf " ucap Ziva dan masuk ke dalam restoran sementara orang yang Ziva tabrak adalah Devano


" tuan apakah anda tidak apa apa " ucap Riko


tanpa menjawab Devano langsung masuk ke dalam restoran dan Riko pun segera menyusul.


Ziva segera duduk dan memanggil pelayan


sementara Devano melihat perempuan yang menabraknya terus menatap nya tanpa berkedip Riko yang melihat sikap Devano segera mencari tahu apa yang Devano lihat.


" sangat cantik tuan " ucap Riko yang mengejek Devano


Devano yang mendengar nya menatap Riko dengan tatapan tajam


" sebaiknya aku diam saja " ucap Riko


dia pun segera memanggil pelayan.


tidak lama terjadi keributan di luar restoran Devano dan Riko hanya melihatnya sementara Ziva merasa terganggu Ziva pun segera keluar dan melihat apa yang terjadi


ternyata seorang preman yang sedang memukuli seorang pria tapi tidak ada yang bisa menolong nya.


Ziva pun segera menendang preman tersebut hingga tersungkur dan membantu pria yang sedang terluka.


" siapa kau berani ikut campur urusanku ? " ucap preman


" bukan siapa siapa " ucap Ziva


" cobalah ambil jika kau bisa " ucap Ziva yang menantang


mereka berdua pun saling berkelahi ,karena preman itu kewalahan menghadapi Ziva dia pun mengeluarkan pisau dari balik jaketnya lalu menggores lengan Ziva melihat itu preman tersebut tersenyum mengejek. Ziva pun segera mematahkan tangan preman tersebut tanpa memperdulikan lukanya.


preman tersebut berteriak hingga pingsan.


Ziva pun mendekati pria yang sedang terluka


" apa kamu tidak apa apa ? " ucap Ziva


" iya nona terimakasih karena telah menyelamatkan saya " ucap pria tersebut


" siapa nama kamu ? " ucap Ziva


" Adit nona " ucap Adit


" nona lengan anda terluka sebaiknya di obati terlebih dahulu " ucap Adit


" tidak apa apa ini hanya luka kecil " ucap Ziva sambil tersenyum


percakapan mereka berdua di lihat oleh Devano yang terus memperhatikan Ziva.


" saya akan mengantar mu pulang " ucap Ziva


" saya tidak punya tempat tinggal nona " ucap Adit yang tertunduk


" saya akan memberikan mu tempat tinggal dengan syarat kamu harus menuruti setiap perintah saya , bagiamana?" ucap Ziva


" iya nona saya mau " ucap Adit tanpa berpikir panjang karena merasa Ziva orang yang baik karena telah menolong nya dia pun mengiyakan nya.


" baiklah ayo ikut dengan saya dan perkenalkan nama saya Ziva Mahendra " ucap Ziva


Adit yang mendengar nya kaget karena dia tahu siapa itu keluarga Mahendra.


Ziva pun mengajak Adit pergi ke markas Black Rose


sementara Devano semakin penasaran dengan Ziva


"Riko saya mau kamu mencari tahu siapa wanita itu " ucap Devano sambil menunjuk Ziva setelah itu dia pun meninggal kan restoran dan kembali ke kantornya.


setelah sampai di markas Adit di buat terkejut lagi dengan apa yang dia lihat sekarang


" selamat datang di markas Black Rose" ucap Ziva


" berarti kamu adalah Queen Zee ?" ucap Adit


Ziva yang mendengar nya tersenyum dan mengangguk


" mulai sekarang kamu adalah bagian dari Black Rose dan sekarang kamu salah satu keluarga kami , masuk lah akan ku perkenalkan kepada yang lain " ucap Ziva


Adit pun mengikuti Ziva , sepanjang perjalanan Adit melihat semua kegiatan anggota Black Rose .


anggota Black Rose yang melihat Queen mereka memberi hormat dengan membungkuk.


Raka yang melihat Ziva membawa seorang pria ke markas segera mendekati nya


" dek " ucap Raka


" Abang " Ziva yang langsung memeluk Raka


saat Raka ingin membalas pelukan Ziva tidak sengaja melihat luka di lengan Ziva


" dek apa yang terjadi dengan lengan mu " ucap Raka yang cemas


" hanya luka kecil abang " ucap Ziva


Raka tidak menghiraukan ucapan Ziva dia malah mengambil kota obat dan mengobati luka Ziva


Adit yang melihat hanya diam dengan perasaan tidak enak karena menolong nya membuat Ziva terluka.


" katakan apa yang terjadi " ucap Raka yang sedikit dingin


karena sikap Raka terhadap nya membuat Ziva sedikit merasa bersalah.


" aku tadi menolong seseorang di restoran " ucap Ziva


" siapa yang melukai mu katakan biar aku yang mengurus nya , kalau perlu aku akan membunuhnya karena telah melukai mu " ucap Raka yang langsung memeluk Ziva


" tenang lah bang ini hanya luka kecil , lagi pula sekarang luka nya sudah di obati jadi Abang tidak perlu mencemaskan nya. " ucap Ziva yang tersenyum


membuat Raka tenang


" siapa dia ? " ucap Raka menunjuk Adit


" perkenalkan dia Adit yang akan bergabung bersama kita sekaligus orang yang aku selamat kan tadi " ucap Ziva


" apa kamu yakin ? " ucap Raka


" ya tuan saya bersedia menjadi anggota Black Rose dan akan mengabdikan seluruh hidup saya karena nona telah menyelamatkan nyawa saya " ucap Adit dengan bersungguh sungguh


" baiklah aku mempercayaimu,tapi ketika kamu berkhianat pada saat itu juga aku akan membunuhmu." ucap Raka


" beristirahat lah dulu " ucap Ziva lalu pergi


sementara Raka mengantar Adit ke kamar anggota Black Rose yang sudah di sediakan.