
🌺 Happy Reading 🌺
Di sebuah mension seorang wanita cantik sedang berlutut di hadapan semua anggota keluarga nya
" mulai sekarang kamu keluar dari mension ini , saya tidak pernah mempunyai anak seorang pembunuh " ucap seorang pria bernama Agra Atmaja yang sedang meluapkan kemarahan nya pada seorang gadis yang tidak lain adalah anak nya sendiri yang bernama Ziva Atmaja.
" ayah ku mohon percayalah pada ku, aku tidak mungkin membunuh kakek. kumohon percayalah padaku " ucap Ziva yang menjelaskan semuanya
sementara keluarga nya yang lain menatap nya dengan tatapan yang sangat membenci terutama sang mama yang bernama Anita Atmaja.
Di lain tempat seorang wanita sedang tersenyum senang karena apa yang dia rencanakan berjalan dengan lancar dan dengan begitu dia bisa memiliki semua yang di miliki Ziva, ialah Selena dia adalah anak ke dua dari keluarga Atmaja tapi dia bukanlah anak kandung melainkan anak angkat. semenjak kedatangan nya di keluarga Atmaja Selena mulai ingin menguasai semua yang di miliki Ziva apalagi sebuah kasih sayang dari keluarga yang utuh.
Dari situlah Selena mulai merencanakan hal buruk untuk Ziva , tapi ketika Atmaja yang tidak sengaja mengetahui rencana nya membuat Selena segera menyingkir kan nya dan menjadikan Ziva sebagai pelakunya.
" baiklah jika kalian semua tidak mempercayai ku lagi ,aku akan pergi tapi ingat aku akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan akan mencari tahu siapa pelaku sebenarnya. Mulai sekarang aku bukan lah bagian dari keluarga Atmaja lagi. " ucap Ziva segera dia berdiri dan meninggalkan mension , sementara Anita tanpa terasa menetes kan air matanya. Dia tidak bisa mempercayai ucapan Ziva di saat semua bukti mengarah kepada nya tapi dia juga tidak bisa membiarkan anak kesayangan nya keluar dari mension. setelah itu mereka semua memakamkan Atmaja.
setelah keluar dari mension Ziva dengan perasaan kacau tidak tahu harus kemana, dia hanya berjalan tanpa memiliki arah dan tujuan. kenangan nya bersama sang kakek masih teringat jelas dalam pikirannya.
tanpa dia sadari ada sebuah mobil hitam melaju dengan sangat cepat ke arah nya hingga membuat dia tertabrak dan tak sadar kan diri .
seorang pria paruh baya yang tidak sengaja lewat bersama asisten nya menghentikan mobilnya untuk melihat apa yang sedang terjadi , sang asisten pun yang mengerti maksud dari tuannya segera pergi mencari tahu.
" tuan ada seorang gadis yang terluka akibat korban tabrak lari " ucap asisten yang bernama Bayu
pria paruh baya tersebut segera turun dari mobil nya untuk melihat keadaan sang gadis . saat melihat gadis itu pria paruh baya itu segera memanggil Bayu untuk menggendong sang gadis dan membawa nya ke rumah sakit.
Di perjalanan pria paruh baya tersebut merasa sangat kasihan dengan kondisi sang gadis, sesampainya di rumah sakit gadis tersebut yang tidak lain adalah ziva segera di bawa di ruang UGD.
" Bayu saya ingin kamu mencari tahu latar belakang gadis itu " ucap pri paruh baya yang bernama Mahendra pebisnis nomor satu di negara A yang sangat kaya dan sangat di segani.
" baik tuan " ucap Bayu dia pun segera mencari tahu data tentang Ziva
saat Bayu telah pergi Dokter pun keluar
" bagaimana keadaan nya ? " ucap Mahendra
" begini tuan gadis itu membutuhkan banyak darah , tapi persedian darah dari rumah sakit kami untuk darah golongan AB itu tidak ada jadi kami harus mencari di rumah sakit lain " ucap Dokter
" tidak perlu , ambil darah saya saja ." ucap Mahendra
Dokter pun segera memanggil suster untuk segera mengambil darah Mahendra.
setelah selesai Ziva telah di pindahkan di ruang perawatan
dia tidak memiliki luka yang serius, Mahendra terus menemani Ziva hingga Bayu pun datang.
" tuan saya sudah mendapatkan data tentang gadis itu , dia adalah putri pertama dari keluarga Atmaja dia di usir oleh Agra Atmaja yang tidak lain adalah ayah nya sendiri karena di tuduh sebagai pembunuh tuan Atmaja.
Dan menurut informasi yang saya dapat dia memiliki adik angkat yang bernama selena Atmaja." ucap Bayu
" baiklah,saya ingin kamu mencari tahu soal selena Atmaja "ucap Mahendra
Bayu pun segera pergi.
Ziva pun membuka matanya perlahan dan merasa sedkit pusing,dia merasa heran karena berada di sebuah ruangan dan dengan tangan yang di infus. Ziva mencoba mengingat apa yang terjadi tapi hanya membuat kepala nya terasa sakit.
" kepalaku sakit " ucap Ziva
Ziva yang di kaget kan dengan sebuah suara segera mencari tahu arah dari suara tersebut dan melihat seorang pria paruh baya yang masih terlihat sangat sehat.
" maaf tuan apakah anda yang telah menolong saya ? " ucap Ziva
Mahendra hanya mengangguk
" terimakasih telah menyelamatkan nyawa saya tuan saya akan membalas semua kebaikan tuan " ucap Ziva
" dengan cara apa ? apakah kamu memiliki uang ?" ucap Mahendra yang sengaja
Ziva yang mendengar pertanyaan tersebut seketika terdiam , karena setelah keluar dari mension Atmaja dia tidak membawa apapun.
" Ziva Atmaja putri pertama dari keluarga Atmaja yang di usir karena di tuduh sebagai pembunuh kakek nya sendiri ?" ucap Mahendra
" tapi saya tidak membunuh kakek " ucap Ziva dengan suara tercekat dan tanpa sadar air matanya jatuh.
Mahendra yang melihat nya merasa kasihan
" iya saya percaya kamu tidak akan melakukan itu kepada orang yang sangat kamu sayangi" ucap Mahendra yang tersenyum kepada Ziva, seketika Ziva menatap Mahendra dengan perasaan bingung dan perasaan tenang .
bingung karena Mahendra mempercayai nya dan tenang karena seketika dia teringat tentang sang kakek yang selalu membelanya dan selalu membuat dia merasa tenang dan aman.
" maaf kan aku kek , aku bersumpah akan mencari tahu siapa dalang dari semua ini dan akan membalas dendam dengan apa yang dia perbuat kepada kakek" ucap Ziva yang menangis.
Mahendra segera mendekati Ziva dan memeluknya
" sudah jangan menangis lagi nanti kakek mu merasa tidak tenang karena cucu kesayangan nya menangis. beristirahatlah agar kamu segera pulih dan untuk sekarang jangan memikirkan masalah apapun." ucap Mahendra
" tuan sekali lagi terimakasih " ucap Ziva
" saya bukan tuan mu , perkenalkan nama saya Mahendra." ucap Mahendra setelah itu pun dia keluar untuk membiarkan Ziva beristirahat.
seminggu kemudian Ziva sudah di perbolehkan untuk pulang ,dan selama seminggu hubungan Ziva dan Mahendra semakin dekat.
" kakek terimakasih karena telah merawat ku , aku berjanji akan membalas semua kebaikan kakek " ucap Ziva tersenyum tulus
" kalau begitu jadilah cucu kakek " ucap Mahendra
" tapi kek aku hanya orang asing dan merasa tidak pantas di perlakukan seperti itu " ucap Ziva tertunduk
dia sadar dengan apa yang terjadi kepadanya dan dia tidak akan memanfaatkan kebaikan Mahendra.
" kenapa ? apakah kakek tidak pantas menjadi kakek kamu ? " ucap Mahendra yang berpura pura merasa sedih
" bukan seperti itu kek hanya saja Ziva merasa tidak pantas " ucap Ziva
" dengar kan kakek , kakek sama seperti mu hanya sebatang kara setelah keluarga kakek tiada kakek tidak memiliki keluarga lagi hanya ada Bayu yang selalu setia bersama kakek. jadi apakah kamu mau menjadi cucu kakek dan menemani hari tua kakek ini " ucap Mahendra yang meneteskan air matanya.
" iya kek aku mau ikut bersama kakek , jadi kakek tidak akan sendiri lagi " ucap Ziva
Mahendra pun segera memeluk Ziva
" terimakasih cucu ku tersayang " ucap Mahendra yang mencium kepala Ziva.