
-
-
-
-
-
-
Setelah merasa urusan nya dengan ke 4 pria tersebut clarisa memutuskan untuk masuk dan membersihkan diri nya. Clarisa memasuki kamar nya dan berjalan ke pintu yang berada tepat di sisi sebelah kiri tempat tidur dan bisa clarisa duga bahwa itu adalah kamar mandi. Akhirnya clarisa memutuskan untuk memasuki nya dan benar saja bahwa itu adalah area pemandian akhirnya clarisa memutuskan untuk membersihkan diri dan memakai baju yang telah di beri kan kepadanya oleh salah satu dari ke 4 pria mata angin.
-
-
Setelh membersihkan dari dan memakai baju tersebut clarisa keluar dan duduk di salah satu kursi di dekat jendela yang memperlihatkan ke indahan di luar sana. Clarisa mulai memikirnya tentang proyek nya. 'bukan kah ini benar – benar tidak masuk akal? Ya walau tidak di pungkiri juga bahwa hasil ku dengan yang juga kebanyakan juga termasuk tidak masuk akal tetapiini bukan kah yang paling aneh? Bagaimana bisa proyek yang di awali hanya karena keingin tahuan malah menjadi kunci masuk menembus dunia lain?' kalimat itu yang sedang clarisa fikirkan dan cari jawaban nya.
Karena terlalu asik dengan fikiran nya clarisa tidak menyadari keberadaan orang lain di kamar tersebut kecualli dirinya. Hingga tiba – tiba sosok tersebut berada di belakang clarisa dan mengejutkan clarisa karena mendengar suara benturan keras antara kulit dengan lantai. Clarisa yang mulai sadar bahwa ada orang lain di ruangan tersebut dan sosok itu berada di belakang nya. Akhirnya clarisa melihat ke belakang nya dan betapa terkejut nya dia ketika melihat sosok gadis yang bisa ia perkira kan memiliki umur yang sama dengan nya sedang berada dalam posisi menunduk 90 derajat. Keterkejutan itu hanya berlangsung sesaat ketika gadis itu memberikan salam kepada clarisa. clarisa langsung berdiri dan berjalan menghampiri gadis tersebut dan membantunya untuk kembalimenegakkan badan nya kemudian mengajak gadistersebut untuk duduk di depan nya. Sang gadis tersebut mengikuti segalah arahan yang di berikan oleh clarisa tanpa bantahan. Setelah memastikan gadis tersebut duduk dengan nyaman akhirnya clarisa kembali duduk.
"jadi siapa namamu?" tanya clarisa yang memandang gadis itu dengan senyum manisnya.
Clarisa yang melihat itu hanya tersenyum simpul. "jangan memanggil saya seperti itu, jika memang tidak bisa memang saya dengan nama saya cukup panggil saya dengan sebutan nona itu akan membuat saya merasa lebih nyaman. Dan jangan terlalu menunduk itu membuat saya seperti tidak di hargai" clarisa menjeda ucapan nya dan beralih melihat ke luar jendela "xinxin bisa kah kau menjelaskan tentang lapisan dunia ini? Dari sejarah yang saya ketahui lapisan dunia hanya ada dunia bawah dan nirwana. Dunia bawah tempat manusia biasa dan para kultivator, alcemis penyihir dan sejenisnya tinggal bersama.dan dari ayah dan paman – paman mu bilang saya hanya bisa menyimpulkan bahwa lapisan dunia tengah ada beberapa saat sebelum ke 2 dewi utama menghilang. Bisa kau jelaskan?"
"hamba pernah mendengar bahwa lapisan dunia tengah tercipta ketika seorang kultivator hebat mendatangi dewa agung dan ke 2 dewi utama untuk mengizinkan para kultivator dan yang lain nya untuk meninggalkan bumi dan tingal di lapisan yang lebih tinggi dari bumi. Banyak kultivator yang bilang bahwa alasan atas pengajuan tersebut karena para manusia di bumi menciptakan sebuat benda dan mulai mengantungkan kehidupan mereka terhadap benda tersebut...." clarisa dalam diam nya mengangguk membenar kan perkataan xinxin. Para kultivator dan manusia di bumi sekarang bukan kah sangat bertolak belakang? Jadi wajar kalau para kultivator yang yang lain nya memutuskan untuk memisahkan diri dari para manusia biasa. "setelah mengalami waktu diskusi yang sangat lama dan akhirnya mencapai kesepakatan. Dewi surga setuju dan akan memberi kehiduppan yang sama dengan kehidupan mereka di dunia bawah. mereka mulai meninggalkan bumi dan pindah ke lapisan dunia tengah dengan mantra teleportasi milik dewi alam, sedangkan dewa agung melindungi lapisan dunia tengah agar tidak di ketahui dan dapat di jangkau oleh para manusia dari dunia bawah"
Clarisa menganggukan kepala nya merasa puas dengan jawaban xinxin. Keheningan pun melanda ke dua nya. Hingga tiba – tiba clarisa menyadari sesuatu dan akhirnya meminta xinxin untuk ke ruangan khusus.
Saat ini clrisa dan xinxin berada tepat di depan pintu ruangan terseut ruangan yang akan mengungkap kebenaran dari jiwa clarisa.clarisa pun mulai membaca mantra yang pernah ia baca untuk membuka pintu tersebut. Setelah pintu terbuka clarisa memandang xinxin "saya akan masuk untuk mengambil beberapa buku untuk saya baca, mungkin memerlukan waktu cukup lama mari kita bertemu di kamar yang saya tempati dan jika boleh, bisahkan xinxin meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa makanan berat karena saya seperti nya mulai lapar dan tolong juga siapakan makanan ringan untuk membaca nanti" ucap clarisa dengan senyum cerahnya dan wajah tak ber salah nya. "ah benar xinxin mau kan menemani saya membaca?" tanya clarisa dengan mata berbinar nya dan di balas anggukan semangat oleh xinxin kemudian pamit mengundurkan diri untuk menyiapkan semua yang di minta junjungan agung nya.
Setelah melihat xinxin menghilang di balik dinding clarisa mulai memasuki ruangan tersebut dan seperti sebelum nya ruangan tersebut akan dengan otomatis menutup pintunya setelah clarisa benar – benar telah memasuki ruangan tersebut.
Clarisa mulai menelusuri ruangan tersebut dengan sangat cermat. Membaca setiap judul buku yang memiliki judul dengan berbagai bahasa. Bukan hal yang sulit memang untuk clarisa memahami nya hingga tiba – tiba perhatian nya tertuju kepada sebuah buku yang terdapat judul dengan tulisan china kono 'JIWA YANG TAK MURNI' buku yang memang clarisa cari. Dalam hologram yang ia lihat tempo lalu di sana terdapat beberapa kata yang tak clarisa fahami karena itu ia memutuskan untuk kembali ke ruangan ini dan mencari buku yang berisikan penjelasan tentang hal tersebut karena clarisa yakin tidak mungkin dewi alam memberikan petunjuk tanpa penyelesai an bukan?
Clarisa mengambil buku tersebut kemudian melanjutkan untuk melihat – lihat buku yang lain dan ya ada sebuah buku yang menarik perhatian nya lagi sebuah buku dengan sampul yang memiliki lambang seperti tato di pergelangan tangan nya clarisa mengambil bukutersebut dan tersenyum puas. Karena buku terakhir yang clarisa cari berhubungan dengan inti semesta clarisa berjalan ke arah peti yang terdapat inti semesta di dalam nya. Dan benar saja di samping peti tersebut ada sebuah buku yang sangat indah dengan ukuran sang naga dan phonix dengan warna emas, clarisa mengambil buku tersebut dan membuka nya di halaman pertama terdapat sebuah ukiran bertuliskan 'ARCULOS' betapa terkejutnya clarisa ketika akhirnya bisa membaca ukiran terebut.bukan kah sangat aneh? Kenapa bisa ada kata arculos di dalam sebuah buku kuno? Clarisa yang akhirnya benar – benar penasaran dan akhirnya menagmbil buku tersebut. Setelah memastikan tidak ada lagi buku yang ia cari clarisa memutuskan untuk keluar dan berjalan ke kamar yang ia tempati mungkin saja xinxin sudah menunggu nya di depan jendela dan sedang memandang ke luar di sampingnya terdapat makanan ah seperti nya itu makanan yang clarisa minta dan terdapat beberapa buku yang bisa clarisa tebak bahwa xinxin lah yang membawa buku tersebut, seperti nya xinxin tau bahwa junjungan muda nya akan sangat lama ketika membaca buku.
Clarisa memanggil xinxin dan di balas sapa an hormat dari xinxin, clarisa mulai berjalan ke meja tersebut "jangan terlalu hormat kita kan teman ah benar buku ini tolong di taruh di meja yang berapa di belakang mu" ucap clarisa dengan senyum yang menenangkan nya.
Xinxin menganggukan kepalanya kemudian mengambil alih buku dalam gendongan clarisa dengan senyuman cerah nya "makanan nona sudah siap silahkan di makan dan maaf jika saya mengambil beberapa buku untuk saya baca karena buku tersebut belum saya baca" ucap xinxin yang terdapat nada ketakutan di belakang nya.
Clarisa menganggukan kepala nya dengan semangat "jangan takut saya merasa sangat senang karena mempunyai teman yang memiliki kegemaran yang sama dengan saya. Nanti jika saya telah menyelesaikan semua nya saya akan berkunjung ke sini dan akan saya bawah kan buku – buku yang sangat bagus untuk teman saya yang cantik ini" di akhir kalimat yang clarisa ucapkan terdapat nada menggoda yang membuat wajah xinxin merah. Clarisa yang meilhat itu terkekeh pelan "ah benar apakah xinxin sudah makan? Jika belum maka temani saya makan?" tanya clarisa dengan nada kawatir nya bagaimana pun xinxin adalah teman sekaligus seseorang yang akan menjaga nya selama di sini.
Xinxin yang menyadari kekawatiran sang junjungan lagi – lagi tersenyum dengan lebar nya "hamba sudah makan nona, nona tidak perlu kawatir sebaiknya nona mulai makan" dan di balas anggukan singkat clarisa kemudian mulai memakan makanan yang tersaji di hadapan nya.