
Pagi telah datang Lian membuka mata nya merenggangkan sedikit otot – otot nya kemudian menatap ke arah langit – langit kamar nya. Menengah akhir 3, bukan kah itu terlalu tinggi? Hasil yang tak pernah Lian harapkan bagaimana dirinya harus menjelaskan kenaikan tingkat kultivasi dirinya yang sangat tidak normal seperti ini kepada ayah dan para gege nya.
Karena terlalu memikirkan tentang bagaimana diri nya menjelaskan tentang kultivasi nya membuat perutnya berbunyi dan menyadarkan Lian bahwa ia sedari kemarin belum memakan sesuatu oh ayolah walaupun seorang kultivator tidak memelurkan makan dan minum tetapi Lian juga seorang manusia yang membutuhkan makan dan minum. Lian memutuskan untuk bangun dan menyiapkan pemandian untuk dirinya sendiri karena ia lupa untuk memberi tau Xianlun kapan dirinya akan selesai berkultivasi.
Lian memakai gaun sederhana berwarna biru lain dengan sedikit hiasan bungan di bawahnya memoles sedikit wajahnya agar tidak terlihat pucat dan terakhir memakai hiasan rambut sebuah jepit rambut berbentuk bunga lily, benar – benar sangat sederhana.
"mungkin mencoba makanan dan berjalan – jalan di luar sana" monolog Lian. Jika di ingat baik di kehidupan yang sekarang maupun sebelumnya Lian belum pernah sekali pun melihat bagaimana suasana masyarakat di dunia tengah apakah sama dengan dunia bawah? Ataukah berbeda?. Akhirnya lian memutuskan untuk berjalan – jalan di luar klan.
Lian berjalan keluar dari pavilium miliknya menuju ke arah pavilium milik sang ayah untuk meminta izin keluar agar ayah nya tidak khawatir, setidak nya untuk sekarang lian masih lah terlihat seperti anak ber umur 8 tahun pada umum nya ya... walau jiwa nya tidak. Sepanjang perjalanan nya banyak pasang mata yang memandang nya dengan penasaran, kebingungan bahkan keterkejutan. Bagaimana tidak? Wang mei lian yang terlihat sangat asing bagi sebagian besar anggota maupun murid klan wang. Sedari ia kecil mei lian hampir tidak pernah keluar dari pavilium milik nya ia akan keluar ketika keadaan klan sedang sepi seperti kemarin sehingga banyak orang yang tak mengenal nya.
Lian mengabaikan tatapan semua orang setidak nya ia bersyukur karena bisa menyembunyikan tingkat kultivasi walau harus mengorbankan sebagian besar waktu mandi nya ia pakai untuk mengingat dan mempraktek kan cara tersebut yang pernah ia pelajari dari buku kono ketika ia masih di dunia bawah. Karena melamun lian tidak menyadari bahwa xianlun berjalan ke arah nya.
"salam hormat saya kepada nona dan selamat pagi nona" ucap xianlun dengan menunduk 90 derajat memberikan hormat kepada lian yang sukses mengembalikan kesadaran lian
"eh..!! astaga xianlun kau membuatku terkejut"
"maafkan hamba nona, saya pantas mendapatkan hukuman" xianlun ingin bersujud tetapi sebelum itu lian menahan dirinya.
Lian tersenyum manis memandang xianlun "lupakan tidak perlu di perpanjang dan ah benar bagaimana jika kau ikut dengan ku untuk berjalan – jalan di luar klan?"
Xianlun kembali menegakakn badan nya dan masih menunduk "apakah nona ingin berjalan – jalan keluar klan?" xianlun terkejut nona nya ini keluar dari pavilium saja bisa di hitung menggunakan jari tetapi kenapa tiba – tiba sang nona ingin berjalan – jalan di luar sana.
Lian yang menyadari raut wajah dari xianlun tersenyum simpul kemudian melanjutkan perjalan nya ke pavilium sang ayah, secara otomatis juga xianlun mengikuti nya dan berjalan dengan jarak 2 langkah di belakang sang nona.
"kau tau xianlun ketika aku sakit entah kenapa aku tiba tiba ingin berjalan – jalan di luar klan, bagaimana pun juga aku bukan lagi anak berusia 5 tahun. Setidak nya untuk sekali saja aku bisa mengetahui dunia luar sebelum aku memasuki akademi." Xianlun yang mendengar ucapan sang nona tersenyum, nona nya benar –benar tak berubah sedari dulu selalu menyiapkan apapun dengan baik sebelum waktunya.
"karena itu aku ingin keluar tetapi karena ini pertama kali nya untuk ku, aku berfikir mungkin ayah benar – benar tidak memberikan ku izin untuk keluar jika sendiri. Apa kau tak keberatan untuk menemaniku berjalan – jalan?" lian berhenti sejenak untuk menatap xianlun.
Xianlun yang mendapatkan pertanyaan seperti itu menaikan pandangan nya menatap sang nona dengan senyum tulusnya ia berucap "apakah nona lupa? Saya adalah pelayan pribadi nona. Kemana pun nona pergi saya akan mengikuti nona dan apapun permintaan nona saya akan mewujudkan nya hanya jika nona meminta saya untuk mengakhiri hidup saya, saya akan melakukan nya"
Lain terkekeh ketik mendengar jawaban dari xianlun kemudian kembali melanjutkan perjalan nya sambil melihat – lihat suasana klan yang saat ini sedang ramai. "apakah jika aku ke neraka kau akan ikut?"
Dan lagi mereka melanjutkan percakapan dengan beberapa pertanyaan ringan di iringi candaan hingga sampai sampai di depan pavilium ketua ke – 3 klan wang. Xianlun berjalan ke arah sang pengawal yang berjaga di depan pavilium tersebut, setelah berbincang – bincang beberapa saat xianlun kembali kepada sang nona di ikuti pengawal tersebut di belakangnya.
"mari nona, ketua ke – 3 sedang berada di dalam beliau berpesan jika nona menemui beliau nona di minta untuk menghadap ketua ke -3 di ruang kerja nya" ucap pengawal tersebut.
Lian menganggukan kepala nyakemudian memasuki pavilium tersebut. Lian juga mengajak xianlun untuk ikut dengan nya untuk menemui sang ayah. Tidak sulit untuk menemukan ruang kerja sang ayah karena ruang kerja tersebut tepat berada di samping pintu utama pavilium.
Lian mengetuk pintu tersebut 2 kali "ayah,,, ini lian apakah lian boleh masuk?" setelah mendengar jawaban dari dalam akhirnya lian membuka pintu tersebut dan memasuki nya.
"hormat lian kepada ayah" hormat lian sambil menundukan sedikit kepala nya di ikuti xianlun di belakang nya.
Ho chen yang melihat sang putri tersenyum dengan lebar nya terdapat rasa bangga dalam diri nya ketika melihat putri kecil nya yang sangat sederhana tetapi juga terlihat anggun dan dewasa di saat yang bersamaan.
Ho chen berjalan ke arah lian kemudian mengusap pelan puncak kepala lian "ada perihal apa putri kecil ayah ini menemui ayah hm?"
"ayah,,, lian ingin meminta izin untuk berjalan – jalan di luar klan." Ucap lian dengan nada memohon nya. Ho chen terkejut putri nya ini tak pernah sekali pun keluar dari klan, ho chen khawaitr bagaimana jika nanti putri nya tersesat? Bagaimana jika putri nya dalam bahaya?.
Mengerti dengan fikiran sang ayah lian melanjutkan perkataan nya. "lian pergi dengan xianlun ayah tak perlu khawatir" lian memberi jeda kemudian menatap xianlun dengan senyum manis nya dan tentu itu di lihat oleh ho chen "xianlun pasti akan menjaga lian dengan baik, dia telah menukarkan banyak waktu istirahat nya dengan berkultivasi agar semakin kuat dan bisa melindungi lian bahkan dia telah berhasil naik menajdi awal mengah 3, benar bukan xianlun?" tanya lian yang di balas tatapan haru dari xianlun, nona nya telah memuji dirinya di hadapan tuan besar. Xianlun kemudian memandang ketua ke- 3.
"tuan tak perlu khawatir saya akan menjaga nona dengan nyawa saya sendiri" ucap xianlun dengan yakin.
Ho chen yang melihat interaksi antara sang putri dengan pelayan pribadinya tersenyum bangga, putri nya benar – benar menghargai setiap orang yang berada di sekitar nya dan yang percaya kepadanya. Ho chen berjalan ke arah peti dan mengambil 1 kantung sedang berisikan 2 uang kertas dan 50 keping emas dan 1 kantung lagi yang sedikit lebih kecil berisikan 30 keping emas, ia berjalan kembali ke arah sang putri meberikan kantung pertama kemudian memberikan kantung yang lebih kecil kepada xianlun. Sebelum lian bertanya ho chen berucap terlebih dahulu "pakai lah uang itu untuk kalian berbelanja, beli apapun sesuka kalian dan nikmati jalan – jalan" kalian kemudian pandangan nya beralih ke arah xianlun sambil tersenyum simpul "jaga lian dengan baik paman menitipkan nya kepadamu dan uang itu pakai lah anggap lah itu sebagai uang lebih untukmu karena telah menjaga lian dengan baik selama dia sakit" ucap ho chen dengan tegas dan tanpa bantahan. Akhirnya lian memutuskan untuk pamit kepada sang ayah kemudian berjalan ke luar klan setelah menyimpan kantung tersebut.
1 uang kertas \= 1000 keping emas
1 keping emas \= 1000 keping perak
...maaf banget riry sulit banget buat up tiap hari jadwalnya suka padat mendadak jadi kadang sampai lupa diri...