QUEEN ARCULOS

QUEEN ARCULOS
Δώδεκα



Dan di sinilah mereka berada. Lian terliat sangat antusian terliat dari mata nya yang berbinar layaknya bintang di langit malam. Xianlun yang melihat bagaimana antusias nya sang nona tersenyum untuk pertama kali nya ia bisa melihat keantusias an di dalam mata sang nona. Karena selama perjalanan lian mengeluh untuk tidak di perlakukan sebagai nona bangsawan di tempat umum dengan terpaksa xianlun menuruti nya, dan berakhirlah mereka bersikap selayaknya sahabat yang sedang berbelanja.


"xianlun apakah makanan di sini sangat enak? Kenapa mereka terlihat sangat menggoda" ucap lian dengan mata yang masih fokus memandang makanan yang di jual sepanjang jalan.


semua makanan yang mereka jual memanglah sangat enak nona, apakah nona ingin mencoba nya? tanya xianlun ketika melihat pandangan sang nona yang terkunci di salah satu penjual manisan buah.


Pertanyaan xianlun sukses membuat lian menatap xianlun dengan binar matanya yang sangat cerah "APAKAH BOLEH???!!" tanya lian dengan semangat nya.


Untuk yang kesekian kali nya xianlun di buat gemas oleh sang nona, jika tidak mengingat tentang status nya mungkin sekarang xianlun sedang mencubit gemas pipi bulat sang nona yang sedikit berkurang karena demam tinggi yang ia alami beberapa hari yang lalu. "tentu, akan saya belikan beberapa untuk nona makan" ucap xianlun sembari mengeluarkan 1 keping emas dari dalam kantung milik nya.


Lian yang melihat itupun menghentikan tangan xianlun dan di balas tatapan bingung xianlun. "tidak,, jangan gunakan uangmu, pakailah uang milikku." Ucap lian sambil mengeluarkan kantung uangnya dan memberikan kepda xianlun.


"tapi nona—"


"tidak ada kata tapi, simpan lah uangmu untuk lain kali dan hari ini biarlah aku yang membayar" ucap lian tanpa bantahan, akhhirnya dengan terpaksa xianlun mengambil kantung tersebut dan memberikan beberapa manisan buah untuk sang nona.


Sembari menunggu lian melihat – lihat suasana yang terdapat di pasar ini. tidak jauh berbeda dengan pasar di dunia bawah yang membedakan hanya lah jika di dunia bawah para penjual menggunakan peralatan yang modern sedangkan di sini benar – benar tradisional dan kuno. lain nya sama, para penjual dan pembeli yang bergosip ria ah benar pasar adalah tempat yang sangat sesuai untuk menjadi tempat bergosip, tempat dimana kita bisa mendapatkan banyak informasi hanya saja kita tidak bisa mengetahui yang mana informasi asli dengan informasi palsu.


Xianlun berjalan ke arah lian sambil membawa 4 tusuk manisan buah. "maaf nona saya hanya membeli 4 karena saya takut nona tidak menyukai nya" ucap xianlun dengan sedikit ketakutan di dalam nya.


Lian tersenyum melihatnya. Xianlun benar – benar tau bagaimana caranya menyikapi kan sesuatu dengan baik. Jika lian menyukasi manisan tersebut lian tidak akan mungkin memakan lebih dari 4 tusuk dan jika lian tidak menyukai nya lian bisa memberikan nya kepada xianlun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak xianlun tentu bisa menghabiskan sisanya.


"tidak,, aku puas dengan cara kerjamu" ucap lian kemudian mengambil 2 tusuk manisan tersebut kemudian memandang xianlun aku ambil 2 sisanya bisa kau makan


Lian melanjutkan perjalan nya sambil memandang para penjual dan sesekali bertanya kepada xianlun. Hingga tiba – tiba matanya menangkap salah satu toko yang sangat menarik, toko senjata. Lian tersenyum melihat nya kemudian membuang tusuk manisan buah setelah menghabiskan manisan tersebut kemudian menarik tangan xianlun untuk masuk ke dalam toko tersebut.


Lian memandang isi dalam toko tersebut dengan berbinar, lian kagum dengan banyak nya senjata yang di jual di dalam nya, kemudian berjalan sambil melihat – lihat senjata trsebut tentunya di ikutin xianlun yang selalu setia berada di sampingnya hingga tiba – tiba pemilik toko tersebut menghampiri lian.


"selamat siang nona – nona, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya pria tersebut dengan ramah nya.


Lian melihat pria tersebut, pria yang terlihat sudah tua mungkin saja pemilik di toko ini. Lian kemudian memandang xianlun sesaat dan kembali memandang pria tersebut saya ingin membelikan senjata untuk teman saya ini ucap lian yang sukses membuat xianlun terkejut, nona nya ingin membelikan senjata untuknya?


"jika boleh tau senjata seperti apa yang nona muda ingin kan?" tanya pria tersebut kepada xianlun.


Karena mengetahui xianlun sedang kebingungan lian pun mengambil alih. "karena teman saya belum pernah membeli senjata bisahkan kita melihat – melihat terlebih dahulu?"


"tentu nona, saya akan menemani nona sekalian" ucap pria tersebut dengan senyum manisnya.


Lian memberikan ruang untuk xianlun melihat – lihat. Hingga pandangan xianlun tertuju ke sebuah pedang dengan ukuran sedang di lengkapi hiasan kupu – kupu berwarna merah muda pedang yang terlihat cantik dan mendominasi di waktu yang bersamaan. Lian yang mengetahui itu tersenyum danmendekat ke arahnya pedang yang sangat cantik cocok untukmu cantik dan mendominasi di waktu yang bersamaan



Pria tersebut yang melihat peluang keuntungan yang sangat besar kemudian mengeluarkan suaranya "pedang itu sangat cocok untuk nona dengan ukuran yang sedang membuat nona tidak merasa berat dan membuat nona bisa bergerak dengan bebas." Lian membuktikan ucapan pria tersebut dengan mengambil pedang tersebut, benar tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan tetapi bisa membuat gerakan seseorang terkendali dan tajam di waktu yang bersamaan.


"nona-!!! Bagaimana jika nona terluka?? Ini bukan lah mainan, nona bahkan tak pernah sekali pun memegang benda tajam" marah xianlun kemudian mengambil pedang tersebut dari nona nya dan memeriksa tangan sang nona apakah terdapat luka atau tidak.


Lian tidak memperdulikan xianlun dan fokus menatap pria tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan "pedang ini bukan pedang biasa benar bukan? Aura yang terdapat di dalam pedang ini bukan aura yang terdapat di pedang biasa." Ucap lian yang sukses membuat xianlun memandang lekat pedang tersebut.


Pria itu tersenyum "nona benar pedang ini bukan pedang biasa, pendang ini dulunya adalah pedang yang di miliki oleh seorang kultivator muda yang berbakat dan pedang ini di buat sendiri oleh gurunya sebagai hadiah selama bertahun – tahun gadis itu memakai pedang ini hingga ketika gadis itu memasuki alam pemenuhan hebat ia gagal mempertahankan dirinya dan akhirnya ia meninggal menyisahkan pedang tersebut."


Lian melihat xianlun yang terus memperhatikan pegang itu dalam gengaman nya sambil mendengarkan penjelasan dari pria tersebut. "dan gadis itu adalah putri anda benar?" tebak lian.


Lagi dan lagi pria tersebut tersenyum pertama kali nya ia mendapatkan pelanggan menarik seperti ke – 2 nona muda di hadapan nya benar "nona benar gadis tersebut adalah putri saya, dia berpesan kepada saya untuk memberikan pedang tersebut ke orang yang tepat. Dan seperti nya saya telah mendapatkan nya" ucap pria tersebut memandang xianlun.


Xianlun memandang sang nona "nona apakah saya boleh membelinya?" tanya xianlun sedetik kumudian memandang pria tersebut.


"anda tak perlu membelinya, saya akan memberikan kepada nona secara percuma" ucap pria tersebut


"tidak-!!! Saya akan membeli nya namun saya akan memberikan 2 uang kertas terlebih dahulu" bantah lian yang sukses membuat ke – 2 orang tersebut terkejut.


"2 uang kertas??bukan kah terlalu banyak nona?"


Lian tersenyum "mendapatkan pertanyaan tersebut tidak,, 2 lembar uang kertas bahkan tidak sebanding dengan kepercayaan anda dan perjuangan putri anda"


Pria tersebut akhirnya tertawa "hahahaha,, anda benar – benar sangat menarik, anda sangat tau bagaimana cara menghargai sesuatu" pria tersebut menjeda ucapan nya kemudian berfikir "bagaimana jika nona hanya memberi saja 1 lembar uang kertas saja"


Lian menganggukan kepala nya dan menyuruh xianlun memberikan 1 lembar uang kertas kepada pria tersebut. Xianlun memberikan uang tersebut dengan tersenyum "saya berjanji akan menjaga pedang ini dengan baik, terima kasih karena telah percaya kepada saya"


Pria tersebut menerima uang kemudian berpamitan untuk mengambil sarung pedang tersebut. Setelah mendapatkan sarung pedang tersebut Xianlun membawa pedang tersebut dengan bahagia, pertama kalinya ia memiliki senjata dan itupun pedang yang di belikan oleh nona yang sangat ia hormati setelahnya ke – 2 gadis itu keluar dari toko tersebut. Ketika berada di luar xianlun memutuskan untuk bertanya pertanyaan yang sedari tadi mengganggu fikiran nya "nona izin kan saya bertanya satu hal" xianlun memberikan jeda untuk melihat tanggapan dari sang nona, setelah mendapatkan jawaban ia pun melanjutkan "mengapa nona membeli pedang ini dengan harga yang sangat mahal?"


Lian tertawa pelan "kau tau sendiri bukan bahwa pedang ini bukan lah pedang biasa, pedang ini sebelum nya dimiliki oleh seorang kultivator hebat rintangan yang di hadapi oleh pedang ini bukan lah rintangan yang biasa dan kau tau pedang ini termasuk pedang tingkat ilahi" lian menjeda ucapan ya dan melihat ke arah xianlun seperti dugaannya xianlun terkejut "dengan tingkat yang sepert itu pria itu telah mempercayakan barang berharganya kepada kita, uang bisa kita dapatkan lagi tapi tidak dengan kepercayaan seseorang" lagi dan lagi xianlun di buat kagum oleh nona nya, ia bersumpah akan menjaga pedang tersebut dengan baik dan selalu setiak kepada nona nya. Setelah nya mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di klan ketika sang senja mulai datang.