QUEEN ARCULOS

QUEEN ARCULOS
Τρία



Ketika Ho Chen sedang melamun memikir kan kondisi mei lian seseorang tiba - tiba menepuk bahu sebelah kanan nya dan membuat kesadaran nya seakan di tarik secara paksa dari acara melamun nya dan betapa terkejutnya ketika melihat seseorang berbadan tegap, berambut coklat dan memiliki wajah yang tampan. seseorang yang menyapa nya adalah putra pertama nya yang merupakan seorang jendral muda kekaisaran. Wang Chung Ying. tetapi, ada sesuatu yang membuat Ho Chen di buat kebingungan bagaimana mungkin putra tertua nya berada di perbatasan bagian barat kekaisaran bukan kah Chung Ying mendapat kan tugas untuk ke perbatasan bagian timur kekasaran yang sangat bertolak  belakang dengan tempat dia sekarang?


"ayah? apakah ayah baik - baik saja?" ujar Chung Ying dengan raut bingung nya ketika melihat sang ayah kembali melamun.


Ho Chen pun tersentak dan memberikan senyuman yang penuh akan kelembutan terhadap putra sulung nya "ah maaf kan ayah, ayah hanya mengkawatirkan kondisi adik bungsu mu saja. benar apa yang sedang kau lakukan di per batasan barat? bukan kah seharusnya kau berada di perbatasan timur?" terdapat nada kebingungan yang tertutupi oleh suara lembutnya ketika berbicara dan menatap sang putra sulung.


Chung Ying yang mendapat kan pertanyaan beruntun pun tersenyum. ah bukan kah ayah nya sanggat menyayangi dirinya dan saudara nya hingga apapun hal yang meyangkut mereka beliau pasti mengetahui nya.


" saya mendapatkan tugas dari kaisar untuk mengerus beberapa hal di sini. ayah tidak perlu kawatir dengan saya.  bukan kah lebih baik ayah pulang untuk menemui mei mei? pasti sekarang dia tertidur dan berharap ketika dia terbangun ayah sudah berada di samping nya dan meneruti semua permintaan nya" Chung Ying terkekeh geli ketika membayang nya sebarapa imut dan lucu nya ketika lian yang dalam kondisi sakit merengek minta ini itu kepada sang ayah yang sayang nya tidak bisa menolak permintaan nya.


Ho Chen yang mendengar penuturan putra sulung nya pun hanya bisa tersenyum tak berdaya dan dalam hati membenarkan perkataan sang putra sulung.


"kau benar ayah akan menyelesaikan semua nya dan langsung pulang untuk menemui mei mei mu." setelah nya ho chen mengusap pelan puncak kepala Chung Ying dengan lembut kemudian berkata "jaga lah dirimu dengan baik jika selesai melakukan tugas mu pulang lah sebentar ayah akan menyajikan makanan kesukaanmu"  setelah nya ho chen pergi untuk menyesai kan semua nya agar cepat pulang untuk menemui putri tunggal nya.


Chung Ying yang mendapat kan perlakuan seperti itu tersenyum dengan cerah nya. ah betapa bahagia nya dia ketika sang ayah memperilakukan dia seperti itu, semenjak dia bergabung dengan kekaisaran ia menjadi sangat sulit mendapat kan perhatiaan sang ayah terlebih ia jaran pulang karena tugas nya sebagai jendral yang sangat penuh hingga ia sulit mendapat kan waktu luang untuk hanya sekedar menemui sang ayah dan sang adik nya.


waktu terus berjalan. matahari mulai menyembunyikan dirinya dan di gantikan oleh sang rembulan dengan cahaya nya yang di sambut oleh cahaya dari sang bintang dan cahaya dari lentera serta lilin para warga yang memberikan kesan yang sangat indah.


di salah satu pavilium yang berada di klan Wang lebih tepatnya pavilium milik Lian, pavilium teratai. seorang pelayan membuka pintu dengan pelan lalu menyuruh 2 pelayan di belakang nya yang membawah setumpukan buku untuk menaruh nya di meja belajar nona nya yang berada tepat di samping jendela yang mengarah langsung ke luar memperlihatkan sebuah taman yang sangat indah. 


sang pelayan atau xialun mendekati tempat tidur sang nona dan menyuruh seorang dayang yang membawa nampan makanan untuk di taruh di meja yang paling dekat dengan tempat tidur lalu ia pun menyuruh pelayan yang lain untuk keluar dari kamar.


xialun memandang wajah sang nona yang sedang terlelap. terlihat raut ke legaan ketika dia tau bahwa wajah sang nona telah memulih dan menghilang kan wajah  pucat yang sangat merah menandakan demam yang di alami oleh sang nona telah mereda. dengan perlahan dia pun membangun kan sang nona dan di balas gumaman samar dan wajah bangun tidur nya yang terlihat sangat imut membuat xialun menahan gemas terhadap nona muda nya.


"xialun, apkah sudah malam? apakah ayah sudah datang?" ucap lian setelah memullihkan kesadaran nya danmengerjapkan mata nya berkali kali sambil menatap xialun yang menahan gemas terhadap nya.


"benar nona hari sudah menjelangh malam dan sekarang waktu nona untuk makanmalam. untuk ketua ke 3 beliau sudah pulang beberapa saat yang lalu dan saya pun sudah menyampai kan apa yang nona ingin kan kepada ketua ke 3 dan bubu yang nona minta sudah saya siapkan dan saya taruh di meja belajar milik nona" xialun pun membantu lian untuk duduk dan menyuapi lian dengan sangat baik, seperti telah menjadi kebiasaan nya ketika sang nona sakit maka ia akan menyuapi nya sebagai ganti jika ketua ke 3 maupun kakak nya tidak ada.


lian pun yang mendengar penuturan dari sang pelayan seketika melihat ke arah meja belajar nya dan mengangguk puas ketika melihat banyak nya tumpukan buku yang ada di sana. 


setelah selesai makan lian memutuskan untuk mengganti gaun nya dan membersihkan diri. ketika ia kembali betapa terkejut nyaketika melihat sang ayah sudah duduk dan meminum teh dengan santai nya. lian pun memanggil nya.


ho chen yang mendengar suara indah seperti lonceng itu pun menoleh dan mendapat kan sang putri tengah menatap nya dengan senyum indah nya yang terpatri di wajah cantik nya. "kemari lah lian'er" panggil nya, dan lian pun mendekat dan duduk tepat di samping sang ayah.


lian yang melihatnya pun menggelengkan kepala nya pelan "ayah tidak perlu merasa bersalah lagi pula lian'er sudah sembuh dan lian'er juga sudah meminta ganti sebagai permintaan maaf ayah. dan sekarang mana gaun baru lian'er?" ucap lian dengan manja nya dan menodongkan ke dua telapak tangan terbukan ya kehadapan sang ayah.


ho chen yang melihat itu pun tersenyum tak berdaya ia pun mengelus dengan pelan puncak kepala sang putri kemudian berkata"ayah tak membawa nya nanti ayah akan menyuruh pelayan untuk mengantar nya ke pavilium mu." terlihat jelas pandangan memanjakan di mata sang ayah. dan di balas mata berbinar milik lian ketika mendengar apa yang sang ayah katakan.


waktu berlalu, merasa sudah larut hochen memutuskan untuk kembali ke pavilium nya dan di balas anggukan dari lian karena dia merasa ayah nya terlihat sangat kelelahan. 'mungkin ayah tidak sempat istirahat setelah sampai di sini' pikir lian. setelah sang ayah pergi lian pun berjalan menuju meja belajarnya yang penuh akan tumpukan buku yang di bawah kan oleh xialun dan memandang nya dengan intens.


"hah! Arculos !! di kehidupan sebelumnya takdir ku berawal dari sebuah buku kultivasi dan di kehidupan ke 2 ku takdir juga berawal dari buku kultivasi. apakah seemang se jodoh ini diri mu cla dengan yang nama nya buku kultivasi" ucap lian dengan nada gusar nya setelah menghelah nafas dengan keras.


-


-


-


-


-


-


-


-


apa hubungan nya claudia dengan buku kultivasi?


kehidupan sebelum nya dengan buku kultivasi? bukan kan claudia hidup di dunia modern? lantas bagaimana dia bisa mengetahui dan memeliki buku kultivasi?


dan apa itu arculos? serta apa hubungan nya dengan claudia?


akan terjawab di part selanjutnya.