QUEEN ARCULOS

QUEEN ARCULOS
Δεκατρία



Malam semakin larut setelah membersihkan dirinya lian di bantu dengan xialun di sini lah dirinya sekarang berada di atas peraduan di temani lagi – lagi buku kultivasi dan 1 lagi buku yang ia ambil dari dalam apothikefsi milik nya buku yang berisikan tentang elemen, warna kekuatan dan juga benang takdir. Hari ini lian ia melihat beberapa hal yang membuatnya kefikiran salah satu nya adalah xianlun dan pedang baru miliknya.


Di sisi lain tepatnya di kamar xianlun, xianlun memandang pedang baru milik nya dan memikirkan kembali perkataan dan tindakan sang nona ketika mereka berada di toko senjata. Mengapa sang nona lebih memahami tentang senjata dari pada dirinya? Dan kenapa nona nya bisa mengetahui dengan cepat tingkat dari pedang miliknya? Dan masih banyak hal lagi yang ia pertanyakan. Di rasa hari semakin larut akhirnya xianlun memutuskan untuk bertanya besok tentang semua pertanyaan yang ada dalam fikiran nya. Tanpa sadar xianlun mulai tertidur dengan memeluk pedang tersebut dan ketika xianlun mulai terlelap pedang tersebut mengeluarkan cahaya berwarna merah muda dan itu hanya berlangsung beberapa saat.


Pagi telah tiba saat ini keadaan klan wang sedikit lebih ramai dari kemarin. Xianlun berjalan ke kamar lian tentunya dengan membawah pedang milik nya dan nampan berisikan air minum lian. Sudah rutinitas lian ketika bangun tidur pasti akan minum terlebih dahulu kemudian membersihkan diri setidak antara lian sendiri dan clarisa memiliki banyak kesamaan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan.


-


-


-


-


-


-


Xianlun membuka pintu kamar tersebut dan mendapatkan sang nona yang sedang terduduk sambil merenggangkan tubuh nya. "selamat pagi nona" salam xianlun dengan hormat sambil berjalan ke arah lian.


"pagi xianlun" Lian mengambil gelas di nampan tersebut kemudian memandang xianlun sambil meminnum air tersebut. Lian menaruh gelas tersebut di tas nampan yang xianlun letaktan di meja tepat sebelah peraduan nya. "apakah akan ada sebuah perayaan? Kenapa sangat ramai? Aku sampai terbangun" jujur lian. Karena dari dini hari para pelayan sibuk berlalu lalang di sekitar paviliun nya, lian yang sangat sensitif dengan sekitar nya menjadi terusik dan akhirnya terbangun tepat sebelum xianlun memasuki kamar nya.


Xianlun yang sedang membuka jendela kamar menghentikan kegiatan nya sebentar "hari ini para ketua klan sedang mengadakan diskusi tentang siapa saja yang akan di kirim untuk mengikuti ujian masuk akademi kekisaran Qin" lian menganggukan kepalanya dan membiarkan xianlun melakukan tugas – tugas nya.


Setelah membersihkan diri dan merias sedikit wajahnya di bantu oleh xianlun, lian duduk di taman yang ada di paviliun nya tentu nya ditemani oleh xianlun jangan lupakan pedang baru nya dan juga tidak lupa makanan ringan dan buku.


"xianlun, apakah setiap klan akan mengirimkan anggota klan nya untuk mengikuti ujian masuk akademi kekaisaran selalu seramai ini?" tanya lian kebingungan, karena jujur ini terlalu asing untuk clarisa bahkan tidak ada satupun ingatan milik mei lian tentang hal ini. 'terlalu introvert' fikir lian.


Xianlun yang setia duduk di bawah lian menaikan pandangan nya. "tentu nona setelah para ketua klan memtuskan siapa saja yang akan berangkat, mereka akan mengadakan perjamuan besar untuk seluruh anggota klan dan murid klan 10 hari setelah nya akan di adakan pengujian untuk menentukan layak atau tidaknya mengikuti ujian masuk akademi kekaisaran"


"apakah putri atau putra dari ketua klan akan di ikut serta kan?"


"tentu nona karena banyak yang bilang putri dan putra dari para ketua klan akan menjadi contoh untuk para generasi muda klan" jawab xianlun yang sukses membuat lian terkejut.


"apakah aku termasuk di dalam nya?" gumam lian yang masih terdengar oleh xianlun dan di balas anggukan oleh xianlun.


Setelah nya keheningan menyelimuti mereka. Kedua nya nampak memiliki pertanyaan namun sangat ragu untuk mengucapkan nya.


"xianlun jika aku memintamu untuk ikut ujian terebut bersamaku apakah kau mau?" tanya lian memecah keheningan.


Xianlun terdiam, karena merasa dirinya di abaikan lian melihat kearah xianlun dan menemukan dirinya sedang melamun.


"xianlun?" tanya lian sekali lagi dan berhasil xianlun kembali dari melamun nya.


"ahh,, maafkan hamba nona tapi hamba hanya lah seorang pelayan hamba tak pantas untuk mengikuti ujian akademi kekaisaran" ucap xianlun sambil menundukan kepala nya dan di balas kekehan pelan dari lian yang membuat xianlun bingung


"ppfftt,, bagaimana mungkin seorang nona muda dari klan Xiao tidak pantas mengikuti ujian akademi kekaisaran" ujar lian yang berhasil membuat xianlun terkejut. 'bagaimana nona bisa mengetahui tentang identitas nya?' fikir xianlun.


"kita bersama selama bertahun – tahun bagaimana mungkin aku tidak mengetahui nya, ayah bahkan terkadang menyebut dirinya paman ketika berbicara dengan dirimu, dan bagaimana mungkin seorang pelayan memiliki kultivasi yang tinggi dan di perbolehkan oleh ayah bukankah peraturan kekaisaran sendiri yang bilang bahwa seorang budak tidak boleh memiliki tingkat kultivasi tinggi. Jika kalian membuat alasan dengan megatakan untuk menjagaku bukankah kalian semua terlebih kau telah mengetahui bahwa aku tak selemah itu" lanjut lian.


"itu hanya masa lalu saya nona sekarang saya hanya lah pelayan anda dan akan tetap seperti itu" ucap xianlun dengan tegas tetapi tersirat kesedihan di dalam nya yang sayang nya bisa lian temukan.


Lian menggelengkan keplanya "tidak, jika kau ingin kita bisa merebut kembali klan xiaomu dan membuatnya jaya lagi dan membuatnya kembali menjadi salah satu klan bangsawan di kekaisaran ini"


Pandangan xianlun berbinar menatap sang nona "benarkah nona? Apakah nona akan membantu saya?" tanya xianlun dan di balas anggukan tegas dari lian "tentu dan jangan lupakan pedang mu tapi sebelum itu kita harus mencari cara agar kau bisa memasuki akademi kekaisaran dan tentunya menaikan lagi tingkat kultivasi kita"


Xianlun kemudian memandang pedang milik nya. Lian yang melihat itupun menghelah nafas pelan. 'klan xiao yang malang, klan yang sangat indah dan nyaman harus berakhir di tangan penghianat yang merupakan salah satu dari ketua kan dan membuat banyak anggota klan membuat anak mereka agar selamat dari masa pembantaian yang di lakukan oleh penghianat tersebut '


"nona izin kan saya bertanya tentang beberapa hal" ucap xianlun dan diangguki oleh lian.


"bagaimana nona bisa mengetahui tentang tingkat sebuah senjata dan bukan kah nona tidak pernah menyentuh sebuah senjata?" tanya xianlun yang berhasil membuat lian panik.


"tentu saja, apakah nona akan menyembunikan suatu hal dari saya?" jawab xianlun dengan tegas. Baik, xianlun yang seperti ini sedikit membuat lian terintimidasi dan itu sangat tidak nyaman jika lian tidak menceritakan suatu hal maka bisa di pastika xianlun akan sangat marah dan itu sangat tidak baik.


"baik – baik akan saya cerita kan tapi tidak di sini karena ini rahasia bagaimana jika kita berjalan – jalan di luar tapi sebelum itu kita harus bertemu dengan ayah karena ada yang harus aku sampai kan kepada beliau"


"apa yang sedang gadis kecil ayah bicarakan hingga tidak meyadari keberadaan ayah hm?" tanya ho chen yang tiba – tiba sudah berada dibelakang mereka.


"ayah-!!! Bagaimana ayah bisa di sini? bukan kah ayah sedang melakuka pertemuan klan?" tanya lian terkejut.


"pertemuan klan telah berakhir beberapa saat yang lalu dan ayah merindukan putri ayah kerena itu ayah ke sini tapi sepertinya kalian sedang berbicara sesuatu yang sangat menarik hingga keberadaan ayah tidak kalian sadari" ucap ho chen yang sedang berpura – pura kecewa.


Lian memandang jengah ke arah sang ayah. Baik sang ayah mulai melakukan drama.lebih baik lian mengalihkan arah pembicaraan sebelum drama sang ayah semakin menjadi "apakah lian ikut ke dalam ujian masuk akademi ayah?"


"ah benar bagaimana ayah melupakan tujuan ayah." Ho chen menjeda kemudian menatap sang putri dengan tatapan bersalah nya yang berhasil membuat xianlun berkeringat dingin khawatir dengan sang nona "maafkan ayah karena tidak bisa menahan para ketua untuk memasukanmu ke dalam rombongan yang akan mengikuti ujian"


"apakah berarti lian ikut ayah?" tanya lian memastikan.


Ho chen menganggukan kepalanya "benar dan kau akan ikut bersama dengan xianlun" pandangan ho chen ber alih ke xianlun kemudian tersenyum "paman telah menepati janji paman kepada orang tuamu dan juga lian, kau akan mengikuti ujian masuk akademi bersama lian. Tolong jaga adikmu dengan baik"


Lian memandang xianlun yang sedang menatapnya seolah berkata 'apa maksud dengan janji nona?' dan tentunya di balas lian dengan tatapan 'aku hanya melakukan yang menurutku benar' di akhiri tatapan kemenangan.


"dan bagaimana tentang ujian kelayakan ayah?"


"ujian kelayakan hanya terdiri dari pertaungan sederhana antara rombongan yang akan berangkat dengan para jenius klan dan batu sihir" di akhir kalimat nya terdapat nada khawatir.


'batu sihir ya,,, salah satu pecahan dari inti alam semesta. Berbeda dari batu inti sihir milik ahli sihir, inti sihir sendiri tercipta dari energi yang berasal dai inti semesta ketika seorang ahli sihir di bangkitkan inti sihir bisa mmbuat seorang ahli sihir lebih mudah membuat formasi sihir dan membuat mana dalam tubuh lebih terkendali tetapi berbeda dengan batu sihir, batu sihir hanya akan menyalan jika di aliri QI oleh seorang kultivator yang memiliki garis takdir bisa mempelajari sihir dasar. Batu sihir sendiri hanya bisa menentukan elemen dari seorang kultivator. Dan Sihir dasar di bagi menjadi 4 dan seorang kultivator yang bisa mempelajari pola sihir hanya bisa mencapai sihir dasar 1 dan paling tinggi sihir dasar 3 yang hanya bisa di pelajari oleh kultivator tingkat atas sedangkan sihir dasar 4 adalah sihir dasar untuk seseorang yang memiliki garis takdir sebagai ahli sihir dan itu banyak terdapat di benua barat' fikir lian mengingat tentang isi dari salah satu buku milik nya.


"ayah tidak perlu khawatir lian dan xianlun pasti akan berhasil melewati ujian kelayakan tersebut" ucap lian menenangkan "tetapi sebelum itu boleh kah lian meminta suatu hal?: lanjut nya dengan ragu- ragu.


"minta lah putriku sebisa mungkin ayah akan memberikan nya kepada mu" ucap hochen dengan senyuman nya.


"bisakah lian dan xianlun melakukan perjalanan? Tidak lama kita akan kembali sebelum ujian kelayakan diadakan." Ujar lian dengan pelan karena lian ragu sang ayah akan memberikan nya izin bagaimanapun dirinya baru 1 kali keluar dari klan.


Ho chen terkejut dengan permintaan sang putri kecil nya tetapi ketika dirinya ingin menolak ho chen melihat tatapan kedua gadis di depan nya tatapan yang tersirat akan ambius yang tinggi. Karena tidak tega ho chen memutuskan untuk menanyakan alasan nya setidaknya ia harus tau bukan apa alasandi balik permintaan tersebut sebelum mengambil keputusan. "apa ada alasan di balik permintaan terseut putriku?"


"kultivasi lian dan xianlun masih lah sangat rendah dan lian belum memiliki sebuah senjata. Bagaimana bisa lian yakin kita berdua bisa berhasil jika kita hanya berdiam diri di dalam klan. Tetapi jika kita keluar dari klan lian bisa mencari senjata yang sesuai untuk lian, xianlun bisa bertukar pukulan mengunakan pedang nya dan kita bisa menaikan kultivasi kita" jelas lian dan di angguki oleh xianlun.


Ho chen yang merasakan ke anehan dalam perkataan lian kemudian melihat ke arah xianlun dan benar ia baru mnyadari jika xianlun membawa pedang yang sangat indah. ho chen berfikir sejenak untuk menimang permintan sang putri.


Benar perjalanan adalah untuk membuktikan semua nya dan perjalanan juga lah yang membuat seseorang semakin kuat dan semakin hebat. Tetapi putri nya ini baru berumur 8 tahun bahkan dia baru memulai kultivasinya. Setelah memkirkan beberapa saat akhirnya ho chen memutuskan untuk memberikan mereka izin dengan syarat mereka harus saling menjaga dan tentunya di balas tatapan senang dari kedua nya. Ho chen yang melihat sang putri tersenyum senang secara tidak sadar ikut tersenyum.


" benar kapan kalian berangkat?"


"setelah ini ayah, maaf karena lian tidak bisa mengikuti perjamuan" ujar lian dengan tatapan bersalah nya.


"tidak apa – apa ayah akan menjelaskan nya kepada para ketua dan jika nanti gegemu datang ayah akan menyuruhnya ke paviliun mu."


"apakah para gege akan datang?" ujar lian dengan mata berbinar. Bagaimana pun ia belum bertemu dengan para gegenya terlebih gege ke-3 nya sekaligus gege yang lahir dari ibu yang sama dengan lian, Wang Chang Yi.


Ho chen terkekeh melihat tanggapan yang di berikan oleh sang putri kemudian mengelus pelan surai kemerahan milik lian "benar chun ying telah mengirim surat bahwa dia akan datang bersama dengan choyu"


Lian sedikit kecewa dengan jawaban sang ayah 'benar jangan berharap banyak tentang kakak ke-3 mu lian, sekeras apapun mereka mencari tidak akan mendapatkan nya' fikir lian.


"baiklah, lian harus pamit terlebih dahulu untuk menyiapkan perbekalan. Dan maaf lian tidak bisa menemui ayah sebelum berangkat"


"tidak apa – apa nanti ayah ayah menitipkan beberapa barang kepada gegemu untuk di berikan kepadamu. ayah juga harus kembali ke paviliun ayah, kalau begitu ayah permisi." Pamit ho chen kemudian berlalu dari paviliun lian.


"kalau begitu kau juga kembali lah ke kamarmu persiapkan baju dan perbekalanmu setelahnya kembali kesini untuk membantuku bersiap kemudian kita berangkat setelah bertemu dengan para gege" ucap lian dan di angguki oleh xianlun. Kemudian mereka berpisah lian kembali memasuki kamarnya.