
Saat ini lian sedang duduk di atas jendela kamar nya, memandang ke arah langit 'bunda gimana ya kabar nya? Apa masih suka ngeracunin anak – anaknya dengan lagu- lagu kpop awal tahun 2000an ya,,, anak – anak yang lain gimana ya,,,, cla kangen,,,, maaf kalau cla sering bikin salah' tanpa sadar lian meneteskan air matanya.
Hingga tiba – tiba angin panas menerpa wajahnya kemudian berpusar di depan lian lalu muncul semburan api dari bawah semakin tinggi hingga menyamai tinggi orang dewasa kemudian api itu menghilang dan muncul lah sosok yang sangat lian kenal, raja Zeus.
"yang mulia(?) apa yang sedang anda lakukan di sini?" tanya lian kebingungan.
"tidak ada, saya hanya ingin melihat perkembangan penerus saya." Jawab raja Zeus seada nya.
Lian menganggukan kepala nya merasa tidak ada yang aneh dalam jawaban raja Zeus. "yang mulia boleh kah saya bertanya suatu hal?"
"tanyakan saja wahai penerusku."
"bagaimana cara saya mendapatkan cincin semesta? Dan dimana kah itu?"
"cincin semesta? Apa yang akan engkau lakukan dengan cincin semesta tersebut?" tanya raja Zeus dengan bingung.
"saya akan melakukan perjalanan untuk beberapa hari dan akan sulit jika saya tidak memiliki cincin semesta mungkin jika memang tidak ada cincin semesta saya bisa mendapatkan cincin ruang atau cincin dimensi, jika saya memakai kalung phonix merah itu akan membuat saya dalam kesulitan karena status saya sebagai penerus anda dan kutlivasi saya yang masih sangat rendah" jelas lian.
Raja zeus mengangguk – anggukan kepala nya "kau benar,kau tak perlu mencari nya di dalam kalung phonix api ada beberapa cincin yang ku simpan jeda raja zeus ketika melihat raut kebingungan lian pegang tangan saya dan kemudian pejamkan matamu" pinta raja zeus.
Lian memejamkan matanya kemudian ia memasuki sebuah dimensi yang sangat aneh tetapi sangat indah di waktu yang bersamaan. Lian melihat ke arah raja zeus "tempat apakah ini yang mulia? Dan kenapa sangat indah?"
"ini adalah dimensi yang terdapat dalam kalung sang penguasa milikmu"
Pandangan lian tertuju kepada kalung milik nya "maksud anda kalung phonix merah ini?"
"benar, selain cincin semesta hanya kalung dan cincin dari sang pemilik salah satu lapisan dunia saja yang bisa dimasuki oleh jiwa sang pemilik dan mahluk hidup lain nya." Jelas raja zeus.
"lalu bagaimana dengan cincin ruang dan cincin dimensi? Saya fikir ketiga nya hanya bisa untuk menaruh benda mati dan hanya berbeda luasnya saja dan bagaimana dengan waktu kita? Apakah ada perbedaan waktu yang mulia?" tanya lian lagi.
"itu memang benar cincin ruang, dimensi dan semesta memang memilki jenis yang berbeda cincin ruang yang hanya memiliki luas setara dengan 1 kerajaan dan cincin dimensi yang memiliki luas setara dengan 1 benua tetapi kedua cincin tersebut bisa menjadi tempat tinggal untuk hewan kontrak sang pemiliki sedangkan cincin semesta sama dengan cincin semesta bisa menajadi tempat tinggal makluk hidup dan memiliki luas yang tak terbatas. Perihal waktu kita selama apapun dirmu di dalam nya di dunia nyata akan sama dengan 1 kedipan mata"
"baik saya telah memahami nya dan selanjutnya apa yang akan kita lakukan di sini yang mulai?" tanya lian ketika melihat raja zeus telah berjalan menuju ke arah sebuah peti yang sangat indah.
"kemari lah ada yang ingin saya tunjukan kepada anda" pinta raja zeus.
Lian kemudian berjalan mendekan ke arah raja zeus. "apa kau sudah mempelajari mantra yang terdapat di dalam buku sang penguasa neraka?" tanya raja zeus dan di jawab anggukan dari lian "maka bacakanlah mantra itu karena apapun halyang berhubungan dengan sang penguasa neraka di kendalikan oleh mantra tersebut."
Akhirnya lian mengucapkan mantra tersebut dengan pelan kemudian peti itu secara perlahan terbuka dan lian melihat 5 kotak dengan ukuran yang berbeda – beda. "apa ini yang mulia? Kenapa banyak sekali kotak yang berada dalam peti ini?"
"peti ini adalah peti milik dewi neraka, junjungan pertama neraka. Dan semua hal di dalam nya adalah milik dewi neraka dan pemilik selanjutnya adalah junjungan yang baru" jelas raja zeus.
"lalu kenapa peti ini terdapat pada saya? Bukankah seharusnya anda yang memiliki nya?" lian benar – benar merasa bingung, ia memang mengetahui perihal dewi neraka sahabat dari dewi surga dan dewi alam tetapi bukankah seharusnya semua hal tentang neraka berada dalam genggaman raja zeus walaupun dirinya memang menjadi penerus raja zeus tapi ia belum mendapatkan gelar itu secara resmi.
"apa kau tidak menyadari nya? Kita berdua memilki kalung sang penguasa neraka" ucap raja zeus dan benar lian baru menyadarinya jika ia dan raja zeus sama – sama memakai kalung sang penguasa.
"kalung milikmu adalah kalung milik dari dewi neraka sedangkan kalung milik saya adalah kalung yang di berikan turun temurun untuk sang penguasa neraka, dan mantra yang saya bilang itu adalah mantra yang hanya bisa di ucapkan oleh seseorang yang memiliki darah murni dari dewi neraka dan ini semua adalah milikmu" jelas raja zeus. Baik lagi dan lagi lian terkejut.
"karena itu keturunan anda tidak marah ketika anda mengangkat saya menjadi penerus anda? Karena mereka telah mengetahui bahwa saya adalah pemilik darah murni sang dewi neraka?" tanya lian memastikan.
"kau benar, dan bukankah sebaiknya kau mulai membuka kotak tersebut."
Lian mulai mengambil 1 kotak yang panjang kemudian membuka nya, dahinya mengerut "pedang mawar darah(?)" ucap nya dengan ragu.
"mawar darah(?) pedang(?) pedang seperti apakah itu?" tanya raja zeus kebingungan.
Seketika lian memandang ke arah raja zeus. "apakah anda tidak pernah mengetahui pedang mawar darah yang mulia?" tanya lian dan di jawab gelengan kepala oleh raja zeus.
"dari yang saya ketahui pedang mawar darah adalah pedang yang tecipta dari tetesan darah pengorbanan dewi kegelapan dan raja dari para iblis, darah yang di teteskan di atas mawar pengorbanan. Dari kabar yang sempat beredar mereka melakukan nya untuk melindungi putri mereka yang saat itu masih sangat lah kecil. Dan pedang ini juga yang membawah tetesan darah pengorbanan dari pemiliknya kemudian mencari jiwa yang bisa di jadikan wadah yang sesuai" Lian menjeda kalimatnya kemudian tersenyum memandang pedang tersebut "saya tak pernah menyangka bahwa putri yang di maksud adalah dewi neraka dan saya tak pernah menyangka pedang legenda ini bisa berada di tangan saya"
"ba-bagaimana kau bisa mengetahui hal tersebut? Bahkan tidak ada yang mengetahui hal tersebut di nirwana" tanya raja zeus yang terkejut.
"saya hanya membaca" jawab lian dengan acuhnya lebih tepatnya ia tidak inngin memberitahukan kepada raja zeus mengenai peninggalan dari dewi alam.
Lian menutup kembali kotak tersebut dan menaruh di meja yang tepat berada di samping peti tersebut, kemudian membuka kotak kedua lian mengerutkan keningnya lagi. "tongkat sihir(?)" lian melihat ke arah raja zeus yang sepertinya terkejut "bisa anda jelaskan yang mulia?"
"saya tak pernah menyangka tongkat sihir yang bisa mengendalikan seluruh neraka bisa berada di sini"
"mengendalikan seluruh neraka?"
Raja zeus mengangguk "benar, tidak banyak yang mengetahui nya, setelah kepergian dewi neraka banyak orang yang mencari nya agar bisa menguasai seluruh nereka, pemberontakan dimana – mana dan tidak ada satupun yang mengetahui dimana dewi neraka menyembunyikan nya karena tidak memiliki cara lain untuk mengamankan alam neraka pemimpin neraka akhirnya memusnahkan semua jejak tentang tongkat ini da hanya para pemimpin neraka lah yang mengetahuinya" jelas raja zeus.
"busur panah? Apakah ada yang istimewa tentang busur ini yang mulia?" tanya lian
Raja zeus menggelengkan kepalanya "tidak tetapi yang saya ketahui dewi neraka menyukai busur panah yang di berikan oleh sahabat nya dan sepertinya busur yang dimaksud adalah ini" jawab raja zeus. Lian mengangguk dan kemudian menaruhnya. Mengambil kotak yang paling kecil lian kemudian membuka nya, dan menatap raja zeus dengan tatapan meminta penjelasan.
"mahkota sang pemilik neraka, mahkota ini berbeda dengan mahkota yang di pakai oleh sang pemimpin neraka. Jika di mahkota milik saya terdapat ukiran tahta neraka maka mahkota ini terdapat inti neraka yang menandakan dia adalah sang pemilik dari alam neraka." Jelas raja zeus.
Lian mengangguk lagi dan lagi kemudian menaruhnya. Perhatian nya mengarah ke kotak terakhir kemudian mengambilnya dan membuka nya.
"buku jurus dan formasi sihir dari sang pemilik neraka, apakah saya perlu menjelaskan juga nona lian?" tanya raja zeus sepertinya mulai merasa lelah karena terus berbicara.
"anda tidak perlu merepotkan diri untuk menjelaskan nya yang mulia saya sudah memahaminya, tetapi untuk ke-17 cincin ini bisakah anda menjelaskan nya?" jawab lian yang sepertinya ikut lelah.
"ke-17 cincin itu 2 di antaranya adalah cincin semesta 5 di antaranya cincin dimensi dan 10 di antara nya adalah cincin ruang"
"bagaimana cara saya untuk membedakan nya yang mulia?"
"cincin semesta di dalam nya terdapat ukiran matahari, cincin dimensi terdapat ukiran bulan dan cincin ruang terdapat ukiran bintang" jelas raja zeus.
"baik saya mengerti apakah masih ada yang ingin kita lakukan di sini yang mulia?"
"tidak, sebaiknya kita kembali karena saya sudah merasakan haus dan ingin cepat kembali ke neraka karena masih banyak hal yang ingin saya kerjakan" tungkas raja zeus. Setelah nya mereka pun kembali.
Ketika lian membuka matanya ia tak menemukan raja zeus 'mungkin raja zeus benar –benar sedang' sibuk fikir lian. Lian turun dari jendela bertepatan dengan diketuknya pintu sebanyak dua kali. Kemudian muncul sosok xianlun dari balik pintu. Membawa perbekalanya maafkan saya nona karena terlambat
"xianlun, apa kau bisa membantuku bersiap? Tolong siapkan beberapa gaun sederhana dan ringan aku akan keperpustakaan sebentar jika gege datang suruh mereka menunggu" tungkas lian kemudian pergi ke perpustakaan di paviliun nya.
Akhirnya xianlun menyiapkan beberapa hal yang diminta dan di perlukan oleh sang nona tetapi tiba – tiba suara pintu yang di buka mengalihkan perhatian xianlun, xianln mngalihkan pandangan nya dan menemukan kedua tuan muda nya berdiri di sana dan terdapat beberapa pelayan yang membawah barang.
"salam hormat pada jendral muda chun ying dan tuan muda choyu" hormat xianlun sambil membungkuk kan badannya.
"saya terima salammu, dimana adik lian?" ucap chun ying sambilmengedarkan pandangan nya.
"nona sedang berada di perpustakaan, beliau berpesan jika jendral muda dan tuan muda datang di minta untuk menunggu sebentar, Saya akan menyiapkan makanan ringan."
"tidak perlu, kembali lakukan tugasmu." Pinta choyu. Kemudian pandangan choyu beralih ke para pelayan yang mengikutinya "dan kalian taruh barang – barang itu di dekat xianlun dan bantu dia mengemasi barang – barang nya"
"baik" ucap xianlun dan para pelayan.
Chun Ying melihat – lihat gaun yang lipat oleh parah pelayan dengan pandangan kebingungan. "xianlun kenapa gaun yang dibawah sangat sederhana?"
Xianlun memberhentikan kegiatan nya kemudian menghadap ke arah sang jendral muda kekaisaran Qin ketika ia ingin menjawab ada suara yang tiba – tiba menggantikan nya menjawab
"karena lian ingin berkelana ge, bukan ingin menghadiri sebuah jamuan pesta" ucap lian yang berhasil mengalihkan perhatian kedua pria tersebut.
Lian berjalan menghampiri kedua gege nya dengan membawa kipas milik nya yang ia ambil dari apothikefsi miliknya dan satu buku tentang bel diri yang ia ambil dari perpustakaan di paviliun nya. "bagaimana kabar gege?" tanya lian ketika ia telah duduk di antara kedua gege nya.
Choyu mengelus pelan surai lian "baik, bagaiamana keadaan adik gege ini hm? Apakah demammu sudah hilang?"
Lian menyandarkan tubuh nya ke bahu chun ying sambil memainkan kipas miliknya. "lian sudah lebih baik ge, dan bagaimana kabar chunying ge?" lian menaikan pandangan nya memandang gege pertama nya yang tengah asik memandangi dirinya.
"gege baik – baik saja, syukurlah jika kondisimu telah" membaik jawab chunying sambil tersenyum.
"ah benar apa saja yang kalian bawah? Kenapa banyak sekali barang yang di siapkan oleh xianlun" tanya lian bingung ketika melihat barang yang di bawah oleh xianlun.
"kita khwatir kau akan kesulitan selama berkelana" jawab chunying
"baik baik baik" pasrah lian karena bagaimana pun ia tak akan bisa melawan para gegenya terlebih jika sang ayah berada di pihak gege nya. Mereka akhirnya ber bincang –bincang mengenai banyak hal.
-
-
-
-
-
jangan lupa tinggalkan jejak entah apapun itu^^