
Vote Duluš
.
.
Azuya duduk di depan meja makan yang sudah di penuhi berbagai jenis Makanan Enak.
"Wahhh Kau benar-benar Pria yang Gentle" puji Azuya .
Azuya mengangkat sumpitnya dan mengambil daging yang sudah sangat menggiurkan Selera nya.
"Emmm~ rasanya gurih "
"Ini sangat Renyah aahhh.."
"Waahhh Pedas..."
"Ini Garamnya sudah pas "
"Wahhh bentuknya iniĀ aneh tapi enak...bukankah ini mirip Ikan,tapi tidak ada tulang ,sangat enak.."
"Fyuuuhhh.."
Azuya meletakkan sumpitnya dan membersihkan mulutnya dari noda makanan.
Senyum bahagia muncul di Wajah cantiknya,membuka matanya ,ia dibuat terkejut dengan keadaan Meja makan yang sudah Kosong hanya bersisakan kuah saja.
"Ups..sepertinya aku terlalu banyak eh.." ujar Azuya tidak ingin melihat kearah Xuran yang menatap fokus padanya.
Xuran sebenarnya sangat terkejut akan betapa Lapar Seorang Azuya yang selalu bersikap dingin di medan perang,Nyatanya sangat Rakus saat di hadapkan dengan makanan.
"Pufft",Xuran menutup bibirnya menahan tawanya .
Azuya yang mendengar tawa pria itu langsung mendelik tajam kearah Xuran.
BRAK
Azuya memukul meja keras ,lalu mengeluarkan hawa dingin nya.
"Sekarang jawab ,Siapa gadis itu,kenapa ia menangis kearah mu seakan dia adalah kekasih mu yang kau tinggalkan Hah!!" seru Azuya dengan tatapan tajam
Xuran langsung duduk tegap
"Istriku...Dia..bukan siapa-siapa!!" bela Xuran.
Wajah Xuran memucat saat melihat bahwa istrinya ini hanya diam.
"Istri dia bukan siapa-siapaku! "
"aku tidak pernah menyentuh siapa pun kaum perempuan! "
"Sayang percayalah padaku! "
"sayang~"
Suara Xuran terus bergema dalam ruang tamu itu, para maid dan kepala pelayannya tidak bisa berkutik
Mereka semua merasa bahwa raja mereka iniĀ bersikap......... Manja dan Berusaha bersikap memelas.
Zuya menatapnya diam, namun di dalam ia sudah tertawa melihat wajah dingin suaminya yang memelas.
"Dia siapa? "akhirnya suara Zuya muncul
Xuran langsung menegakkan badannya
Lalat?
Zuya menatapnya santai, tapi bagi Xuran seperti pengadilan saja. Untuknya.
"Sejak kapan lalat bermutasi jadi Manusia!!"batin Azuya
"Oh. Dimana kamar tidur? "tanya Zuya dengan malasnya
Dia mengantuk? Oke.
"Kamar?.... Oh ada di atas Sayang ayooo" ucapnya semangat.
Untungnya Istrinya tidak inginĀ membahas hal itu lagi.
Namun, sorot dingin pada mata merah Xuran membuat pelayan lainnya menahan nafas, dan menyudutkan diri mereka.
Mereka jelas
Ini adalah Ancaman karna kekurangan mereka, menyebabkan 'Lalat' itu masuk ke kastil.
Xuran mengantar, Zuya ke arah kamar mereka
Pintu Kamarnya memiliki desain mawar, dan juga warnanya Putih dan campuran biru langit.
Xuran tau bahwa Istrinya sangat suka warna biru dan putih, apalagi Bunga mawar
Istrinya adalah Mawar nya.
"Xuran?.... Kau sudah mempersiapkan semuanya? "tanya Zuya
Xuran langsung memeluk pingang nya dan mencium bibir nya cepat.
"apapun buat kamu...My Wife"
Azuya terkekeh mendengar ya, Xuran yang kaku sudah menjadi pria dengan sejuta godaannya.
Namun, pikiranĀ Azuya sedang ke arah Kana, Wanita itu beraninya memanggil suaminya Sayang.
AzuyaĀ tanpa sadar mengertakkan giginya.
Namun, Ia masih mengontrolnya.
"Ayo masuk"
Mereka berdua pun masuk ke kamar itu, dan Azuya bisa melihat bahwa tata letak dan desain kamar, sama dengan milik mereka di istananya.
Azuya tanpa sadar memeluk erat suaminya, dan malam pun tiba.
Saat melihat kearah jendela yang sudah gelap ,Azuya memutuskan pelukan mereka dan melepaskan jubah luarnya terlebih dahulu.
"Aku mau mandi" ujar Azuya
Xuran yang mendengar hal itu ,langsung berdiri di dekat istrinya,tangannya memeluk pinggang ramping Azuya.
"Aku Selalu siap menggosok punggung mu ,Istriku" seru Xuran semangat.
Azuya hanya menggelengkan kepalanya ,langsung menekan kepala pria itu menjauh.
"Jangan macam-macam" balas Azuya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Menutup pintu,Azuya menyiapkan mantra tinggi agar Suaminya itu tidak berani masuk.
Tbc