
Azuya menatap dingin ketiga orang didepannya ,amarahnya tidak bisa padam.
Beraninya mereka!!!!
Lisa, Jack, dan Sean bisa merasakan aura dingin yang mencekam dari gadis didepan mereka.
Azuya mengangkat tangannya yang diarahkan pada Lisa dan mulai membaca Mantra sihirnya, cahaya kemerahan mengelilingi Lisa dan membuat Kedua pemuda itu langsung menjadi waspada.
*AAAKKKHHHH
AAKKKHHH
"HEN-TIKAN..."
"UKKHHH..PPFFFTTTfff* .."
"AKKKHHHH.."
Teriakan Kesakitan dan batukdarah dari lisa menciptakan kegemparan pada orang orang banyak.
Mereka bisa melihat energi mana dari tubuh lisa mulai memudar atau dengan kata lain menghilang.
"tidak tidak ini tidak mungkin kekuatanku "
Azuya sudah menggendong Foxi dan membungkusnya di lengannya. azuya mulai mengepakkan kedua sayapnya dan mulai terbang ke langit .
Pemandangan itu bagaikan dewi terbang ke langit dan wujudnya mulai menghilang di atas langit.
Tanpa disadari oleh Azuya seorang pria tampan berbaju ungu dan berambut hitam juga menatapnya dari atas ruangan dan melihat semua kejadian itu.
Mata merahnya menatap langit tempat azuya menghilang dan tidak bisa membantu namun bibir nya menciptakan senyum menawan yang kontras demgan wajah tampannya.
"Ketemu Kau ¡"ucap pria misterius itu.
Pria itu mengibaskan jubahnya dan menghilang juga dari tempat itu
.
.
Azuya mulai terbang dengan rendah saat dirinya mulai melihat sebuah lorong kecil.
Bukkkkk
Azuya terjatuh ketanah karna dirinya terlalu memaksakan sihirnya tadi menyebabkan tubuhnya dan kekuatannya menurun drastis.
Namun sebelum azuya jatuh ketanah ada tangannya yang menopang tubuhnya.
Membuka matanya Azuya melihat rambut merah api dan mata merah yang sangat tajam menatapnya.
Pria ini tampan juga.
"Siapa? "tanya Azuya dengan lirih tubuhnya terasa sangat lemah sekarang, jika pria ini ingin membunuhnya itu mungkin mudah saja.
"Tuan ,ini aku Varmilion Bird ,panggil saja V "ujar pria itu yang sukses membuat Azuya kaget tentunya. Meneliti pria di depannya dia mulai berfikir keras apa semua binatang mythology bisa berubah jadi manusia tampan.
"uhuk tuan ini adalah wujud manusia ku dan sebaiknya kita mencari tempat aman untuk istirahat"ujar Varmilion Bird.
"En"
Azuya mulai di gendong ala Bridal Style oleh Varmilion Bird dan mulai melompat dari atap rumah.
Saat mereka mulai hilang bayangan hitam muncul dari dalam gelap, mata merahnya menatap tajam dan haus darah kearah azuya menghilang tadi.
************
Azuya di bawa ke sebuah Gua dimana V meletakkannya di dinding gua.
"Tubuhku lelah sekali. V tolong jaga pintu gua yah aku harus menyembuhkan Foxi" azuya mulai berkonsentrasi untuk.memasuki Space miliknya karna Foxi ia. Ia biarkan di sana karna ruang angkasa miliknya mampu menyembuhkan luka dalam foxi.
Azuya yang sudah memasuki Space miliknya mulai memasuki kamar yang di tempati foxi
Membuka pintu kamar tersebut azuya melihat foxi terbaring di sebuah ranjang dengan wajah yang menahan rasa sakit.
Membelai kepala foxi azuya mulai menyalurkan kekuatan Mana miliknya ,cahaya kehijauan mulai keluar dari telapak tangannya dan mengarah ke tubuh foxi. Cahaya hijau itu membungkus foxi dengan sempurna.
Proses penyembuhan ini membutuhkan Mana yang besar dan azuya yang sudah terlalu banyak menggunakan Mana miliknya sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
"uhuk uhuk"Azuya menutup mulutnya karna dirinya mulai batuk darah.
"Tu...an? Kau ter...luka? "Suara serak Foxi membuat azuya kaget.
Sambil membelai kepala Rubahnya Dia hanya mampu menggelengkan kepalanya
"tuan aku baik baik saja sekarang. Terima kasih"
"En"
Namun Cahaya putih menyinari tubuh foxi menyebabkan kilauan yang menyakiti mata.
Tubuh foxi mulai berubah yang dulunya bewrna orange sekarang berubah menjadi Putih dengan corak pada masing-masing ujung ekornya
"ini? "tanya Azuya
"tuan aku sudah berevolusi karna darah mu tuan wahhhhhhhh"suara senang Foxi membuat Azuya hanya terkekeh.
Sampai suatu suara datang
"Ibu? Ini saatnya aku menetas "suara kecil dan manis memanggil azuya.
"tuan itu siapa dan sejak kapan anda jadi ibu? Tanya foxi
"sudah ikutlah dengan ku"azuya mulai keluar dari kamar tadi dan langsung melangkah ke arah sebuah ruangan dengan pintu berlapis emas
"tuan aura di sini sangat pekat, ini bukankah aura makhluk mythologi mirip dengan si burung itu"
"entahlah"
Krakkkkkk
Pintu di bbuka dan dihadapan Azuya dan foxi sekarang ada sebutir telur besar berlapis emas
"tuan i i? "tanya foxi
"tunggu dan lihatlah"
Crakkkk
Crakkkk
Crakkkk
Pecahan telur mulai terdengar.
Pertama adalah sebuah tanduk yang keluar lalu tangan bersisik dengan cakar kecilnya, lalu kepalanya yang memiliki moncong dan terakhir adalah ekornya
"Ibu"makluk yang keluar langsung berlari ke arah azuya dan langsung terbang kearahnya dan sontak azuya langsung mmenangkap dan memeluknya di lengannya
"i..ni? "
"seekor Naga? "
"wahhhh tuan makluk ini adalah Naga Emas. Wahhhhhhh"suara senang foxi membuat azuya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"ibu lihat-lihat aku cantik kan"Naga itu mencoba
Memasang wajah imutnya
"en kau cantik"puji azuya
"tentu saja ibu ku saja cantik"
"baiklah"
Ibu ibu beri aku nama"
"nama? "
"Emmm nama"
"Draka "
"Draka? Nama yang bagus"
"oh iya ibu rubah ini siapa"
"foxi"
"Hai Foxi aku draka anak ibu"
"hai"
Tbc