
Just Info
Happy Reading 😘
******
Putri Azuya menatap Para tamu yang telah datang dan menikmati pesta
Banyak yang mencuri pandang padanya karna penampilan serta aura yang dimiliki azuya sangat berbeda
"Ayah Apa inti dari acara ini? "Tanya Azuya
"Ini adalah pesta yang dikhusus kan untuk pemenang kompetisi yaitu dirimu"terang raja
"Membosankan"
  Seorang Pemuda Berbaju putih dengan jubah putih namun , bermata hijau dan berambut kuning menghampiri Azuya.
Menatap pemuda di depannya azuya hanya mengangkat alisnya sambil memandangya
"Hormat Saya Pada Tuan Putri! "Ucap pemuda itu
""En. Dan kau adalah...? "
"Nama Saya adalahPangeran Michael dari Kerajaan Utara "
"Hm"
Jangan salahkan Azuya yang berbicara singkat karna dirinya tidak suka berbicara lebih pada orang asing tidak dikenal seperti pemuda ini
Namun Kesannya pada pemuda ini baik karna caranyaa mengucapkan latar belakang keluarganya tidak sombong
Michael menatap gadis cantik didepannya dengan mata kekaguman. Melihat tatapan aneh dari Pangerang Michael azuya merasa itu aneh.
"Ada apa? Mengapa menatapku? "Tanya Azuya
"Ahh itu, Saya melihat pertandingan anda tadi dan penggunaan sihir anda sangat baik. Bisakah anda mengajarj saya? "Tanya Michael
"Apa untungnya bagiku? "
"Anda bisa meminta apapun pada saya?! "
"Termasuk nyawamu? "
"Iya! "
"Heh menarik"
"Hah? "
"Aku akan memikirkan penawaran anda "
"Baikhlah"
Suasana anatara keduanya menjadi diam karna tidak ada topik . Azuya yang memang tidak ingin berbicara memilih diam dan menatap pesta didepannya.
Michael baru saja berumur 13 tahun dan umurnya memang Azuya Lebih tua darinya dan pada umur begini Perempuan di umur 15 tahun diijinkan menikah. Begitulah pemikiran para laki laki dipesta namun beda lagi dengan Azuya yang memang tidak tertarik menikah diusia muda.
"Kalau begitu Saya pergi. Pangeran"ucap azuya dan melanhkah pergi ke arah Raja Alex.
*****
Setelah pesta itu berakhir azuya langsung kembali ke dalam kediamannya walau banyak putri dan pangeran beralasan ingin membentuk pertemanan dengannya namun azuya orang terlalu malas bergaul.
Di kamar azuya langsung melepas mahkota dan mengganti pakaian nya dengan Kimono dan rambut panjangnya di biarkan tergerai.
Srekkkkk
Srekkkk
Mendengar suara yang berada di tamannya. Azuya langsung mengambil pedangya dan melompat ke arah Tamannya.
Suasana taman sunyi dan tenang tidak ada tanda tanda orang disekitar sini namun insting azuya sangat baik dan dia merasakan bahwa ada orang di dalam kamarnya.
Hembusan angin menerbangkan rambutnya terbang dan azuya langsung memutar tubuhnya dan mengaranhkan ujung pedangnya lada leher seseorang dibelakanya.
"KAU? "
Azuya menatap orang yang masuk tanpa izin kedalam Kediamannya.
"Kenapa kau disini"
"Aku datang untuk melihatmu"
"Aku punya alasan azuya,. Kumohon dengarlah dulu"
"Xuran kau pergi meninggalkan ku begitu saja dan datang lagi meminta penjelasan? "Teriak Marah Azuya
Xuran. Pemuda itu adalah Xuran
"Kumohon dengar dulu"
"Pergi!! "
Azuya masih setia memegang ganggang pedangnya dan mengarahkannya pada leher Xuran yang putih itu.
Xuran melangkah mendekat kearah Azuya dan ujung pedang itu mengenai leher nya dan darah menetes. Mata azuya terbelalak kaget melihat keberanian Pemuda didepannya.
"Kau Gila HaH!!! "Bentak azuya
"Kumohon dengarkan aku"
Azuya hanya diam menatap kedalam mata Merah milik Xuran dan hanya menghembuskan Nafas pasrah. Menurunkan Pedangnya. Azuya langsung menarik tangan Xuran dan mengarahkannya untuk duduk di sofa miliknya.
Melihat Luka karna goresan pedang nya Azuya menghembuskan nafas ke dua kalinya lagi.
Menutup matanya dan mengarahkan telapak tanganya kearah leher Xuran, azuya mulai berkonsentrasi pada Sihir penyembuhannya dan reaksi pada leher Xuran yang tadi masih meneteskan darah merah sudah berhenti.
"Selesai. Kau bisa pergi"usir azuya dan mulai berdiri untuk pergi
Namun tanganya di tarik, menengok kebelakang Azuya menatao tangan yang menahannya.
"Tunggu. Kau maukan mendengarkan aku? "Tanya Xuran
Menatap kedalam mata milik Xuran Azuya hanya melihat tekad dan secercah kerinduan disana.
"Hufff baiklah. Jelaskan"azuya langsung duduk disamping Xuran
"Baik. "Suara Xuran terdengar semangat seperti anak kecil yang diberi permen.
"Aku pergi saat wujudku sudah kembali karna ada masalah serius pada Kerajaan ku dan Kenapa aku menjadi kecil itu karna racun pada tubuhku semenjak lahir menyebabkan aku akan kehilangan kekuatan ku sebagian dan itu terjadi pada tanggal 15 bulan purnama. Dan urusan ku sudah selesai jad aku ingin kembali ke hutan namun jejak mu sudah pergi jadi aku menyusul mu. Maafkan aku pergi tanpa pamit"
"Baik"ucap Azuya.
"Hah? Benarkah? "Tanya Xuran menyakinkan
"Ya"
"Terima Kasih Aya "
Azuya hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Xuran.
"Sekarang kau pergi. Aku mau tidur"usir azuya
"Eh? Bukankah kita sering tidur bersama saat di hutan? "Goda Xuran
"Pergi atau ku tendang Kau!! "Ancam Azuya
"Baik baik" Xuran hanya bisa mengalah.
Berdiri dari sofa, Xuran mencium kening Azuya dan turun ke dua kelopak matanya, pipi kanan nan kiri, dan terakhir bibir manis azuya.
"Tidurlah Istriku! "
Blusshhh
Pipi azuya memerah
"Kau Pergi!! "
Azuya langsung menggunakan elemen angin nya dan menerbangkan keluar Xuran.
Deg
Deg
Deg
Jantungnya memompa dengan kuat karna kelakuan Xuran tadi.
Menaiki kasur miliknya dan menarik selimutnya. Azuya mulai terlelap.
Tbc