Plin-plan

Plin-plan
Episode 3



Nia pulang dengan di bonceng Sherly sementara Devi mengendarai motor milik Nia, kebetulan Sherly dan Devi datang berboncengan menuju WSB, kini mereka sampai di depan rumah Nia.


"Thanks ya beb." ucap Nia kepada kedua sahabat nya.


"Oke santai kita balik ya."


Pamit Sherly dan Devi, dan di jawab jempol dan anggukan oleh Nia, Nia segera mendorong motor nya memasuki garasi rumah.


"Dek kamu dari mana ?"


Tiba-tiba Ayra datang mengagetkan Nia.


"Dari maen, tolong dong kaki gue sakit nih."


"Kaki kamu kenapa Dek ?"


"Keseleo kayak nya nih."


"Hah... Keseleo, Bu ibuk..." Pekik Ayra.


"Loh kenapa panggil Ibuk, ello yah."


Ibu Nia datang dengan buru-buru.


"Ada apa Ayra, Kenapa teriak-teriak."


"Ini Buk kaki Nia keseleo." Jelas Ayra.


Sementara Nia hanya menahan kesal karena Ayra memanggil Ibunya, pasti sebentar lagi akan di cecar berbagai pertanyaan oleh Ibu nya.


"Kamu dari mana Nak ?"


"Calon manten itu nggak boleh keluyuran."


"Nih kan kaki nya bengkak."


Ibu melihat kaki Nia yang merah dan sedikit bengkak.


"Dari maen Bu."


Jelas Nia singkat,padat dan jelas.


"Kamu aneh sih, calon manten itu nggak boleh keluyuran, diem aja di rumah, pamali Nia."


"Baru jadi calon manten nya aja udah kayak gini, gimana kalo udah jadi Manten beneran ? Pernikahan ini bukan keinginan Nia ya Buk, jadi jangan buat Nia tertekan. Ini semua gara-gara Lo."


Nia menunjuk Kakak nya lalu meninggalkan mereka dengan berjalan pincang.


Ibu Nia merangkul Anak pertamanya itu.


"Yang sabar ya Ayra"


"Nggak apa-apa Bu, ini memang salah Ayra."


🍃🍃🍃


5 hari terakhir ini Nia habiskan hanya di dalam rumah, Ibu nya melarang nya untuk keluar, entah kenapa Nia juga tidak mengerti, sesekali Nia berbalas pesan dengan Dikma.


"Membosankan orang ini, masa sama calon istri nggak ada romantis nya sama sekali."


"Iya, tidak, sudah, ya ampun nggak ada kata-kata lain."


Nia frustasi lalu tidur dengan Kepala di lantai kaki di ranjang, andalan nya jika sakit kepala memikirkan hidup nya yang sebenarnya bahagia tapi di buat ruwet oleh keluarga nya sendiri.


Nia mulai mendengkur halus menandakan ia sudah tidur nyenyak, Ayra yang hendak memanggil Nia untuk makan malam kaget melihat Adik nya sudah seperti kelelawar.


"Biar saja deh, nanti marah lagi."


Ayra kembali menutup pintu dan kembali ke dapur, Ayah melihat Ayra datang tanpa Nia.


"Di mana Adik mu Ayra ?" Tanya Ayah.


"Sudah tidur Yah, biarlah mungkin dia lelah, besok dia akad mungkin dia mengumpulkan energi."


Suami Ayra, Haykal menatap Istri nya.


"Kamu di omelin lagi sama Adik mu."


"Nggak kok, Nia memang tidur."


Haykal mengangguk percaya.


"Maaf ya Nak Haykal, Nia memang seperti itu Anak nya."


"Tidak apa-apa Bu, cuma terkadang Haykal kasian sama Ayra."


"Ini salah kita Mas, sudahlah."


Mereka diam melanjutkan makan, karena sebenarnya disini yang salah adalah Ayra, membuat Adik nya harus menikah muda.


🍃🍃🍃


Ledek Dafa Adik Dikma.


"Insya Allah..."


Jawab Dikma santai, tiba-tiba Mamah Dikma datang memberi tahu bahwa ada seseorang yang menemui nya di depan rumah, penasaran siapa yang mencari nya Dikma segera menghampiri orang itu.


Ia melihat Wanita duduk di kursi depan rumah Dikma, Dikma menyipitkan mata nya seperti nya ia kenal dengan Wanita itu.


"Elsa."


Wanita itu segera berdiri mendengar Dikma memanggil nya.


"Sini..."


Tiba-tiba Elsa menarik tangan Dikma.


"Ada apa sih."


"Kamu tega ya Ma, aku yang bertahun-tahun setia nunggu kamu, tapi kamu malah milih wanita lain untuk kamu nikahin !!"


"Maksud kamu apa, aku nggak pernah nyuruh kamu nunggu aku."


"Jahat kamu Ma, setelah apa yang aku lakuin selama ini sekarang kamu nggak nganggep aku."


"Kamu ngelakuin apa, apa sih maksud kamu ?"


"Bahkan aku rela nggak nerima setiap cowok yang deketin aku demi kamu ma."


"Loh, itu urusan kamu, aku juga nggak pernah ngelarang kamu deket sama siapapun, kita nggak pernah ada hubungan spesial, dari dulu sampai sekarang kita cuma sebatas teman Sa."


"Buka mata kamu lebar-lebar Ma, kamu bahkan belum kenal calon istri kamu itu, aku udah cari tau tentang cewek itu, dia itu perempuan nggak bener, bahkan kakak perempuan nya aja hamil di luar nikah."


"Maaf ya Sa, sekarang kamu pergi, mau seperti apapun calon istri aku, dia adalah pilihan ku."


"Akhh....."


Elsa memukul dada Dikma lalu pergi dengan air mata bercucuran.


"Aku bersumpah akan buat rumah tangga kalian hancur !!"


Teriak Elsa di tengah hening nya malam, Dikma menggeleng, ia tahu betul jika Elsa menyukai nya sudah sejak lama, namun Dikma memilih pura-pura tidak tahu karena Dikma tidak mencintai Elsa, dari pada akan menyakiti hati gadis itu lebih baik Dikma menjaga jarak.


Kini Dikma ia duduk di kursi taman samping rumah nya sembari menikmati rembulan malam ini sangat cerah, ia jadi teringat wajah Nia saat lamaran.


"Lucu...."


Gumam Dikma, lalu ia melihat ponsel nya ia membuka laman percakapan nya dengan Nia.


"Kayak nya kamu galak ya."


Dikma kembali tersenyum.


"Jodohku Gadis Bar-bar."


"Hemm.... Calon manten senyum-senyum terus."


Difa Adik Dikma kembaran Dafa datang menghampiri Dikma.


"Kalo udah nikah jangan lupa main-main kesini ya Bang."


"Loh kok melow sih, ya nggak akan lupa dong, apapun yang terjadi rumah ini adalah tempat pulang Abang."


"Difa sedih nggak ada Abang, kalo Dafa usil siapa yang belain."


Dikma tertawa.


"Kamu ada-ada aja."


"Abang..."


Difa memeluk Dikma erat, rasanya ia masih belum percaya jika Abang nya akan menjadi milik wanita lain.


"Istri Abang nanti pasti baik kayak Abang, penyayang juga, iya kan Bang."


Dikma tersenyum kecut, dari percakapan via Whatsapp saja sudah terlihat seperti apa sifat Nia.


"Iya Difa, sekarang kita masuk udah malem."


"Ayo Bang."


Difa dan Dafa baru duduk di bangku kelas 11, mereka kembar tidak identik, jarak usia si kembar dan Dikma cukup jauh yaitu 8 tahun.


Dikma melihat keluarga nya masih sibuk menyiapkan seserahan pernikahan, Dikma adalah Pria berdarah campuran, Papah nya berdarah Lampung sementara Mamah nya berdarah Padang.


Dalam satu tahun keluarga nya pasti akan mudik menuju Lampung, jika menuju padang sudah jarang karena Orang tua Mamah Dikma sudah tiada, sanak saudara pun lebih banyak tinggal di Bandung.


Sementara Orang tua dari Ayah nya atau Kakek dan Nenek Dikma masih utuh dan sehat wal afiat.


Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote, tambah ke favorit biar bisa ngikutin keseruan Dikma dan Fania ya.