Plin-plan

Plin-plan
Episode 1



Nia duduk diam di acara lamaran yang tidak pernah di inginkan nya, sesekali ia mengumpati Kakak perempuan nya yang menyebabkan petaka ini terjadi.


Nia terpaksa meninggalkan masa muda nya untuk menikah dini karena Kakak nya hamil di luar nikah, dengan dalih tidak ingin mimpi buruk itu terulang kembali Orang tua mereka memutuskan Nia untuk menikah dengan Laki-laki pilihan mereka yang sebelum nya belum pernah Nia kenal dan temui.


Nia melirik Laki-laki yang akan menjadi Suami nya, terlihat tenang dan biasa-biasa saja seakan-akan hendak menikah dengan calon Istri pilihan nya.


Saat tiba prosesi pemakaian cincin jantung Nia berdegup kencang. Laki-laki yang bernama Dikma itu memakaikan Cincin di jari manis Nia dengan senyum yang merekah.


"Senyum nya lebih mekar Mbak satu..dua..tiga.. Sip."


Fotografer itu memberi jempol kepada Nia, acara pernikahan akan di laksanakan 1 minggu lagi. Waktu yang terlalu cepat bagi Nia, entah jika menurut laki-laki itu fikir Nia.


Saat acara sudah selesai Nia di beri Ayah dan Ibu nya Nomor hp Laki-laki itu agar mereka bisa saling bertukar pesan dan lebih dekat lagi.


Nia masuk ke dalam kamar nya lalu merebahkan tubuh nya yang letih setelah duduk berjam-jam di tengah orang ramai.


"Ini semua gara-gara si Ayra, dia yang hamil duluan, gue yang kena getah nya !!"


Tiba-tiba pintu terbuka, Ayra Kakak perempuan Nia masuk membawakan makan malam untuk Nia. Nia langsung duduk lalu menatap tajam Kakak nya.


"Puas Lo Kak, liat kan gue yang bahkan baru menikmati masa-masa kuliah, masa di mana orang-orang seusia gue masih seneng-seneng nya, sedang kan gue harus nikah muda, dan ini semua gara-gara Lo."


Sedangkan Ayra hanya menunduk diam karena merasa bersalah kepada Adik nya.


"Maafin Kakak ya Dek, Kakak salah, Kakak nggak bisa jaga diri."


Ayra meneteskan air mata nya.


"Bagus deh kalo Lo sadar, sekarang Lo keluar."


Nia menunjuk pintu, Ayra menaruh nampan yang di bawa nya dan dengan lesu melangkah meninggalkan Adik nya. Nia langsung menelfon kekasih nya untuk membicarakan hal ini.


"Hallo Rez, gimana ini, aku mau di jodohin orang tua aku, bahkan tadi udah lamaran"


"Ya aku harus gimana Nia ?"


"Kamu dateng lah ke rumah ku, bilang kalo kamu mau serius sama aku."


"Gini aja ya, kamu kan ngak cinta sama cowo itu, cowo itu juga pasti ngak cinta sama kamu, umur pernikahan kalian ngak akan lama, kamu tenang aja, aku akan nunggu kamu, tapi kamu harus janji sama aku, kamu jangan sampai di sentuh dia sampe kelewat batas, kamu faham kan ?"


Mata Nia berbinar, benar juga apa yang di katakan Arez.


"Iya iya aku faham, makasih ya rez udah mau nunggu aku, iya aku janji ngak akan mau sampai ngelakuin hal lebih sama dia."


"Yaudah, aku cuma bisa ngasih kamu suport sayang, sebentar lagi aku kan wisuda, sekarang juga aku masih magang di kantor besar, nanti seandainya kamu udah cerai sama suami kamu nanti, dan aku udah mapan aku pasti langsung izin untuk nikahin kamu ke orang tua kamu."


"Iya Rez, sekali lagi makasih ya." Mata Nia berkaca-kaca mendengar pengorbanan jogi untuk nya.


"Tapi Nia, kalo seandainya nanti kamu jatuh cinta sama suami kamu, kamu harus juiur sama aku, aku rela lepas kamu asal kamu bahagia."


"Jangan ngomong gitu lah Rez, ngak akan aku jatuh cinta sama dia kok, aku cuma sayang sama kamu Arez ku."


"Kalo emang bener gitu makasih banyak sayang."


Dan akhirnya Arez mematikan sambungan telfon itu, Nia kini memutuskan untuk mengikuti alur nya dulu sampai saat nya ia bercerai dari suami nya nanti dan menikah dengan Arez.


Fania Paradita Adalah Anak nomor 2 dari tiga bersaudara, Kakak nya bernama Ayra andini dan Adik nya bernama Afkal ibrahim.


Ayra Kakak Nia ketahuan hamil di luar nikah saat usia kandungan nya sudah menginjak 4 bulan untung saja laki-laki yang membuat Kakak nya hamil bertanggung jawab penuh.


Ayra yang di kenal Orang-orang pendiam dan polos ternyata membuat mereka tertipu, ia yang baru saja menyelesaikan S1 nya harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya bersama pacar nya. Sedangkan Nia baru 2 tahun terakhir masuk perguruan tinggi, Afkal baru masuk ke jenjang SMA.


Apalagi Nia mempunyai sifat yang bar-bar dan pergaulan nya cukup bebas juga keras kepala.


Laki-laki yang di jodohkan dengan Nia adakah Dikma Mahesa ia adalah Anak dari sahabat kecil Ayah Nia, Ayah Nia yakin Dikma adalah jodoh terbaik untuk Nia.


🍃🍃🍃


Dikma dan keluarga nya baru saja sampai di kediaman nya.


"Alhamdulillah ya Nak semua nya lancar."


Mamah Dikma mengelus punggung Anak sulung nya yang sangat ia banggakan itu.


"Iya Mah, semoga tidak ada halangan sampai hari H."


"Aminn..."


Ucap Orang tua dan keluarga Dikma bersamaan.


"Dikma kamu yakin kan dengan pilihan Papa."


Dikma mengangguk.


"Aku Insyaallah Pa." Ucap Dikma yakin.


"Pacaran setelah nikah itu indah lo Nak, seperti kita dulu ya Ma."


Goda Papa Dikma.


"Ihh si Papah malu Atuh."


Mamah mencubit pinggang suaminya.


"Kita doakan semoga Samawa Till jannah." Ucap Adik dari Papa.


"Aminn...."


Jawab mereka bersamaan.


Dikma sama sekali belum mengenal calon Istri nya yang di ketahui Bernama Nia itu, namun ia yakin bahwa ini adalah jodoh yang di kirim Allah khusus untuk nya yang akan membawa mereka menuju surga Allah SWT.


Seperti yang dikatakan Papa nya jika berpacaran setelah menikah itu akan sangat indah itu juga yang di ingin kan Dikma dalam setiap Doa nya.


2 minggu lalu Orang tua Dikma memperlihatkan foto seorang gadis kepada Dikma dan bertanya apakah Dikma menyukai nya atau tidak, dan jika Dikma menyukai nya akan di lamarkan untuk Dikma.


Ternyata beberapa hari sebelum nya Orang tua Nia terlebih Ayah Nia menagih janji mereka saat Anak-anak mereka masih kecil Bahwa akan menjodohkan Anak mereka, tadi nya yang akan di jodohkan adalah Ayra dan Dikma namun karena Ayra tertimpa musibah terpaksa perjodohan di batalkan.


Dan Ayah Nia mempunyai ide agar Nia mengganti Ayra untuk di jodohkan agar Ayah Nia menjadi lebih tenang karena takut yang terjadi pada Ayra akan terjadi pada Nia.


Dikma mengatakan bahwa itu di serahkan kepada Orang tua nya, apapun pilihan mereka pasti itulah yang terbaik untuk nya, akhirnya Orang tua Dikma memutuskan untuk menjodohkan dan menikahkan Dikma dan Nia.


Usia Dikma menginjak 25 tahun namun Dikma belum pernah merajut kasih kepada 1 Orang Wanita pun karena ia sadar itu adalah perbuatan yang akan membawa nya menuju maksiat.


Sedangkan Nia ia baru saja berusia 20 tahun, perbedaan usia yang cukup jauh, apakah rumah tangga mereka akan berjalan mulus atau kandas di Tengah jalan karena perjodohan yang tidak di inginkan Nia ?


Yuk kita ikuti terus seperti apa apa perjalanan rumah tangga Dikma Mahesa dan Fania Paradipta, yang menjalani rumah tangga tanpa mengenal sebelum nya.


Salam sayang dari Author 🥳🥳🥰


Jempol mana jempol 🥰🥰🥳🥳