PLEASE HELP ME

PLEASE HELP ME
BAB PHM : 8



Hilary menyambut pagi dengan terduduk meminum segelas kopi di teras depan villa, menikmati pemandangan pekarangan yang asri dengan penuh pertanyaan dibenaknya mengenai terror yang di alaminya akhir – akhir ini.


Gerald datang mengendarai mobil pick up, dia turun sendirian.


“Selamat pagi nyonya” sapa Gerald.


“Selamat pagi Gerald, kenapa kamu sendirian dimana Berth?” tanya Hilary.


“Kakekku sedang sakit nyonya, sepertinya kakinya terkilir saat turun dari tangga sewaktu membenahi lampu di dapur” ucap Gerald.


“Aku turut sedih mendengarnya, semoga lekas pulih ya” kata Hilary dengan penuh rasa prihatin.


“Terimakasih nyonya, aku pergi ke belakang dulu untuk membersihkan taman di belakang menuju danau” kata Gerald lalu berjalan ke belakang villa meninggalkan Hilary.


Hilary yang tak bisa tidur semalaman, dia memutuskan untuk membuat sarapan dengan wajah lesu. Jarrod turun dari lantai satu dan menghampiri Hilary di dapur, mempersiapkan makanan.


“Selamat pagi honey” sapa Jarrod lalu mengecup pipi istrinya yang tengah menaruh sosis panggang dan telur di piring.


“Hmmm…” sahut Hilary dengan malas.


“Kenapa wajahmu tak bersemangat seperti itu, tadi malam kamu begadang?” tanya Jarrod sembari menyelonong menusuk sosis yang ada di piring sebelah Hilary dengan garpu.


“Ya aku tidak bisa tidur, ada yang harus kita bicarakan” kata Hilary dengan wajah serius.


Dengan mulut yang penuh makanan, Jarrod menjawab “Ok”.


Di meja makan kedua duduk berhadapan sembari memakan sarapan, setelah selesai sarapan akhirnya Hilary buka suara.


“Sepertinya villa ini ada yang aneh” kata Hilary memulai pembicaraan.


“Apa maksudmu aneh?” tanya Jarrod tak mengerti.


“Setiap tengah malam selalu saja ada suara sebuah benda di seret, lalu ada saja kejadian terjadi di malam itu. Lampu pecah, jendala terbuka dan semua itu selalu setelah jam 12 malam. Aku merasa ini tak masuk akal” Hilary mulai menceritakan kondisi yang dialaminya.


“Benarkah, apakah kamu akhir – akhir ini menonton film horror bisa saja itu membuatmu menjadi berhalusinasi berlebihan” kata Jarrod menyepelekan.


“Ayolah…aku tidak sedang berhalusinasi, ini adalah kenyataan. Berth hari tidak masuk karena kakinya terkilir saat menuruni tangga setelah memperbaiki bolam lampu dapur” Hilary mencoba meyakinkan Jarrod.


“Mungkin itu hanya sebuah kebetulan, sejak kapan kamu mempercayai hal mistis dan tak masuk akal. Sepertinya kamu sangat stress sehingga membuatmu memikirkan hal yang aneh – aneh” kata Jarrod yang tetap kekeh dengan pendapatnya.


“Sepertinya aku salah bercerita ini kepadamu, bahkan aku belum cerita mengenai mimpiku. Tapi aku yakin kamu juga akan mengatakan hal sama seperti Carlson” gerutu Hilary.


“Sejak kapan kamu kenal Carlson?” tanya Jarrod dengan raut wajahnya menjadi serius.


“Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya di danau, lalu kemarin kami naik perahu bersama menyusuri danau. Dia membuat perahu kecil yang bagus untuk danau villa ini” aku Hilary.


“Apa yang dia bicarakan kepadamu?” tanya Jarrod penasaran.


“Tak banyak kami hanya membicarakan mengenai masa kecil, kebun dan peternakannya serta hal yang umum” jawab Hilary santai.


“Aku tak suka kamu dekat dengannya, jauhi dia” kata Jarrod dengan wajah kesal.


“Ayolah…apakah kamu akan cemburu dengan sepupumu sendiri, bahkan aku juga baru dua hari mengenalnya. Singkirkan pikiran burukmu itu, menurutku dia orang yang ramah” kata Hilary yang tak disadarinya membuat Jarrod semakin kesal.


“Dia baik kepada semua wanita, dia adalah serigala yang mematikan” ucap Jarrod dengan tatapan tajam.


“Memangnya kamu bukan serigala, berkencan dengan banyak wanita. Kalian berarti sejenis” sindir Hilary.


Jarrod memutuskan kembali ke London, dia melampiaskan kekesalannya dengan melaju dengan kecepatan tinggi mengendari mobil milik Hilary.


“Dia mencari celah untuk menikungku kembali, jangan harap masa lalu berulang Carlson!” kata Jarrod dengan kesal sembari menyetir mobil.


Di tengah perjalanan menuju keluar dari Durham dia bertemu Emily adiknya sedang di pinggir jalan dengan Carslon. Nampaknya mobil yang di kendarai Emily ganti ban, karena Carlson sedang terlihat mendongkrak ban depan milik Emily.


Seketika melihat sekilas Emily bersama Carlson, Jarrod memilih memutar balik mobilnya dan menghampiri keduanya disana.


“Sepertinya ini banmu bocor parah, untung saja ada ban serepnya jadi bisa di ganti dan melanjutkan perjalanan” kata Carlson sambil memasang ban pengganti.


“Syukurlah kamu dapat di hubungi, entah siapa lagi yang dapat aku telepon di kawasan ini” aku Emily.


“Sepertinya hari ini kamu beruntung karena aku tak bepergian” canda Carlson.


“Terimakasih kamu telah membantuku, aku tak tahu tanpamu aku harus menunggu berapa lama untuk dapat bantuan” aku Emily keduanya saling melempar senyum.


Datanglah Jarrod menghampiri mereka, dia turun dari mobil dengan wajah kesal.


“Sedang apa kamu disini Emily?” tanya Jarrod.


“Hei…Jarrod, mobilku bannya bocor dan aku menelpon Carlson untuk membantuku” jawab Emily.


“Pasti dengan senang hati dia membantumu, karena dia tak punya pekerjaan lain” sindir Jarrod.


“Come on… Jarrod, jangan mencari masalah. Lantas kenapa kamu ada disini, pergi berlibur dengan wanita mana lagi” sindir Emily.


“Apa maksudmu dengan wanita lain?. Aku pergi ke Villa untuk menjenguk Hilary, dia sedang tinggal disana sementara untuk menyelesaikan karyanya yang akan di pertunjukkan di London Fashion Week tahun ini” ungkap Jarrod menatap tak suka dengan Carlson.


“HUFT…semoga itu adalah kebenaran” Emily merasa tak yakin dengan kakaknya yang notabene seorang play boy kelas berat.


Selesai mengganti ban, Carlson ikut nimbrung dengan kedua sepupunya itu.


“Itu benar, aku bertemu dengannya. Datanglah ke villa, kamu bisa ikut menyusuri danau. Aku membuat perahu kecil untuk danau di belakang villa” kata Carlson.


Mendengarnya Jarrod makin kesal, lalu di tariknya kerah baju Carlson.


“Ku peringatkan untuk tidak menggoda adik dan istriku, kalau kamu melewati batas aku sendiri yang akan membuatmu hancur” ancam Jarrod.


“Jadi kamu masih sama seperti dulu, takut aku merebut orang yang kamu cintai. Setakut itukah kamu kepadaku, ayolah…Jarrod hapuslah sisi paranoidmu itu” ledek Carlson.


“Tutup mulutmu!” Jarrod mulai meninggikan suaranya.


Emily yang melihat hal itu langsung melerai kakaknya yang tengah berseteru.


“Hentikan Jarrod, ini di pinggir jalan tolong tahan dirimu. Kenapa kamu harus mencari gara – gara disini” kata Emily melepaskan cengkeraman tangan kakaknya di kerah baju Carlson.


Jarrod mencoba untuk tenang dan menatap Emily tajam.


“Apa yang kamu lakukan di Country Durham, pulanglah ke London. Jangan bermain terlalu jauh, ibu akan menghukummu. Masuk mobil sekarang” kata Jarrod dengan penuh penekanan dalam kalimatnya.


Emily menatap kakaknya tak senang, dia pun menurutinya. Jarrod meninggalkan Carlson di pinggir jalan, dia membuntuti mobil adiknya dari belakang.


“Sudah terlalu lama Jarrod…kamu masih saja bodoh seperti dulu” gumam Carlson tersenyum sinis menatap kedua mobil itu pergi meninggalkannya.


XXXXXXXXXXXX