
Hilary memutuskan untuk mengungkap misteri yang terus menerornya, dia melempar celana renang ke wajah suaminya. Dia berdiri tepat di hadapan suaminya dengan wajah dingin.
“Owh! Apa ini…honey kepala sangat pusing” keluh Jarrod mengambil celana renang itu dari wajahnya dan bangkit dari tidurnya.
“Pakailah, ayo kita berenang bersama” kata Hilary dengan wajah dingin.
“Apa maksudmu berenang, kepala sangat pusing. Ambilkan pil pereda mabuk di mobilku” kata Jarrod tanpa melihat wajah istrinya dan hanya menunduk dengan mata belum terbuka total.
Hilary mengambil kunci mobil yang ada di saku jas suaminya dimana tergeletak di lantai bersama pakaian lainnya. Saat dia membuka pintu utama, dia menatap mobil yang terparkir di depannya. Dia mengingat sosok wanita di jok belakang yang dia lihat tadi malam, wajahnya sama seperti dalam mimpinya. Sedikit ragu untuk membuka pintu mobil, namun dia meyakinkan dirinya bahwa apa yang dia lihat hanyalah halusinasi.
Lantas dia mencari di setiap sudut mobil suaminya, di dashboard depan ada satu kotak alat pengaman, pil pereda mabuk dan kacamata hitam. Dia menatap jok belakang tak ada apapun, lalu dia memutuskan untuk bergegas masuk ke dalam villa.
Disiapkan segelas air minum dan obat pereda mabuk di meja, suaminya lantas meminum. Kemudian meraih tubuh istrinya yang berdiri di sampingnya.
“Aku seakan mencium bau feromon di balik bathrobemu, ingin sekali aku menikmatinya” kata Jarrod menggoda istrinya.
“Lepaskan, pakai celana renang itu dan ayo kita berenang ke danau” kata Hilary lalu menghempas tubuh suaminya yang bergelayutan di pahanya.
“Kenapa mendadak kamu mengajakku renang sepagi ini, apakah ini caramu untuk berbaikan denganku?. Kamu hanya perlu tidak mendekati Carlson, aku akan memaafkanmu” kata Jarrod.
“Aku harus mencari jawaban dari semua terror yang aku alami, terserah saja kamu mau ikut atau tidak” ucap Hilary lalu meninggalkan suaminya dan berjalan ke danau sendirian.
Jarrod yang tak paham dengan sikap istrinya, langsung menyingkap selimutnya kemudian mengenakan celana renang berwarna hitam dan mengikuti istrinya dari belakang.
“HUA!!! Udaranya sangat sejuk sekali, kita seperti bulan madu ke dua menikmati panorama hutan yang asri di pagi hari sembari memadu kasih di dalam danau” kata Jarrod.
Hilary hanya diam saja dia fokus dengan misi yang ingin dituntaskannya, di lepaskannya bathrobe dan hanya tinggal bikini berwarna hitam. Tubuh putih Hilary nampak menggoda dengan rambut pirangnya yang tergerai.
“BYUUUURRRRRRRRRRR!!!” Hilary masuk ke dalam danau lebih dahulu.
“Salah satu alasan aku mau menikah denganmu, karena kamu cantik Hilary. Kini dirimu seutuhnya milikku”gumam Jarrod lirih menatap istrinya yang mempesona berenang di danau.
“Aku datang…honey!!!” seru Jarrod langsung menceburkan dirinya ke dalam danau.
Keduanya berenang kesana kemari, Jarrod sangat menikmati air dingin yang menyelimuti tubuhnya. Hilary terus masuk dan keluar ke permukaan. Dia mencari titik lokasi dimana dia di ceburkan di dalam mimpi. Dia berenang hingga ke ujung tepian danau dan hutan. Dia berenang ke dasar danau, menatap pemandangan dasar danau.
Jarrod menatap sekeliling dia tak mendapati Hilary ada di sekitar, dia mulai panik.
“Hilary!” teriaknya sambil terus berenang mencari keberadaan istrinya.
Istrinya yang berada di dasar danau mendengar namanya disebut, saat dia mencoba untuk naik ke permukaan kakinya terjerembab di tumbuhan aneh di dasar danau. Hilary mencoba melepaskan kakinya, tapi pandangannya mulai kabur.
“Hilary! Jangan bercanda, keluarlah…ini tidak lucu honey!” teriak Jarrod yang masih mencari istrinya.
Nafas Hilary mulai habis, dia pun jatuh pingsan di dasar danau. Jarrod yang terus berenang menyusuri danau, melihat sekelebatan rambut merah menuntunnya ke arah lokasi dimana Hilary terperangkap di dasar danau. Melihat istrinya tak sadarkan diri di dasar danau, langsung seketika Jarrod membawa tubuh Hilary naik ke permukaan. Dia berenang menuju ke tepian danau.
“Come on honey…sadarlah, kamu membuatku sangat takut kali ini. Oh $hit! Honey…aku tak ingin kehilanganmu, sadarlah ku mohon” kata Jarrod menatap istrinya tak kunjung tersadar.
“UHUUUUKKKK…UHUKKKK!!!” Hilary akhirnya memuntahkan air yang berarti dia telah sadar.
Di peluknya tubuh istrinya itu dengan penuh kelegaan, Jarrod benar – benar merasa sangat takut kelihangan Hilary. Meski dia bermain wanita terus – menerus, namun sebenarnya dia sangat mencintai Hilary. Dia sadar yang dilakukannya salah berselingkuh dengan banyak wanita, tapi tabiat buruknya itu adalah pelampiasannya kepada ketidakpercayaannya kepada wanita. Akibat trauma masa lalunya yang disebabkan oleh wanita yang pernah dia cintai.
Jarrod membawa Hilary ke dalam villa, dia menggendongnya sambil menciuminya sepanjang jalan menuju villa. Di bersihkannya tubuh istrinya itu lalu di bantu untuk mengganti pakaiannya. Di tidurkannya Hilary di ranjang, dia pun mengganti pakaiannya dan membuatkan sebuah minuman hangat untuk Hilary.
Di dalam tidurnya, Hilary bermimpi gadis berambut merah itu sedang berdansa dengan pria bermata biru yang cupu. Sebuah scene mengerikan pun kemudian datang, dimana gadis berambut merah itu berlari menyusuri hutan. Seakan dirinya di kejar oleh penjahat, wajahnya memucat ada noda darah di dahinya.
“Caroline! Aku pasti akan menangkapmu!” suara teriakan seorang pria yang sangat samar.
Nampak langkah kaki sepatu pantovel menyusuri semak – semak di hutan, tak jelas karena hanya rembulan yang menyinarinya tanpa ada penyinaran lain. Bulan purnama yang begitu indah membalut malam mengerikan itu. Sebuah tangan memegang senjata api dan menembakkan peluru ke arah punggung gadis itu.
“HAAAAAAHHHHH!...” Hilary terbangun, dia sadar itu hanyalah mimpi.
Keringat dingin membasahi keningnya, dia benar – benar merasa syok melihat gadis berambut merah itu tertembak lalu terjatuh ke tanah.
Jarrod yang datang membawakan segelas minuman hangat, bingung melihat wajah istrinya yang terbangun sangat pucat dan berkeringat.
Di letakkannya minuman hangat itu di nakas sebelah ranjang, di sentuhnya wajahnya istrinya.
“Honey…apakah kamu bermimpi buruk?” tanya Jarrod mencoba mencari tahu apa yang dialami istrinya.
Hilary langsung menepis tangan Jarrod dengan cepat.
“Jangan sentuh aku” kata Hilary ketakutan.
“Ada apa?” tanya Jarrod bingung dengan sikap istrinya.
“Jarrod bisakah kamu meninggalkanku” minta Hilary mencoba menenangkan dirinya.
“Kenapa aku harus meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini, memangnya ada apa honey?” tanya Jarrod semakin bingung.
“Ku mohon, aku merasa tak baik – baik saja. Aku butuh sendiri, aku ingin menenangkan diri” ucap Hilary dengan wajah memelas.
“Baiklah, kali ini aku akan memberimu ruang untuk sendiri. Kalau ada apa – apa panggil aku, jangan cemas aku ada untukmu” kata Jarrod mencoba menunjukkan kepeduliannya.
Hilary mengangguk, saat Jarrod sudah menutup pintu kamar. Terdengar Hilary mengunci pintu dari dalam, Jarrod yang mendengarnya semakin bingung dengan sikap istrinya yang aneh. Tapi dia mencoba memahami kondisi Hilary yang tak stabil, dia pun turun dan bertemu Carlson di lantai satu.
XXXXXXXXXXXX