Once Again Become An Idol

Once Again Become An Idol
chapter 8



...****************...


Kami berlatih bersama dan saling membantu satu sama lain. kedatangan erick kedalam tim membuat suasana jauh lebih baik, erick membuat kami semakin dekat dan tidak canggung satu sama lain.


seunghwan juga terus mengembangkan bakatnya dia mulai mempelajari bermain piano, Erick yang saat itu tidak ingin kalah tentunya dia juga mulai mempelajari dance sport, sungguh sangat menyenangkan. tentunya aku juga tidak berdiam diri saja aku juga mulai mengembangkan skill acting ku dengan mengikuti kelas teater.


......................


saat ini aku sedang menunggu sesuatu, kalau tidak salah akan ada sebuah kejadian yang akan menguntungkan bagi diriku, aku mengetahui ini dari kehidupanku dulu.


aku mempunyai sebuah rencana sekarang emmm bukan rencana ku melainkan ini sebuah kejadian yang melibatkan temanku dikehidupan ku dulu tapi aku tidak ingin melepaskan kesempatan ini dan memberikan kesempatan itu kepada dia lagi.


jadi begini salah satu member grup ku dikehidupan ku dulu pernah menemukan tas milik salah satu penulis lagu di prusahaan kami dan dia mendapatkan banyak sekali bantuan dari orang tersebut, meskipun bantuan itu tidak pernah dimanfaatkan baik oleh nya, dari pada dia yang mendapatkan kesempatan itu lagi lebih baik aku mendahului nya dan memanfaatkan kesempatan itu untuk diri ku dan menambah peluang untuk ku masuk kedalam industri musik ini lebih awal, aku telah memiliki rencana.


aku menunggu ditempat ini dan berusaha tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali.


penulis Choi sedang duduk dan menikmati kopi yang dirinya beli, belum saatnya untuk diriku bertindak aku masih harus melakukan beberapa hal lain dahulu.


benar saja seperti perkataan nya, selang beberapa waktu penulis Choi beranjak dari tempat itu dan meninggalkan sebuah tas.


disinilah peran ku dimainkan, sebelum dia muncul dan mengambil kembali kesempatan yang memang dari awal miliknya itu.


aku bejalan mendekati tas tersebut dan mengambilnya aku sedikit berlari dan mencari penulis choi, saat aku menemukannya dirinya sedang berjalan kembali menuju perusahaan, aku yang telah melihat dirinya langsung berlari kecil dan langsung masuk kedalam rencana ku.


"permisi pak" panggil ku kepadanya.


"iya, ada yang bisa saya bantu?" penulis Choi menolak dan bertanya kepada ku


"jadi begini saya menemukan tas bapak tertinggal di cafe" jawab ku dengan menyodorkan tas itu


"terimakasih, untunglah kamu membawa ini aku hampir saja melakukan kesalahan besar" dia menjabat tangan saya dan berterimakasih.


"jadi begini didalam sini ada sebuah lagu yang saya siapkan untuk sebuah grup idol dan akan ditinjau langsung nanti, saya tidak tau apa yang terjadi kalau file ini hilang tadi" dia menjelaskan tentang apa yang ada didalam sana, pantas saja dia sangat berterima kasih kepada nya waktu itu sampai menjalin hubungan dengan dirinya, memang waktu itu dia tidak menjelaskan secara detail apa yang terjadi.


aku yang berpura pura tidak mengerti hanya mengangguk saja.


"ahh maaf... begini saya choi Eunhyuk dan saya seorang penulis lagu di perusahaan fiveStar entertainment" dirinya memperkenalkan dirinya dan menyodorkan kembali tangannya.


disinilah skill acting ku akan ku perlihatkan.


aku menjabat tangannya kembali dengan memasang wajah kaget dan berkata,


"wahh aku tidak menyangka dunia sesempit ini" dia memiringkan kepalanya dan tampak sedikit kebingungan "saya huang raden dan saya kebetulan sedang menjalankan masa trainee disana, saya sangat senang bisa bertemu anda secara langsung pak saya sangat suka dengan lagu lagu yang anda tulis, merupakan kehormatan bisa membantu anda" lanjutku dan memberikan sedikit senyuman diakhir, aku tidak bercanda karya karya yang beliau buat sangat lah mengagumkan tidak jarang grup grup idol dan penyanyi dinegara ini meminta dirinya untuk membuat atau sekedar berkontribusi dalam proyek comeback mereka, dan tidak banyak orang sekarang yang mengetahui nya karena di waktu sekarang dirinya masih lebih suka untuk bekerja dibalik layar dan tidak mengekspos dirinya ke publik jadi tidak heran kalau dirinya belum banyak yang mengetahuinya.


"benarkah? saya tidak menyangka takdir akan mempertemukan kita begini, ah saya sedang terburu buru sekarang, bisakah saya meminta kontak dirimu saya akan menghubungi kamu kembali nanti, saya ingin berbincang lebih banyak dengan dirimu"


dia memberikan kartu namanya dan memberikan gesture untuk menyimpan nomornya.


"tidak masalah pak, aku malah akan merasa senang jika anda ingin berbincang kembali dengan saya" aku bergegas mengambil ponselku dan menyimpan nomor nya, aku langsung mengirimkan pesan untuk memberikan tanda bahwa itu adalah nomor kontak pribadi ku.


"ahh baiklah, nomor kamu telah saya simpan. kalau begitu saya pamit dan sampai berjumpa huang" dia berbalik dan melambaikan tangannya, aku tetap berdiri disana dan melihat punggungnya yang semakin menjauh.


aku tersenyum karena rencananya berhasil, tidak akan ada ruginya bagiku untuk menambah sebuah hubungan dengan seorang penulis lagu, aku juga akan bergegas melanjutkan kembali rencana yang telah aku susun.


......................