
...****************...
keesokkan harinya aku dan seunghwan akan kembali ke perusahaan, sebelum itu kami berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga seunghwan ibunya membawakan kami cookies untuk perjalanan, ayah seunghwan berprofesi sebagai dokter yang merambah ke dunia pembisnis dengan dibantu istirnya, ayahnya pun tidak bisa berlama-lama untuk berpamitan dengan kami karna dia harus pergi bekerja.
...****************...
sesampainya kami di perusahaan aku dan seunghwan memutuskan untuk kembali ke kamar masing masing terlebih dahulu untuk menaruh barang bawaan kami kemarin. dan memutuskan untuk betemu di esok hari dan berlatih bersama.
keesokkan harinya aku sedang berada di dalam kamarku memandang luar jendela karna kamar ku berada di lantai yang cukup tinggi aku jadi bisa melihat kebawah, aku duduk di sebuah bangku Dengan meja didepannya dan kaca didepan yang mengarah langsung keluar sebagai pencahayaan sekaligus jadi tempat terfavorit ku untuk menghabiskan waktu melihat orang berlalu lalang dan melihat banyak hal lainnya.
dan saat aku sedang memandangi jalanan dengan orang yang berjalan dari jendela kamar ku, ponsel ku berbunyi dan menampilkan nama seunghwan disana.
"hallo eunghwan. ada apa?" tanyaku saat aku mengangkat telepon dari seunghwan.
"hallo den, ibu ku mengalami kecelakaan dan aku akan pergi kembali ke rumahku, kamu tidak usah ikut karna kita baru pulang kemarin pasti kamu kelelahan, aku telah diperjalanan pulang sekarang aku pulang dengan orang papaku jadi kamu tidak perlu khawatir, dan aku akan menelpon mu lagi nanti.sampai jumpa" dia mematikan telepon itu dengan aku yang tidak sempat untuk menjawab karena dia yang berbicara tergesa-gesa dan tidak memberikan ku kesempatan untuk menjawab, ah ini aku melupakan ini. dikehidupan ku dulu ini akan terjadi sedikit lebih lama tapi apakah masa depan telah berubah apa ini butterfly effect yang sering orang bicarakan?
aku mengambil hoodie coklat tua milik ku dan langsung bergegas untuk menyusul seunghwan saat berada di lift aku memesan taksi online. saat ini aku tengah menunggu taksi itu.
kalau ini yang menyebabkan perubahan sikap nya aku akan pergi untuk mencegah itu, aku terus memikirkan seunghwan sekarang dikehidupan ku dulu memang benar ibunya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia disaat kami baru beberapa bulan debut, tapi itu masih bebarapa bulan dari sekarang saat itu aku dan seunghwan masih canggung satu sama lain, karna saat trainee kami tidak dekat sama sekali, semoga saja kemungkinan terburuknya tidak benar benar terjadi.
aku tengah duduk di dalam mobil taksi yang aku pesan, butuh waktu yang cukup lama kalau menggunakan mobil untuk sampai dirumah seunghwan, aku memilih untuk mengabari seunghwan bahwa aku akan menyusul nya. aku mengabarinya melewati pesan tapi dia tidak aktif dan belum membaca nya, sekarang aku telah memasuki wilayah distrik Gangnam dimana rumah seunghwan berada kawasan mewah menjadi ciri khas wilayah ini.
...****************...
aku tepat berada didepan rumah seunghwan sekarang ah bukan bukan di depan gerbang mansion seunghwan, setelah aku sampai penjaga yang bertugas segera membawaku ke rumah Seunghwan menggunakan mobil yang kami gunakan waktu itu, mungkin dia mengira aku memang diajak oleh seunghwan.
sesaat aku sampai didepan rumahnya yang pertama aku lihat adalah seunghwan yang tengah duduk di kursi taman yang berada di seberang rumahnya dia tampak terkejut melihat ku, dan aku berlari untuk menghampiri nya.
"heyyy, bagaimana keadaan ibu mu?" tanyaku sedikit panik karena ekspresi wajah yang digunakan seunghwan
"tidak apa apa, hanya beberapa luka ringan" jawabnya lesu
"lalu kenapa kamu terlihat murung seperti itu?" tanyaku heran, bukanya harusnya dia bersyukur karena ibunya hanya menderita luka luka ringan saja
"mereka berubah pikiran kembali, mereka sekarang tidak mengizinkan ku untuk kembali ke perusahaan" jawabnya dengan sendu "apa aku kabur saja lagi seperti dulu?"
"heyyy, apa yang kamu bicarakan? mereka kembali tidak mengizinkan kamu untuk menjadi idola? kenapa? bukankah itu tidak ada hubungannya dengan kecelakaan itu?"
"begini, mama ku itu memimpin beberapa bisnis yang dia jalankan dengan papa, dan karena kecelakaan ini papa ku melarang mama ku untuk berpergian kembali. dan karena itu aku di haruskan untuk aku yang memimpin bisnis bisnis itu" jawab Seunghwan dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
flashback, seunghwan pov :
"*mulai sekarang kamu tidak usah berpergian keluar lagi dan hanya diam dirumah saja biarkan seunghwan yang memimpin bisnis bisnis itu!"perintah sang kepala keluarga dengan nada sedikit kesal dan emosi
"sayang tidak perlu seperti itu, ini hanya kecelakaan kecil. biarkan saja seunghwan meraih cita citanya lagian aku akan segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali"
ujar ibu seunghwan sembari dia menatap sang anak
"tidak, aku tetap akan memutuskan kamu akan diam dirumah dan seunghwan yang akan memimpin" jawabnya final seakan keputusan itu tidak bisa diubah kembali
"tapi seu-" ibu seunghwan ingin membalas ucapan itu tapi "keputusan ku sudah final dan tidak berubah"
"tapi pah, bukanya kita telah berbicara tentang cita citaku dan kalian mengizinkan nya?" kini seunghwan yang berbicara
"baiklah jika kamu ingin pergi, pergilah dan Jangan pernah kembali kesini!" jawabannya dan pergi*
flashback end
"ayahku kembali seperti semula, pemaksa dan tidak ingin mendengarkan orang lain"
"bukan kah sebaiknya kamu berbicara kembali dengan beliau? dari pada harus kabur kabur kembali? aku akan menemanimu lagi eunghwan dan mari bicarakan dulu dengan ibumu"
aku tau sekarang dikehidupan ku yang dulu dia pasti tetap memilih karir nya dan berakibat dia tidak diizinkan kembali pulang kerumahnya dan karena itu malah mempengaruhi sifatnya. mungkin dia memang sangat ingin meraih cita citanya tapi jauh di lubuk hati yang terdalam dia sangat mencintai keluarganya dan akhirnya menuju jurang penyesalan, mungkin karena ego nya dia sampai akhir pun tidak akan pulang kerumahnya meskipun dia ingin.
"benar aku akan berjuang sekali lagi, terimakasih den sudah mau membantu ku dan terus meluruskan pemikiran ku ini"
aku sedikit terkejut dia ingin mendengarkan ku dan ingin berusaha sekali lagi? bukankah dulu dia selalu berpegang teguh dengan keputusan yang telah ia buat? apakah ini salah satu efek regresi ku dan merubah karakter nya?
"okee aku akan membantu mu kembali dan semangat!" aku memegang pundak nya dan memberi gesture menyemangatinya.
akhirnya aku sudah menemukan semua kepingan kepingan yang aku lupakan dulu semuanya jelas sekarang, aku akan berusaha untuk membantu seunghwan sekarang dan terus melangkah maju. tunggu aku tempat tertinggi aku akan segera menujumu dengan kemampuan ku dan teman temanku, aku akan mengubah takdir ku.
...****************...