Once Again Become An Idol

Once Again Become An Idol
chapter 9



...****************...


Aku mendengar suara smartphone ku berbunyi, aku yang sedang berada dikamar mandi pun bergegas keluar dengan rambut yang masih basah, aku sedang mengeringkan rambut tadi hahaha.


Saat aku lihat nomor yang menelpon ku adalah seorang yang telah aku tunggu tunggu dari kemarin.


Penulis Choi is calling


Begitu lah nama yang tertera disana, aku pun bergegas mengangkat telpon tersebut.


"Hallo rayden"


"Hallo pak choi"


"Begini tentang ajakan ku untuk berbincang santai kemarin apakah kamu bisa datang hari ini?"


"Ahhh tentu saja aku bisa pak, dimana kita akan bertemu?"


"Aku sedang ada projects yang kulakukan dan sedang melakukan pembuatan sebuah lagu untuk music comeback grup idol, bisa kah kamu datang kestudio di perusahaan?"


"Tentu saja pak aku akan datang, kebetulan aku juga ingin melihat proses pembuatan langsung secara langsung hehe"


"Baiklah kalau begitu kamu langsung datang saja ke studio 3 di perusahaan kita pukul 1 siang nanti"


"Baiklah pak aku tidak akan terlambat"


"Hahaha, Sangat bersemangat. Kalau begitu ku tutup teleponnya dan sampai jumpa di studio nanti"


Setelah mengucapkan kata itu Penulis Choi menurut telepon tersebut, aku pun langsung melanjutkan kegiatan ku tadi dan akan langsung bersiap siap karena aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini.


......................


Sekarang pukul dua belas siang jadi aku masih punya waktu sekitar satu jam lagi, aku memutuskan menjenguk erick dan seunghwan yang kebetulan berada di kantin yang tidak jauh dari studio.


"Heyy kak rayden kami disini" panggil erick dan melambaikan tangan ke arah ku.


Aku yang melihat itu pun langsung berjalan menghampiri mereka.


"Hai seunghwan, erick. Tumben kalian berada di kantin sini?" Tanya ku kepada mereka karena tumben sekali mereka pergi ke kantin yang ini karena cukup jauh dari Kantin yang biasanya kami kunjungi.


"Aku hanya mengikuti anak itu karena dia ini ingin makan roti yang dijual disini" seunghwan dengan muka malas nya menjawab dan memberikan gesture menunjuk kepada erick, aku yakin pasti seunghwan di paksa oleh erick untuk menemaninya berburu makanan yang ada disini melihat hanya erick yang membeli makanan paling banyak.


"Huh? Hehe" merasa terpojok erick hanya mengeluarkan senyuman dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hahaha aku mengerti aku mengerti" jawabku dan tertawa setelah nya.


"Dan kamu kak kenapa kamu berada disini? Aku sempat kaget saat kamu bilang kamu juga menuju kesini" tanya erick, dan seunghwan sepertinya juga ingin tahu alasan aku kemari melihat dia yang langsung menoleh kearah ku saat erick mempertanyakan hal itu.


"Ahh begini, kalian tau penulis choi?" Tanyaku dan direspon anggukan oleh mereka


"Ya, aku punya janji dengannya untuk bertemu satu jam lagi" lanjutku dan mereka hanya mengangguk.


"Ehhhhhh? Kau kenal dengan penulis Choi? Penulis choi yang itu?" tanya seunghwan Seakan kaget dengan pernyataan ku.


Aku pun melanjutkan pembicaraan ku dengan mereka dan menjelaskan bagaimana kami bertemu kemarin, kami berbincang cukup lama.


Saat aku melihat jam aku kaget karena kami telah berbincang selama tiga puluh menit, sungguh sangat cepat waktu berjalan.


"Ahh aku pergi dulu, aku tidak ingin membuat penulis Choi menunggu hahaha" ucapku kepada mereka dan bersiap siap untuk pergi.


"Baiklah baiklah, jangan lupa malam nanti kita akan berlatih bersama den. Sampai jumpa" jawab seunghwan


"Dahhh kak rayden" tambah erick dan melambaikan tangannya kepadaku yang telah menjauhi mereka, aku pun membalas Erick dengan memberikan jempol kepadanya.


Setelah berjalan beberapa saat aku telah sampai didepan ruangan studio tiga yang ternyata ini adalah ruangan khusus untuk penulis choi, aku berhenti sejenak di depan pintu dan merapikan baju ku sebelum mengetuk pintu.


"Permisi" ucapku sambil mengetuk pintu, mendengar ada sahutan didalam aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam.


"Ahhh kamu sudah datang? Kemarilah aku sedang mempersiapkan lagunya"


"Baiklah pak"


Aku pun menghampiri penulis choi dan langsung mendekat kearahnya.


"Duduk di sana, dan dengarkan lagu ini" ucapnya yang masih fokus kepada monitor yang ada didepannya dan dia mempersilakan ku duduk disebelahnya, setelah beberapa saat dia memberikan headphone yang tersambung kepada monitor nya kepadaku.


"Pakai dan dengarkan"


Aku menyambut headphone tersebut dan langsung memakai nya ditelinga ku, saat musiknya di putar aku benar benar kagum pada demo lagu ini itu benar benar bagus dan sangat cocok dibawakan dengan bernyanyi dan menari.


"Bagaimana menurutmu?" Ucapnya setelah demo lagu itu selesai berputar.


Kami pun berbincang dan menghabiskan waktu dengan membahas tentang musik dan pembuatan lagu, dia terkejut karena aku paham akan pembuatan lagu, pembicaraan berlanjut lagi dengan keadaan yang lebih baik tidak ada lagi perasaan canggung diantara kami.


"Saya tidak menyangka kamu juga mengerti akan pembuatan lagu den" kata penulis choi dengan mematikan monitor nya dan membereskan meja kerjanya.


"Ahh tidak banyak, saya masih belajar pak" kataku sambil membantunya merapikan meja kerjanya.


"Hahaha, kalau ada kesempatan aku akan mengundang mu dalam pembuatan lagu dan membuat lagu bersama mu rayden" ucapnya kepada ku sambil memasang jaketnya.


"Aku akan sangat bersyukur kalau itu terjadi pak" kataku yang mengikutinya dari belakang dan berjalan menuju pintu keluar.


"Kalau begitu terimakasih untuk hari ini karena telah menemani ku, kalau ada yang ingin kamu tanyakan langsung saja hubungi aku dengan nomor yang aku berikan" ucapnya dan menepuk pundak ku.


"Baiklah pak, aku akan merepotkan mu mulai sekarang" kataku dan tersenyum kepadanya, sungguh inilah yang aku tunggu tunggu membuat koneksi dengan penulis yang akan lebih terkenal dimasa depan.


"Hahaha aku menunggu itu, sampai jumpa lagi rayden" jawabnya dan pergi perlahan dengan melambaikan tangan singkat kearahku.


"Sampai jumpa juga pak" jawabku kepadanya yang telah berjalan tidak terlalu jauh dari posisi ku.


Aku memandangi studio musik yang ada dibelakang ku dan tersenyum, aku kembali membuat kemajuan kali ini, ah benar aku memiliki janji dengan mereka, setelah itu aku pergi dari sana dan menuju ketempat yang telah kami janjikan untuk bertemu, aku tidak sabar dan ingin bercerita tentang hari ini pada seunghwan dan erick.


...----------------...