Once Again Become An Idol

Once Again Become An Idol
chapter 4



...****************...


Pagi ini sama seperti hari sebelum sebelum nya,aku memulai hari dengan joging sedikit ditaman perusahaan dan bersiap siap pergi pergi latihan setelahnya.


aku menjemput seunghwan dikamarnya dan pergi bersama sama ke gedung pelatihan, hari ini kami akan berlatih dance karena kami pikir kemampuan dance kami masih kurang.


sembari berjalan menuju gedung kami berbincang bincang sedikit, tapi aku melihat keanehan dari seunghwan. Dia tampak jadi lebih pendiam dari kemarin? aku juga tidak tau apa penyebabnya.


setelah melakukan latihan latihan dance dan setelah aku memperhatikan seunghwan. benar, dia memang lebih pendiam dari kemarin.


aku mencoba beberapa kali mengajaknya mengobrol tetapi hanya respon sederhana yang aku dapatkan, apa yang terjadi hanya dalam satu malam? aku benar benar bingung sekarang, apakah dia kembali seperti dikehidupan ku yang sebelumnya? semua pertanyaan pertanyaan mengalir didalam pikiran ku. aku harus memberanikan diri untuk menanyakannya! bukan kah kami telah berteman, benar aku tidak akan membiarkan dia benar benar berubah


...****************...


aku mengajaknya untuk makan siang tadi, dia bilang dia akan menyusul dan disinilah aku menunggu nya di cafe yang letaknya disebelah perusahaan. Tidak lama aku menunggu dia datang dengan muka yang terlihat frustasi, dia berjalan menuju tempat duduk yang telah aku beritahu kepadanya lewat pesan dari ponsel.


"ayden" panggilnya kepadaku dan memecah lamunanku tadi, "ohhh hai, kamu telah datang? duduklah, ada yang ingin kau pesan?"


aku mempersilahkan nya duduk dengan disertai senyuman


"aku memesan kopi saja" katanya dengan nada lesu "hanya itu? kamu tidak memesan makanan?" aku bertanya kepadanya untuk memesan makanan karena mukanya terlihat sedikit pucat, apakah dia belum makan? atau dia sedang sakit? "apa kamu sakit?"


"tidak tidak, aku hanya dalam keadaan mood yang tidak bagus saja" jawabnya menyangkal pertanyaan ku tadi "kalau begitu pesanlah satu makanan, ahh aku akan langsung memesankannya saja" aku mengangkat tangan ku untuk memanggil pelayan disana.


setelah menunggu sebentar pesanan kami telah datang, sedari tadi seunghwan hanya diam diam dan mengaduk ngaduk makanan nya dan tidak jarang dia memandang arah luar jendela, ini benar benar mengganggu ku apa yang terjadi kepadanya dia terlihat gelisah dan sedih. aku akan bertanya sekarang, aku tidak peduli lagi tentang kesopanan dan privacy sungguh aku khawatir.


"ada apa dengan mu eunghwan?"tanyaku kedia tanpa basa basi


"tidak ada den, aku hanya tidak mood saja hari ini" jawabnya menyangkal pertanyaanku


"uhh, begini saja kalau ada yang ingin kamu ceritakan, ceritakanlah sekarang aku mungkin bisa membantu mu? aku benar benar tidak suka melihat dirimu yang sekarang ini"jawabku sedikit emosi, benar benar dia ini menganggapku temannya atau bukan? apa yang dia sembunyikan dari ku


"baiklah baiklah, aku akan menceritakannya kepadamu. sebenernya aku dilarang untuk menjadi idol oleh orang tua ku, dan semalam mereka menelponku dan menyuruh ku pulang, jelas aku tidak mau karna aku belum menyerah dengan mimpi ku. tapi ibu ku bilang aku harus pulang dan berhenti mengejar hal yang mustahil aku lakukan, bukan kah itu sedikit jahat aku anak mereka kenapa mereka tega mengatakan itu kepadaku" dia bercerita dengan mata yang memerah dan suara yang sedikit bergetar. "itu akan rumit kalau menyangkut orang tua" aku bingung harus bagaimana memberikan solusi kepadanya.


"apakah kamu sudah pernah meyakinkan mereka bahwa ini benar benar mimpi mu dan kamu ingin memperjuangkannya?"


"kamu belum pulang selama dua tahun ini dan belum membicarakannya Dengan orangtua mu tentang kesungguhanmu untuk debut? ughhh, kamu kira berapa umurmu seunghwan kamu bukan anak kecil lagi untuk pergi dan menghindari masalah. aku akan menemanimu pulang" dia sedikit terkejut dengan perkataan ku diakhir "aku tidak akan pulang" jawabnya tanpa ragu "kamu akan pulan, aku akan menemanimu untuk berbicara dan meminta maaf atas kebodohan mu ini. ku kira kau cukup dewasa untuk mengerti, mereka itu menghawatirkanmu seunghwan kamu bayangkan saja anak yang tidak pernah lepas dari pemantauan orangtuanya kini sedang berada jauh dari mereka dan mereka tidak tau apa kamu akan serius atau hanya bermain main saja dalam industri ini, mereka tau industri ini berbahan seunghwan mereka khawatir dengan dirimu kalau kamu hanya akan bermain main saja"


dia tampak sedikit terkejut dengan ucapan panjang lebarku tapi aku yakin dia mengerti apa yang aku ucapkan, "maafkan aku, aku tidak sampai berfikir kesana. Baiklah aku akan pulang dan benar benar akan meminta izin kepada mereka" jawabnya dengan nada penuh keyakinan dan kepercayaan diri ada sedikit penyesalan disana karna dia selalu lari dari permasalahan ini dan menyebabkan orang tuanya khawatir.


...****************...


kemarin kami telah memutuskan akan pergi kerumah seunghwan hari ini dan kemarin kami telah meminta izin kepada perusahaan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang tidak diinginkan, lebih baik meminta izin kan?


flashback on:


"maafkan aku, aku tidak sampai berfikir kesana. Baiklah aku akan pulang dan benar benar akan meminta izin kepada mereka" jawabnya dengan nada penuh keyakinan dan kepercayaan diri ada sedikit penyesalan disana karna dia selalu lari dari permasalahan ini dan menyebabkan orang tuanya khawatir.


"tenang saja tidak ada waktu untuk menyesalinya, aku akan menemanimu pergi kerumah orangtuamu. pertama tama kita harus meminta izin perusahaan untuk pergi kerumah mu beberapa hari"jawabku dan langsung membereskan barang barang kami yang ada dimeja dan aku langsung membayar makanan yang kami pesan tadi.


setelah sampai di perusahaan kami mencari orang yang bertanggung jawab atas hal ini dan kami meminta izin serta menjelaskan sedikit apa yang akan kami lakukan tentu saja itu hanya alasan lain yang kami buat tapi dengan menggunakan kebenarannya jadi itu alasan simpelnya saja yang kami beritahukan.


setelah mendapatkan izin kami pulang kekamar kami masing masing dan menyiapkan apa saja yang kami perlukan nanti diperjalanan.


flashback off.


aku dan seunghwan sedang berada di stasiun MRT kota Seoul dan menunggu kereta kami datang, setelah kereta kami datang aku mencari tempat duduk untukku dan seunghwan. aku baru saja duduk dan kereta baru saja berjalan, tidak lama kereta berjalan aku memutuskan untuk tidur agar mempersingkat perjalananku, menurutku


tidur membuat perjalanan membosankan menjadi tidak terasa, apalagi kalau mendapatkan mimpi indah. tapi perkiraan ku salah.


Kereta melaju dengan kecepatan seperti biasanya aku duduk dengan memandangi pemandangan luar yang ku lihat dari dalam kereta. aku hampir tertidur, saat itu tiba tiba suara riuh dari para penumpang lain terdengar ditelingaku teriakan teriakan orang orang seakan bergantian memasuki telingaku, otakku terus memproses apa yang terjadi. Terlambat aku telah menemukan kereta yang aku tumpangi akan terjatuh dari tebing, aku tersadar sakit yang menjalar di seluruh tubuku mulai terasa.


aku benar benar panik sekarang bukan kah aku barusaja kembali dan sedang berusaha memperbaiki semuanya? buakankah aku tadi duduk bersama seunghwan dan akan pergi kerumahnya untuk meminta izin kepada orangtuanya bahwa seunghwan benar benar akan menjadi idol dan tidak sedang bermain main? apa apaan ini apakah itu semua hanyalah ilusi sebelum aku meninggal? banyak pertanyaan pertanyaan keluar didalam pikiran ku dan apa apaan rasa sakit ini, aku terus berteriak meminta tolong aku melihat banyak orang orang tewas bergeletakan, tubuhku terhimpit puing puing kereta kami berada dibawah jurang? aku tidak tau ini benar benar menyakitkan.


apa yang terjadi kepadaku? apakah semuanya tadi hanyalah ilusi yang aku ciptakan sendiri?


...****************...