
...****************...
"apa yang ingin kamu bicara kan den?" tanya seunghwan kepada ku.
"aku akan memberitahu mu saat erick telah sampai eunghwan, bersabarlah" jawab ku kepada seunghwan dan eunghwan hanya memberikan respon anggukan kepada jawaban ku.
kami menunggu erick sembari meminum coffee di salah satu cafe dikota kami, aku mengajak mereka bertemu setelah pertemuan ku kemarin dengan pak ceo di hari sebelumnya, rencananya aku akan memberitahu mereka terlebih dahulu dan mendengar pendapat mereka tentang ini.
sesaat kemudian terlihat Erick dengan Hoodie berwarna hijau nya menuju ke arah kami dengan berjalan santai,
"kak" sapa erick dari kejauhan kepada kami dengan melambaikan tangan nya ke atas.
Erick berjalan lebih cepat dan mengambil ancang ancang akan duduk di bangku sebelah ku,
"jadi kenapa kak ayden memanggil kami?" tanya erick langsung kepada ku sambil menarik kursi nya dan menduduki nya.
"begini aku ingin membicarakan sesuatu kepada kalian" ucapku sambil mengangkat cangkir kopi ku dan menyeruput nya setelah berbicara.
"berbicara tentang apa?" tanya eunghwan yang berhadapan langsung kepada ku.
"benar, aku sedikit penasaran karena kak ayden memberi pesan di grup pada pukul enam pagi, tidak seperti biasanya haha" sambung erick sambil melihat katalog menu yang ada di atas meja.
"jadi begini aku mendapatkan tawaran dari pak ceo kemarin"
"huh? tawaran apa kak?" tanya erick dengan mengangkat tangannya guna memanggil pelayan di cafe ini.
seunghwan hanya memberikan respon dengan memiringkan kepalanya dan menatapku seolah memberi gesture kebingungan.
"iya, itu sebuah tawaran debut" ucap ku dengan spontan.
mereka nampak sedikit terkejut dan langsung memberikan atensi penuh kepada ku, mereka langsung menoleh dan seperti meminta penjelasan lebih lanjut dari diri ku.
"mereka memberikan tawaran debut dan membuat grup self production yang berada dibawah naungan mereka, mereka memberitahu ku itu kemarin"
"terus?" tanya seunghwan seolah ingin tau lebih dalam.
"aku meminta kepada mereka untuk diberikan waktu berfikir lebih lama" ucapku dan mengambil coffee ku lagi di atas meja dan menyeruput nya.
"kalau begitu apa yang kamu pikirkan kak? sehingga memanggil kami" tanya erick
"ah benar, aku ingin mengajak kalian kedalam grupnya jika kalian mau"
"aku bersedia, lagi pula aku sudah bilang aku akan debut bersama mu kan? haha" balas seunghwan disertai dengan tawa di akhir.
"aku tidak tau kak, aku rasa aku belum pantas untuk mendapatkan kesempatan itu" sambung erick dan menyenderkan punggungnya ke kursi serta menghadapkan wajahnya ke atas menatap langit langit.
kami berdua tentu saja terkejut akan jawaban erick, apakah dia tidak ingin bergabung di grup ini? tunggu dulu aku harus bertanya apa alasannya, dengan skill menari nya itu debut bukanlah sesuatu hal yang sulit baginya.
"ada apa? kenapa kau tidak ingin bergabung dengan kami?" tanya ku kepada erick dengan melirik kan pandangan ku kearahnya.
"bukan, bukan begitu. aku hanya merasa tidak pantas bersama kalian, takutnya aku hanya akan membawa masalah bagi kalian kak" jawab erick dengan cepat dan terkesan panik, menyangkal pertanyaan kami.
"huh? kenapa kau berfikir begitu?" tanya seunghwan kepada erick.
aku mengangguk atas pertanyaan seunghwan seakan terwakilkan dengan pertanyaan itu.
"aku rasa kemampuan ku tidak lah berguna bila kita debut dan aku merasa bahwa aku hanya akan menghambat kalian"
"apa? kau bercanda kan? kemampuan mu? aku bahkan menari lebih buruk dari pada dirimu" jawab seunghwan dan terlihat nada sedikit marah di dalam perkaranya.
"seunghwan benar, aku juga berfikir kemampuan menari mu sangat bagus rick, apa yang kau khawatir kan?"
"benarkah?" tanya erick dengan mengarahkan pandangannya kepada kami.
"untuk apa kami berbohong" jawab seunghwan. aku mengangguk setuju.
"kalau begitu aku akan mencoba nya, terimakasih kak telah memberikan kesempatan ini kepada ku, mohon jaga aku untuk kedepannya" jawab erick semangat, erick berdiri dan menundukkan kepalanya kepada kami.
"sudah lah cepat duduk, kita menjadi pusat perhatian sekarang, apa yang kau lakukan erick!" marah seunghwan dengan agak berbisik kepada erick.
"khehehe, iya. dan Erick kami tidak ingin melihat mu seperti ini oke? apa apaan itu sifat ketidak percayaan mu itu sangat menjengkel kan, kemampuan menari mu? semua orang juga tau bahwa kamu menarik dengan sangat baik"
lanjut ku dan di respon anggukan oleh seunghwan. kami pun memberikan senyuman kepada erick.
erick yang mendengar itu pun seakan dibuat melayang oleh pernyataan itu, dan tidak bisa menutupi bahwa dia sedang malu, pipi nya pun memerah karena senang.
"apa apaan itu? kenapa wajahmu memerah rick" tanya seunghwan dengan nada mengejek dan sambil menahan tawa nya.
"pfftt- kau malu?" sambung ku sambil menutup mulutku.
"huh? t-tidak siapa yang malu?" jawab nya cepat dan langsung menutup muka nya dengan tangan nya dan membenamkan wajah nya keatas meja.
"t-trimakasih aku bersyukur bisa bertemu dengan kalian" sambung erick dengan suara pelan.
apakah dia sebahagia itu dengan dipuji seperti ini? hahaha lucu nya, aku sangat senang mereka menerima tawaran itu.
"apa apaan ini aku baru melihat sisi mu yang ini rick sungguh aku sangat ingin tertawa sekarang, hahahaha maaf kan aku, aku tidak bisa menahannya lagi hahaha" ucap seunghwan dengan meledek erick yang masih membenamkan wajahnya di atas meja, seunghwan tertawa begitu puas pasal nya dia benar benar baru tau bahwa anak itu bisa malu seperti ini.
"berhenti menggoda nya eunghwan, lihat sekarang betapa merahnya telinga erick aku tidak tau bagaimana wajah nya sekarang" sambung ku dengan sarkas
"hahaha" seunghwan yang melihat telinga erick itu makin dibuat tertawa oleh nya.
"berhenti mengejek ku kak eunghwan!" ucap erick dengan mengangkat wajahnya masih dengan tangan yang menutupi wajahnya, suaranya pun aga terpendam karena tangan nya yang menghalangi wajahnya.
kami melanjutkan pertemuan itu dengan pembicaraan pembicaraan ringan sembari meminum coffee.
...----------------...